Magang dan Skripsi Tertunda akibat Pandemi

magang skripsi corona

LIPUTAN, MP — Munculnya COVID19 pada awal Maret lalu mengubah berbagai macam kebiasaan dan aktivitas kita. Sejak pemerintah pusat dan daerah mulai memarakkan social distancing atau karantina dini,
banyak perusahaan, lembaga, dan institusi memulai sistem kerja di rumah dan belajar di rumah. Unpar salah satunya. Kebijakan ini tentu mempengaruhi segala kegiatan di kampus termasuk salah satunya akademik. Salah satunya adalah magang dan skripsi yang tertunda dan tidak adanya kejelasan dari pihak kampus terkait hal ini.

KKL dan Skripsi Tertunda, Belum ada Kabar

Keadaan pandemi saat ini menyulitkan beberapa mahasiswa yang sedang
melakukan penelitian untuk skripsi. Selain itu, magang dan KKL juga ikut
berimbas karena masa social distancing ini. Beberapa dari mereka mengaku belum mendapatkan keterangan lebih lanjut dari pihak fakultas maupun kampus mengenai kegiatan-kegiatan tersebut.

Abiyoso Hartono, salah satunya. Saat diwawancarai oleh MP, mahasiswa
Manajemen 2016 itu mengaku proses penelitian skripsi terhambat akibat subjek penelitiannya ditutup karena Covid-19. “Buat (Fakultas) Ekonomi sendiri belum ada kabar apapun,” kata dia.  Abi mengatakan skripsi apapun yang membutuhkan data melalui pengamatan itu akan kena pengaruh. “Teman aku skripsinya tentang DCost, cuman gak ngaruh soalnya ambil datanya sudah dari dulu-dulu,” jelas Abi.

Unpar sendiri juga dinilai lamban saat menarik mahasiswa magang dibanding kampus lainnya. “WFH kan dianjurkan sejak 17 maret, nah seninnya anak magang (Universitas) Telkom udah ditarik dan gua disuruh berenti sama HRD Podomoro,” jelas Abi. “Unpar baru narik (mahasiswa)-nya tanggal 31 Maret,” lanjut dia.

Namun, Abi juga mengatakan bahwa pihak kampus mengubah format laporan magang. “Untungnya pihak kampus paham, mereka ngubah format laporan akhir dari laporan magang menjadi dampak coronavirus terhadap perusahaan yang dimagangkan.” lanjut dia.

Hal yang serupa juga dirasakan oleh salah satu mahasiswi Teknik Kimia angkatan 2016 yang sedang mengerjakan skripsi. Dia mengatakan penelitian sendiri diberi waktu dua semester. “Penelitian normalnya 1 semester, cuman kalau kita gagal atau ada kondisi yang gak memungkinkan itu Unpar kasih batas extend maksimal dua semester,” jelasnya.

Selain skripsi, mahasiswa FISIP yang sedang mengambil mata kuliah Kuliah
Kerja Lapangan (KKL) juga mengaku belum tau bagaimana kelanjutannya. “Sekarang aku masih kelas kayak biasa, dikasih materi sama tugas aja,” kata salah satu mahasiswi Administrasi Publik angkatan 2017.

Mahasiswi tersebut mengatakan prodi belum bisa memberikan keputusan karena masih dipertimbangkan sama fakultas. “Waktu itu ada perwakilan (teman) tapi baru sebatas nanya ke prodi,” jelasnya. “Jadi masih ngambang aja tentang KKL ini,” lanjut dia.

Namun, dia mengatakan bahwa dia dan teman-temannya membutuhkan penjelasan lebih lanjut terkait ini. “(Soalnya) kan ada pertimbangan yang mau ikut Semester Pendek (SP) jadi lebih enak rencanain banyak hal,” kata dia. “Kalau misalnya diundur juga kasian aku dan teman-teman yang udah planning lulus 3,5 tahun.” lanjutnya.  

Tanggapan Wakil Rektor Bidang Akademik Tri Basuki Joewono

Dalam surat edaran mengenai upaya pencegahan penyebaran virus yang dibuat oleh rektorat Unpar, tertulis bahwa seluruh kegiatan perkuliahan tatap muka langsung ditiadakan hingga akhir semester genap 2019/2020 ini. “Pembelajaran para mahasiswa sudah disiapkan untuk dialihkan ke pembelajaran daring (online),” kata Tri.

Tri mengatakan bahwa universitas telah mengatur melalui fakultas dan program studi agar pembelajaran dilakukan secara daring menggunakan berbagai platform yang ada. “Mulai dari IDE, Google Classroom, Google Meeting, Zoom, dan lain sebagainya,” Tri melengkapi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses pembimbingan skripsi dan seminar juga dilakukan secara daring. “Secara prinsip, proses harus berjalan dengan mengubah cara melakukannya, yaitu dari tatap muka dengan daring,” katanya.

Namun, kegiatan seperti praktikum, asistensi, dan studio yang tak dapat
dielakkan oleh beberapa mahasiswa prodi tertentu harus ditunda untuk sementara waktu. Pria yang mengawasi seluruh kegiatan akademik di Unpar ini menjelaskan bahwa perkuliahan seperti praktikum dan kegiatan lainnya akan disesuaikan, baik metode, materi, maupun cakupan. “Tentu saja masih ada kegiatan yang tidak mungkin dialihkan, maka pengunduran waktu adalah cara lainnya,” jawabnya.

Penundaan tersebut juga berlaku pada kegiatan seperti KKL, magang, dan lainnya hingga waktu yang memungkinkan. Ia mengatakan nantinya akan ada penyesuaian jadwal.

Lebih lebih, Tri menjelaskan bahwa wisuda terdekat yang awalnya sudah
dijadwalkan pada September depan kemungkinan akan digeser, karena situasi dan adanya keinginan untuk memanfaatkan selesainya gedung baru.

Sosialisasi mengenai proses perkuliahan dan pembimbingan telah dilakukan melalui berbagai cara, namun fokus informasi berada di prodi. Terkait hal ini, dijelaskan bahwa fakultas melakukan pengorganisasian secara teknis bersama dengan program studi.

Tentunya hal ini mengalami banyak kendala. Seperti masalah jaringan
internet, ketidakseragaman kemampuan dosen dalam menyelenggarakan pembelajaran online, juga kemampuan IDE yang diberikan oleh universitas yang belum sepenuhnya unggul. “Namun, ada juga pendapat yang menunjukkan bahwa situasi seperti ini membawa kemajuan ke dunia digital,” tambah Tri.

Dionny Nathan | Brenda Cynthia | Naufal Hanif | Novita

Penulis

Related posts

*

*

Top
Atur Size