Korgala Turun Memberikan Bantuan Kepada Korban Banjir di Kabupaten Bandung

Penyerahan bantuan secara simbolis kepada ketua RT setempat. dok/MP

STOPPRESS, MP – Sabtu (01/02) lalu, UKM Korps Tenaga Sukarela (Korgala) bersama dengan Mahitala dan Ikatan Alumni (IKA) Unpar mengadakan kegiatan pemberian bantuan kepada korban banjir di SDN Jati 1 dan RW 05 Kecamatan Andir, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Dana yang digunakan dalam penyaluran bantuan ini didapatkan dari pengumpulan dana yang dilakukan Korgala pada akhir tahun lalu. Lokasi ini dipilih karena sebelumnya warga sekitar hampir tidak pernah tersentuh oleh bantuan dari luar.

Pembagian bantuan dilakukan di dua titik lokasi. Pertama di SDN Jati 1 Baleendah, tim membagikan bantuan kepada 15 orang pengungsi yang tinggal sementara di sekolah dasar itu, dan titik kedua berlokasi di pemukiman warga di RW 05, Andir, Kab. Bandung. Di titik kedua yang beberapa waktu lalu air sempat menggenang sedalam 50 cm, tim membagikan 35 paket bantuan.

Bantuan yang diberikan kepada korban banjir berupa 50 paket peralatan mandi, handuk, biskuit, popok bayi, dan air mineral botol ukuran 1500ml.

Sebelum turun ke lokasi banjir, tim bantuan berkumpul terlebih dahulu di posko yang berlokasi di Jalan Sriwijaya No. 98. Di posko ini tim melakukan briefieng kegiatan dan pengumpulan barang yang nantinya akan dibagikan. Kemudian, barang yang telah berhasil dikumpulkan dibawa menggunakan mobil bak terbuka ke lokasi pengungsian.

Ada beberapa warga yang enggan ikut mengungsi bersama yang lainnya. Warga RW 05 Andir misalnya, yang memilih untuk berdiam di rumah menunggu air surut. Karena banjir memang langganan setiap tahunnya, warga sekitar mengantisipasi kerugian banjir dengan sedikit memodifikasi interior rumahnya seperti halnya membuat batasan yang cukup tinggi di pintu masuk rumah dan meninggikan ranjang tempat tidur mereka.

Alasan lainnya juga warga RW 05 menganggap kedalaman air tidak terlalu tinggi serta keterbatasan area pengungsian yang dimudah dijangkau dari rumah. Area pengungsian pun juga sudah terlalu ramai oleh warga lainnya. Selain itu, ada beberapa anggota keluarga mereka yang sedang sakit sehingga tidak memungkinkan anggota keluarga lainnya untuk pergi mengungsi. Mayoritas warga yang sakit adalah balita dan lansia.

Salah satu warga setempat, Saripudin mengaku dirinya cukup kerepotan dengan banjir tahunan ini. “Awalnya dari 2005, (setelahnya) tiap tahun pasti banjir. Sudah dibersihkan, datang lagi. Nanti dibersihkan, terus datang lagi (lumpurnya),” ujarnya. Masalah lumpur memang menjadi salah satu masalah besar bagi warga setempat. Selain susah dibersihkan, noda lumpur yang melekat di tembok rumah juga sulit untuk dihilangkan.

Saripudin juga mengaku sangat berterima kasih dan sangat mengapresiasi adanya bantuan ini. “Ya terima kasih, sudah datang dan memberi bantuan” ujarnya.

Menurut Uun, Ketua RT setempat, wilayahnya hampir tidak pernah tersentuh bantuan dari pihak manapun. Dirinya mengaku sangat mengapresiasi adanya bantuan dari Korgala, Mahitala, dan IKA Unpar ini.

Muhammad Rizky || Novita

Related posts

*

*

Top