PSM UNPAR Ukir Prestasi Di Tanah Eropa

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UNPAR kembali mengukir prestasi. Kali ini mereka berhasil meraih prestasi di tanah eropa dengan juara pertama di Llangolen International Musical Eisteddfod di Llangolen, Wales.

Kategori yang PSM UNPAR juarai adalah kategori folklore, yaitu paduan suara yang menyanyikan lagu-lagu tradisional mereka. PSM UNPAR mengalahkan Camerata Seattle Children’s Chorus dari AS, yang menempati posisi ke-2 dan Canterbury College Cantabile Choir dari Australia yang menjadi juara ke-3.

“Sebenarnya kategorinya ada sekitar 20 kategori dengan 5 kategori utama. Namun kami hanya mengambil 2 kategori yaitu Folksong dan Mix Choir,” ujar Hansen Gultom (2007), wakil ketua PSM UNPAR. “Pada kategori Mix Choir (lagu-lagu biasa), kami mendapatkan juara ke-2. Secara tim keseluruhan, kami mendapatkan 2 predikat yaitu Best Program dan Professional Choir,” tambah Hansen.

Pemilihan lagu Tak Tong Tong dari Sumatera Barat, dan Yamko Rambe Yamko asal Papua menjadi kunci kesuksesan mereka dalam merebut gelar jawara pada kategori folklore. Penampilan paduan suara mereka turut digabungkan dengan tarian tradisional khas daerah asal lagu tersebut tidak ketinggalan dengan kostum tradisional yang dipakai pada pagelaran yang diselenggarakan di Dee Valley, sebuah desa kecil di pedalaman Wales.

PSM UNPAR bersaing dengan 40 negara yang mengirimkan kontingen paduan suara terbaiknya untuk menjadi juara di masing-masing kategori yang diikutinya, UNPAR menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang berkompetisi dalam ajang tersebut. PSM UNPAR pun mendapatkan uang sebesar £ 1.100 atas hasil latihan keras mereka di 2 kategori tersebut. Llangolen International Musical Eisetddfod sendiri adalah salah satu festival musik terbesar di dunia yang tahun ini diselenggarakan pada 5-11 Juli 2010.

Diluar kompetisi yang diikuti oleh PSM, beberapa anggota mereka mengikuti kompetisi individual sebelum kompetisi dibuka pada 11 Juli. Ardelia Patmasawitri mengikuti lomba solo vocal dibawah umur 20 tahun, pada hari pertama (5 Juli). Sedangkan Daniel Alexander mengikuti kompetisi Piano. Bahkan, yang sudah masih menjadi alumni pun ada yang turut serta, “Ada 2 alumni, Satria dan Daniel juga ikut untuk berkompetisi dalam perlombaan vocal solo dewasa,” lanjut Hansen.

PSM UNPAR juga mendapat kehormatan untuk tampil mempromosikan Indonesia di dua tempat di Inggris yaitu di Horniman Museum yang diselenggarakan oleh KBRI pada 13 Juli 2010, dan di Convey Hall dalam rangka pengumpulan dana untuk konservasi Orang Utan, yang diselenggarakan KBRI dan Orang Utan Foundation. Pagelaran tersebut disaksikan kurang lebih 200 orang.

“Pada pagelaran di Convey Hall perwakilan dari KBRI mengatakan, amat sayang apabila PSM UNPAR yang sebaik ini hanya tampil di venue yang berisi 200 orang. Mereka mengatakan akan mengusahakan PSM UNPAR agar bisa tampil di Royal Opera House di London,” tutup Hansen. (DN)

Share

One thought on “PSM UNPAR Ukir Prestasi Di Tanah Eropa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *