Handy Widjaya: Auditorium PPAG Harus Profesional Agar Bisa Disewakan Ke Pihak Luar Unpar

LIPUTAN KAMPUS, MP–Handy Widjaya, konsultan akustik-audio visual sekaligus stage lighting auditorium PPAG (atau auditorium PPAG 2), menyebutkan bahwa salah satu kriteria pembangunan auditorium Unpar adalah profesional. “(Agar) nanti disewa oleh pihak luar,” ujarnya saat diwawancara pada Minggu, 7 Maret silam. Ini mengacu pada salah satu misi pengembangunan PPAG yang disebutkan oleh panitia pembangunan, yaitu untuk mengembangkan kebudayaan lokal, khususnya kota Bandung. Dari spesifikasi yang dibuat untuk auditorium, Handy berpendapat bahwa hanya tiga jenis penampilan yang bisa menggunakan fungsi auditorium dengan paling optimal: paduan suara, orkestra, dan alat musik tradisional. Ia pun menambahkan bahwa tidak semua alat musik tradisional bisa optimal di auditorium, “Hanya yang temponya slow-medium.”

Anggaran untuk auditorium sendiri disinyalir oleh Handy tidak sampai 7 persen dari total biaya pembangunan untuk keseluruhan gedung PPAG baru, walau ia tidak tahu angka spesifik total anggaran pembangunannya. Ia sendiri heran mengenai minimnya informasi yang didapat oleh mahasiswa Unpar mengenai pembangunan gedung baru di Unpar sendiri. “Saya kira semuanya sudah pada tahu.” Ia secara pribadi merasa bahwa sebelum auditorium Unpar rampung, euforia justru muncul di kalangan alumni Unpar, “Mungkin awal-awal (penggunaannya) akan diprioritaskan untuk alumni.”

Mengenai pengelolaan auditorium ini, pihak yayasan dikabarkan akan membentuk badan khusus untuk mengelola gedung karena bisa dipakai oleh pihak dalam maupun luar Unpar. “Misalkan nanti dipakai untuk pengangkatan guru besar, kemudian untuk misa Katolik, dan juga untuk disewa-sewakan,” ujar Handy. Desain auditorium sendiri sudah dipastikan low maintenance, sehingga, ia berujar, pihak Unpar harusnya bisa memelihara auditorium dengan baik. “Karpet tinggal di-vaccuum, lantai panggung (stage) terbuat dari parket, tinggal dipel. Ruangannya double door (dua lapis), selama pintunya nggak dibuka dua-duanya, debu masuk minim.”

Di luar auditorium PPAG, aula serbaguna di bawah auditorium akan difungsikan sebagai tempat untuk wisuda. Handy mengatakan bahwa ia mendapatkan informasi ini dari panitia pembangunan, “Kapasitasnya sampai tiga ribu.” Angka ini jauh lebih besar dari kapasitas auditorium yaitu 946 orang (belum meliputi tambahan lainnya). Belum diketahui secara pasti apakah aula serbaguna juga akan disewakan seperti auditorium, tetapi wisuda menjadi fungsi yang dominan disebutkan.

Sebelumnya, pembangunan gedung PPAG 2 beserta auditoriumnya mendekati rampung. Belum ada informasi mengenai teknis pembagian tower gedung dan peruntukkannya untuk fakultas atau kejelasan lainnya terkait penggunaan gedung. Selain itu, Pihak yayasan sendiri sampai sekarang tidak merespon permintaan wawancara dari MP.

Penulis: Hanna Fernandus
Editor: Debora Angela

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *