Hak Jawab BEM Unpar 2021 atas Berita Media Parahyangan

MP-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpar menyatakan keberatan atas pemberitaan Media Parahyangan berjudul “Kepala BKA Menyatakan Tidak Ada Rencana Diskusi Publik dengan BEM.” Berikut isi hak jawab dari BEM Unpar 2021.


Hak Jawab Badan Eksekutif Mahasiswa Unpar 2021 terkait Pemberitaan Diskusi Publik

Terkait dengan berita Media Parahyangan berjudul ‘Kepala BKA Menyatakan Tidak Ada Rencana Diskusi Publik dengan Bem’, berikut hak jawab dari Badan Eksekutif Mahasiswa
Unpar 2021.

Kami ingin menyatakan bahwa pihak Biro Kemahasiswaan dan Akademik, bertentangan dengan apa yang ditulis di dalam artikel tersebut, sepenuhnya memahami sifat dari diskusi publik yang telah dilaksanakan pada Kamis, 15 April.

Biro Kesekretariatan BEM telah mengajukan permohonan diskusi kepada Rektor, WR I, dan WR II, secara eksplisit untuk diskusi publik, yang rencananya akan diadakan pada tanggal 26 Maret silam.

Surat tersebut sudah dimasukkan melalui Forum 21 pada tanggal 15 Maret setelah berkonsultasi dengan BKA. Surat ini melalui revisi sebanyak tiga kali, dua kali di tanggal 19 dan sekali di tanggal 25. Revisi ini didasarkan pada kebijakan WR 3 bahwa untuk keperluan diskusi publik, undangan yang sudah dimasukkan diubah menjadi permohonan audiensi dengan Rektor, WR 2, dan WR 3. Sekretariat telah merevisi tanggal dan waktu diskusi sesuai dengan saran dari BKA. Lalu, biro melanjutkan ke rektorat dengan latar belakang menghormati kewenangan rektor untuk mengikutsertakan atau mendelegasikan undangan tersebut.

Diskusi publik akhirnya tidak terjadi pada tanggal 26 Maret, dan tidak ada kabar lanjut selama beberapa minggu. BKA menyatakan bahwa belum ada jadwal yang keluar dari kantor rektorat. Di sisi lain, Sekretariat telah menghubungi langsung Bapak Mangadar untuk menghadiri diskusi publik/audiensi ini, dan meminta BEM untuk berkoordinasi dengan BKA.

Pada akhirnya, BKA pada hari selasa (13/04) menentukan bahwa diskusi akan dilakukan pada hari kamis (15/04). Esok harinya (14/04), pada siang hari, Ferdinandus Bryan dihubungi oleh Bapak Saptono dari BKA menanyakan ulang sifat diskusi ini, dan apakah keseluruhan Persatuan Mahasiswa Unpar akan datang. Bryan lantas menjawab PM Unpar akan diundang segera dan kehadiran mereka diharapkan. Pernyataan ini diafirmasi dan tidak dipermasalahkan oleh BKA.

Sampai di titik ini, sudah jelas bahwa dari awal sampai akhir BEM mengajukan diskusi yang akan dihadiri oleh seluruh mahasiswa Unpar, juga dengan pengetahuan BKA. Di dalam surat permohonan diskusi publik/audiensi sekalipun, tidak ada sama sekali larangan bagi mahasiswa Unpar secara luas untuk bergabung.

Tidak berselang lama kemudian, tiba tiba muncul keputusan dari Bapak Gunawan selaku Ketua BKA bahwa diskusi yang diselenggarakan hari ini bersifat tertutup antara BEM dan Rektorat. Kami menegosiasikan hal ini secara ekstensif, dan memutuskan untuk tetap menyebarluaskan pranala dan kata sandi pertemuan kepada siapapun yang ingin mengikuti pertemuan, termasuk menyebarluaskannya di kanal resmi media sosial BEM UNPAR Oleh karena itu, mahasiswa UNPAR yang ingin bergabung tetap dapat mampu bergabung, meskipun banyak diantaranya yang terhalang kelas akibat penentuan jadwal diskusi dari BKA.

Sayangnya, pada malam (14/04) hari, Media Parahyangan memuat berita yang sekadar menaikkan pernyataan dari Ketua BKA tanpa latar belakang yang mumpuni dan framing yang mendistorsi kejadian sebenarnya. Kami menyayangkan kurangnya komunikasi antara pihak Media Parahyangan dengan pihak BEM, baik itu Biro Kesekretariatan, inti, maupun pihak-pihak lain yang mengetahui masalah ini. Kami juga menyayangkan pemberitaan ini yang telah menghasilkan beberapa kebingungan di kalangan mahasiswa yang menurut kami tidak perlu terjadi, sebagaimana hak jawab ini tidak perlu terjadi, jika pihak MP sebelumnya berkomunikasi dengan sekian banyak pihak BEM yang bisa dihubungi.

Di sisi lain, diskusi telah berlangsung dengan lancar. Diskusi-diskusi publik lainnya akan terus dilakukan dengan pihak kampus untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan mahasiswa UNPAR, tentunya tanpa permasalahan teknis yang terjadi dalam kejadian ini.

Demikian hak jawab BEM ini kami sampaikan. Kami selalu terbuka, dan mengupayakan, untuk adanya koordinasi, komunikasi, kritik serta saran terkait dengan kegiatan apapun yang kami lakukan. Kami juga menekankan bahwa kesalahan teknis dan miskomunikasi ini ada baiknya tidak menggeser perhatian kita semua dari permasalahan utama, yaitu keluhan tentang kuliah daring dan bantuan keuangan yang diberikan oleh UNPAR.

15 Maret 2021
Badan Eksekutif Mahasiswa


Catatan Redaksi: Surat Hak Jawab BEM dikirimkan pada Kamis, 15 April 2021, pk. 19:36.

Editor: Hanna Fernandus, Debora Angela, dan Agnes Zefanya

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *