Kurang dari Seminggu sebelum PUPM 2020 dan Bagaimana Anda Bisa Memilih

Kurang dari Seminggu sebelum PUPM 2020 dan Bagaimana Anda Bisa Memilih

Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM) tahun 2020 akan diadakan pada tanggal 8 dan 9 Desember. Sementara itu, kegiatan mahasiswa diwajibkan bersifat daring dan menyesuaikan dengan situasi, tidak terkecuali PUPM sendiri.

Ketua KPU PUPM, Rama Fauzi Setiawan, menyebutkan adanya kerja sama dengan BKA untuk membuat website tersendiri. “Kemarin kita ada (pilihan) rencana mau menggunakan ElectionRunner.com, Heliosvoting.org, atau develop website sendiri,” jelas Rama. Berbeda dengan PUPM sebelumnya yang hanya bisa diakses secara lokal, pembuatan website menggunakan sistem terbaru sehingga bisa diakses secara global. Menurut Rama, website ini bisa digunakan untuk pelaksanaan PUPM kedepannya.

Pada saat wawancara (25/11) website disebutkan sudah rampung dan sedang dalam proses uji coba serta stress testing atau uji coba server. Server yang dimaksud adalah server dari kampus, “BKA akan menyediakan server yang dapat menampung hingga ribuan orang dalam sekali waktu.” Antisipasi lain untuk masalah akses saat peak time adalah mengubah durasi pemilihan menjadi dua hari berturut-turut. “Tidak ada pemberhentian sistem di sore hari seperti PUPM sebelumnya,” jelas Rama. Dengan ketiadaan pembatasan ini, seharusnya mahasiswa bisa menyalurkan suaranya bahkan saat tengah malam.

Terkait isu verifikasi suara, Rama menjelaskan bahwa sistem verifikasi sudah dirancang otomatis dalam sistem. “Pemilih harus login menggunakan akun email Unpar, (lalu) mendapat kode OTP yang di-input di website pemilihan nanti,” verifikasi tambahan terkait suara pemilih saat voting berupa confirmation dialog. Ini ditujukan untuk menkonfirmasi keyakinan pemilih dengan suara tersebut. Database pemilu sendiri dipegang oleh BKA atau pihak kampus dengan tujuan membatasi akses mahasiswa. “Siapapun mahasiswa Unpar tidak akan bisa mengakses database tersebut,” ujar Rama. Ia juga menyebutkan bahwa hasil perolehan suara juga diumumkan secara langsung.

Rama sendiri, di liputan sebelumnya, menargetkan 45% dari seluruh mahasiswa aktif Unpar mengikuti pemilu ini, setelah sebelumnya hanya sekitar 40-42% saja. Ia menanggalkan harapan ini dengan proses pemilu yang berjalan secara daring.

KPU sendiri menargetkan peserta PUPM tahun ini melampaui pemilu-pemilu sebelumnya, yaitu hingga 45% dari keseluruhan mahasiswa aktif Unpar. “Sebelumnya 40-42%” ujar Rama. Ia berharap dengan pemungutan suara yang dilakukan di mana saja, mahasiswa menjadi lebih antusias. “(Pemilih) hanya memerlukan koneksi internet.” terangnya.

Sebelumnya, PUPM Unpar dilaksanakan secara langsung dan diikuti oleh mahasiswa S1 dan D3. Dalam PUPM kali ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memilih ketua dan wakil ketua BEM, ketua Himpunan, anggotan Senat Mahasiswa, dan anggota Badan Pemeriksa.

PUPM tahun ini sendiri, seperti tahun-tahun sebelumnya, diwarnai oleh minimnya antusiasme yang tercermin dari fenomena calon tunggal di kalangan calon ketua bem, himpunan, maupun senat. Dibandingkan tahun sebelumnya, persentase calon tunggal tahun ini meningkat secara cukup signifikan.

Penulis

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Atur Size