Kongres FH: Menjangkau Alumni Di Tengah Pandemi

WAWANCARA, MP—Ketua organizing commitee kongres Fakultas Hukum 2021, Vinsensius Manuela (Hukum, 2010) dan sekretaris kongres, Jo (Hukum, 2012) menceritakan bagaimana pandemi menjadi kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan partisipasi alumni FH Unpar dalam acara yang digelar setiap 4 tahun tersebut. “Sebelumnya, kongres ini diadakan secara offline, jadi siapa yang bisa hadir di kongres, mereka yang memiliki hak suara,” ujar Jo. Tetapi karena kebutuhan untuk voting secara online, muncul kebutuhan untuk meningkatkan pengumpulan dan verifikasi data.

“Tantangan kami adalah memastikan bahwa para pemilih ini bisa kami verifikasi bedasarkan data dari kampus. Kemarin kami datang ke kampus buat minta data. […] Kami baru tahu rupanya Fakultas Hukum (di Unpar) sendiri datanya butuh di-update lagi,” Vinsensius menambahkan. Ini karena untuk melakukan proses verifikasi data, mereka memerlukan data pembanding yaitu data dari Fakultas Hukum. Panitia sendiri akhirnya mencari jalan lain dengan meminta data ke FORLAP DIKTI. Pada akhirnya, diputuskan bahwa siapapun yang perah berkuliah di Fakultas Hukum Unpar punya hak pilih, “Bisa menggunakan hak suaranya dan bisa diakomodasi selama proses pendaftaran,” tegasnya.

Mengenai calon ketua ilumni yang berkontestasi dalam kongres nanti, Vinsensius menyebutkan bahwa baru satu calon yang mendaftar secara formal, “Namanya doktor Samuel Hutabarat. Beliau angkatan 1993 dan kebetulan S2 (dan) S3 nya di Unpar, jadi dia pendidikannya linear di Unpar. Beliau saat ini aktif sebagai akademisi di dosen tetap Unika Atmajaya, namun juga sebagai praktisi di bidang hukum, sebagai pengacara dan terakhir bisa berkontestasi di pemilihan legislatif 2019 kemarin. Jadi pengalamannya cukup komplit mulai dari akademisi, praktisi, maupun kompetisi.”

Sementara itu, ada calon kedua yang sudah mendeklarasikan ingin berpartisipasi tetapi belum mendaftar secara formal. “Ibu Wenda Aluwi. Beliau adalah alumni angkatan 1994, saat ini berprofesi sebagai pengacara dan yang bersangkutan adalah ketua DPC HAMI Bandung.” Walaupun belum mendaftar secara formal, Vinsensius berujar bahwa panitia bersyukur karena sudah ada dua calon ini, “Keduanya sangat menjaga kondusivitas selama masa kampanye. Dalam beberapa grup WA maupun grup facebook, nada kontestasi tersebut sangat hangat dan penuh rasa persaudaraan, karena mereka sudah berkomitmen siapapun yang menang, mereka akan saling mendukung. […] Akan mereka sama sama menganjurkan kepada para pendukung untuk menjunjung tinggi rasa persaudaraan.”

Setelah rangkaian kongres berakhir, kedua panitia berharap bahwa pendataan yang sudah dilakukan tidak hanya dipakai untuk keperluan kongres saja. “Harapan kami selain untuk kebutuhaan pelaksanaan kongres saat ini, siapapun nanti yang akan menang itu memanfaatkan pendataan alumni yang telah kami lakukan, […] sehingga alumni kita dapat dirangkul, dan kita sudah tidak terbatas oleh jarak dan teknologi (karena) data itu,” tutup Jo.

Reporter: Meliani Susanto, Nathanael Angga, dan Hanna Fernandus

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *