Mempertahankan Kehidupan Sehat Setelah Pandemi COVID-19

KONTRIBUTOR, MP — Dunia digemparkan pada awal tahun 2020 dengan adanya virus corona atau COVID19. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin atau obat yang dapat digunakan untuk mengobati virus tersebut sehingga masyarakat diimbau untuk melakukan tindakan pencegahan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah virus corona antara lain, rajin mencuci tangan dengan benar, menjaga daya tahan tubuh, menutup hidung atau mulut dengan siku ketika bersin atau batuk, menggunakan masker dalam kondisi tertentu, rajin membersihkan permukaan yang kotor, rajin berolahraga, berjemur pada pagi hari, dan sebagainya.

Semenjak imbauan tersebut dikeluarkan, masyarakat menjadi rajin menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Padahal kebiasaan hidup bersih dan sehat penting untuk dipertahankan dalam situasi apapun, bahkan dalam situasi yang bebas dari penyakit.

Setelah pandemi COVID-19 berakhir, sangat penting untuk mempertahankan kebiasaan menjaga lingkungan tetap bersih. Pandemi berakhir, bukan berarti kebiasaan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan juga berakhir. Kebiasaan seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga daya tahan tubuh merupakan kebiasaan yang sering ditinggalkan.

Padahal, hal yang dianggap sepele seperti itu dapat membawa segudang manfaat secara tidak langsung. Seperti kata pepatah, bersih pangkal sehat. Hidup bersih itu selalu berbanding lurus dengan kesehatan. Bakteri-bakteri penyebab virus dan penyakit dapat berkembang biak di lingkungan yang kotor dan tidak terawat. Maka bukan tidak mungkin wabah semacam COVID-19 dapat terjadi lagi. Lantas apa saja yang dapat dilakukan dan dipertahankan untuk mencegah situasi tersebut?

Salah satu hal yang paling utama untuk menjaga kebersihan adalah dengan mencuci tangan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kedua tangan merupakan jalur utama masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Kuman itu ada di mana-mana yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya.

Oleh karena itu, selain menjalani gaya hidup sehat, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun akan mengurangi kemungkinan timbulnya penyakit. Namun, kesadaraan masyarakat akan manfaat penting tersebut belum memadai. Sehingga angka kejadian berbagai penyakit infeksi di Indonesia cukup tinggi. Padahal untuk mencegah berbagai penyakit infeksi dapat dilakukan dengan langkah sederhana dan biaya ringan.

Selain kebiasaan mencuci tangan dengan baik, pola makan sehat dan bergizi juga perlu diperhatikan. Meskipun makanan bukan agen penyebaran virus pada umumnya, tetapi pola makan sangat erat kaitannya dengan daya tahan tubuh manusia. Seseorang dengan pola makan yang baik tentunya memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang pola makannya tidak baik.

Pada seseorang yang pola makannya tidak baik, baik kurang gizi maupun memiliki penyakit bawaan, bakteri atau virus dapat berakibat lebih signifikan. Tetapi pada seseorang yang memiliki pola makan baik yang berarti daya tahan tubuh juga baik, bakteri atau virus hanya menempel dan orang tersebut tidak mengalami gejala apapun.

Sayangnya pola makan sebagian besar masyarakat di Indonesia belum cukup baik. Hal tersebut juga karena adanya ketimpangan ekonomi di berbagai daerah. Ketimpangan ekonomi tersebut salah satunya juga disebabkan oleh tidak meratanya pembangunan di suatu daerah. Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan Kementerian Kesehatan Tahun 2018 menunjukkan bahwa tidak sedikit warga negara Indonesia yang kekurangan gizi bahkan menderita diabetes, kolesterol, darah tinggi, dan lain-lain.

Yang terakhir adalah rajin berolahraga. Olahraga merupakan jenis kegiatan fisik yang baik untuk pikiran, tubuh, serta jiwa. Berolahraga secara rutin merupakan satu di antara banyak langkah untuk mengantisipasi pencegahan memiliki penyakit berbahaya dalam tubuh. Tidak hanya memberikan efek kepada kesehatan fisik, olahraga juga dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Olahraga memang dapat membuat seseorang lelah. Tetapi di sisi lain, olahraga juga bisa menambah energi. Tentunya pemilihan jenis olahraga disesuaikan dengan kondisi tubuh, kebiasaan, dan usia. Bahkan manfaat dari olahraga bisa dirasakan di kemudian hari dalam jangka panjang.

Kesadaran masyarakat Indonesia masih rendah terhadap kesinambungan antara kebersihan dan kesehatan. Belum lagi, jaminan kesehatan bagi masyarakat secara keseluruhan masih belum mampu berjalan dengan maksimal. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat lebih mawas diri terutama terhadap dirinya sendiri.

Adanya pandemi COVID-19 ini mungkin saja dapat membuka mata masyarakat akan pentingnya mempertahankan kebiasaan baik yang bermanfaat bagi kesehatan. Kebiasaan hidup sehat tidak boleh hilang setelah pandemi berakhir. Kesadaran kesehatan yang minim akan menjauhkan masyarakat dari kesejahteraan.

Eugenia Rachel Wiyarta, mahasiswi Ilmu Hukum 2019

Penulis

Related posts

*

*

Top
Atur Size