Masih Belum Ada Kebijakan Biaya Kuliah Mahasiswa Unpar

STOPPRESS, MP – 30 April 2020 lalu, akun instagram @pm_unpar mempublikasi mengenai surat permohonan dari Senat Mahasiswa (SM) mengenai penurunan harga SKS (Satuan Kredit Semester) untuk Semester Pendek (SP) tahun 2019/2020. Surat permohonan tersebut ditanggapi dengan adanya Peraturan Pengurus Yayasan Universitas Katolik Parahyangan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pengurus Yayasan Universitas Katolik Parahyangan Nomor 7 Tahun 2018 tentang Tarif Uang Ujian Saringan Masuk dan Uang Studi Program Diploma dan Program Sarjana Universitas Katolik Parahyangan Tahun Akademik 2019/2020.

Perubahan tersebut menjadikan biaya SKS untuk SP tingkat S1 sebesar Rp330.000/SKS yang sebelumnya adalah sebesar Rp429.000/SKS. Untuk tingkat D3, penurunan biaya SKS menjadi Rp190.000/SKS dari Rp247.000/SKS.

Pengumuman tersebut disambut baik oleh mahasiswa. Salah satunya Rosa Meliana, mahasiswi Administrasi Publik 2018 yang turut mendaftar SP. Dia mengatakan bahwa menurunkan biaya SKS dikala pandemi ini memang diperlukan. “Melihat tidak semua mahasiswa memiliki keuangan yang cukup baik,” ujar Rosa. “Dengan pengurangan biaya SKS, ada kesempatan untuk menyelesaikan SKS lebih cepat,” lanjutnya. Namun, belum ada pengumuman resmi mengenai biaya semester regular untuk seluruh mahasiswa aktif Unpar.

Pada Minggu, 3 Mei 2020 yang lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpar mengadakan Forum Bersama (Forbes) Beraksi yang mana mahasiswa dapat menyampaikan pertanyaan dan pendapat kepada Pietre Gunawan, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA).

Dalam forum tersebut, dijelaskan bahwa bagi mahasiswa yang keuangan keluarga nya terdampak akibat COVID-19, dapat mengajukan permohonan berkas softcopy melalui e-mail WD3 fakultas masing-masing dengan batas hingga 25 Mei nanti dengan berkas persyaratan yang perlu dipenuhi seperti slip gaji dan berkas pendukung adanya “dampak langsung” dari COVID-19.

Mengenai kriteria “dampak langsung” dan kriteria mahasiswa yang layak untuk mendapatkan bantuan, reporter Media Parahyangan mencoba menghubungi Gery Raphael selaku Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Organisasi untuk dimintai keterangan. “Kriteria akan ditentukan kemudian,” jelas Gery.

Tidak jelas bagaimana pemilihan kriteria ataupun nasib mahasiswa yang terbentur syarat administrasi. Hingga berita ini diturunkan, Gery belum memberikan tanggapan dan jawaban lanjut mengenai hal tersebut.

Padahal, menurut riset yang dilakukan oleh BEM Unpar dan Media Parahyangan beberapa waktu yang lalu, akibat adanya wabah COVID-19, 75% (minimal) salah satu orang tua mahasiswa tidak bekerja, dan 30% nya mengalami penurunan pendapatan.

Mengenai hal tersebut, Gery menyebutkan bahwa Unpar telah merancang bantuan bagi semua mahasiswa aktif. Namun ketika ditanyai lanjut mengenai proses dan kapan aturan akan diumumkan, hingga berita ini diturunkan, Gery belum menjawab.

Muhammad Rizky | Brenda Cynthia | Novita

Penulis

Related posts

*

*

Top
Atur Size