Let’s Cherish, PSM UNPAR Tekankan Esensi Hiburan dalam Konser Internal Ke-22

STOPPRESS MP, UNPAR-Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katholik Parahyangan  (PSM UNPAR) menggelar konser internal ke-22 di gedung Pascasarjana Unpar pada Minggu pekan lalu (7/5).  Konser yang mengangkat tema ‘Love’ ini menekankan pada tema hiburan kepada penonton sehingga lagu-lagu yang dipilih merupakan yang sudah familiar ditelinga penonton yang hadir.

“Konser internal ini diadakan dengan tujuan untuk menghibur dan diisi dengan lagu pop dan jazz yang sudah tidak asing bagi penonton,” ucap Hana Valentine Sihite (HI 2015) Selaku ketua panitia konser internal ke-22 ini.

Hana juga mengatakan tahun lalu PSM sedang fokus ke kompetisi di Hungaria, sehingga konser internal tahun lalu diisi dengan lagu-lagu kontemporer yang memang kriteria lagu untuk kompetisi.

Tema konser internal tahun ini adalah “Love” dan diisi dengan lagu-lagu cinta. Mengenai kalimat ‘Let’s Cherish’ yang sering ditemui di pamflet dan panggung konser, Hana mengatakan hal ini berhubungan dengan cinta ke pasangan dan mengenang tiap momen yang dilalui.

Konser internal ini berisi 80 chorister yang 40 masing-masing berasal dari anggota baru dan anggota lama PSM.  Alfonsus Albert, Rangga Dharmadi, Christo Mario, dan Stanislaus Patrik berperan sebagai konduktor dalam konser yang terbagi menjadi dua sesi ini.

Sesi pertama bertajuk “Celebrating 450 Years Claudio Monteverdi Love Madrigals” dimulai pada tepat pukul 19.30 WIB dan berakhir tiga puluh menit kemudian. Lampu ruangan padam kecuali di panggung dan para chorister memasuki ruangan diikuti dengan sorakan penonton yang kemudian berhenti ketika chorister tersebut sudah berada di panggung.

Chorister yang kompak menggunakan pakaian dengan nuansa biru tersebut memulai konser internal dengan lagu “Sfogava Con Le Stelle” dan dengan formasi berbentuk huruf U. Pada lagu selanjutnya Chorister pria meninggalkan panggung sehingga menyisakan Chorister perempuan. Instrumen seperti biola dan piano mulai membuka beberapa lagu di sesi pertama. Di penghujung sesi ini, Chorister pria yang sebelumnya meninggalkan panggung kembali bergabung dengan perempuan untuk menyanyikan lagu terakhir dalam sesi ini.

Sesuai dengan judulnya, “Celebrating 450 Years Claudio Monteverdi Love Madrigals”, sesi satu ini ditujukan untuk merayakan ulang tahun ke 450 Claudio Monteverdi, komponser Italia diakhir masa Renaissance.

“Sesi satu ini adalah lagu cinta Claudio Monteverdi sekaligus untuk merayakan ulang tahunnya ke-450,” dikatakan Hana ketika menjelaskan pemilihan lagu untuk sesi satu.

Di sesi kedua yang dimulai sekitar 30 menit setelah sesi pertama berakhir. Sesi kedua ini berisi lagu-lagu kontemporer dan lagu musikal Shakespeare. Pada sesi Hana mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah untuk mengapresasi karya-karya kontemporer.

Sesi kedua ini terbagi menjadi dua, “Songs and Sonnets From Shakespeare George Shearing” berisi lima lagu dari musikal Shakespeare dan bagian kedua bertajuk “A Little Love Story” berisi lagu-lagu pop dan jazz.

Pada sesi ini Chorister tidak sekaku pada sesi pertama, dimana sudah mulai koreografi ringan di bagian pertama hingga makin kompleks di bagian kedua.

Bagian kedua ini dimulai dengan lagu karya Queen berjudul Somebody to Love. Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya, terdapat dua chorister yang berduet dalam lagu ini dan diiringi oleh beberapa pasangan yang berdansa dibelakangnya. Beberapa Chorister yang juga anggota baru PSM diberikan kesempatan untuk memainkan instrumen dalam lagu ini dan lagu-lagu selanjutnya yaitu Love is a Many Splendored Thing, Thing of Me, Can You Feel the Love Tonight.

Sesi kedua ini diakhiri dengan lagu karya Bruno Mars yang tentunya sudah sangat familiar ditelinga penonton, yaitu “Marry You”. Pada lagu ini koreografi antara Chorister sudah semakin rumit. Lagu ini merupakan puncak dari kemeriahan penonton, dimana tepuk tangan semakin meriah bahkan mulai ikut bernyanyi bersama chorister.

Setelah Marry You berakhir, disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari penonton hingga standing ovation. Keempat konduktor naik keatas panggung dan menyanyikan satu lagu lagi yaitu “This is The Moment” dari musikal “Jeykell and Hyde”.

Konser yang telah dipersiapkan sejak bulan Februari lalu dinilai telah sukses jika esensinya memang untuk menghibur penonton, dinilai dari lagu pun sangat tepat untuk menyisipkan lagu-lagu populer sehingga dapat menghilangkan stigma masyarakat bahwa PSM hanya menyanyikan lagu-lagu berat seperti lagu kontemporer.

Konser internal sendiri  merupakan acara penting yang diadakan oleh PSM, karena konser ini menunjukan adanya regenerasi dan keberlanjutan PSM UNPAR.

Setelah konser internal, PSM Unpar akan menggelar konser “Parahyangan Heritage” yang diadakan di tiga kota yaitu Bandung, Jakarta dan Surabaya antara bulan Agustus hingga September.

MIFTAHUL CHOIR

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *