#DiRumahLagi

Submisi artikel oleh: Nathanael Angga, Sammy Geraldi, dan Leala Dwimayantya.

Di awal tahun yang penuh dengan harapan ini, merujuk dari laporan pers harian Juru Bicara Pemerintah Republik Indonesia untuk Covid-19 per tanggal 06 Desember 2021, terdapat 780 ribu kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan pasien sembuh sebanyak 646 ribu. Masih terdapat juga pasien-pasien yang menjalani masa perawatan, dimana per 27 Desember hari ini terdapat pasien dalam perawatan sejumlah 134 ribu orang.

Berkaca dari data yang pasien terkonfirmasi positif yang kian hari kian meningkat dan tak kunjung mereda. Nampaknya kita harus kembali berdiam diri #DiRumahLagi agar proses vaksinasi diharapkan lebih efektif. Kita mungkin sering lupa atau menyepelekan karena pembatasan seperti PSBB atau lockdown sudah dicabut, padahal bukan berarti pandemi corona bukan lagi ancaman. Meskipun vaksin Covid-19 telah ditemukan, namun hal tersebut rasanya belum membuat kasus Covid-19 turun. 

Pemerintah Indonesia belum berhasil menangani dan membatasi pandemi Covid-19. Sebelumnya, Jokowi telah mengupayakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk seluruh daerah. Tetapi, kenaikan jumlah kasus dan kematian secara global, nasional, bahkan lingkungan terdekat tetap ada. Akibatnya, hari demi hari masyarakat mulai berpikir bahwa upaya tersebut tidak berhasil dan merasa sia-sia. Lumrah. Nampaknya hal tersebut masih kurang efektif untuk menekan naiknya kasus Covid-19. Belum lagi, lambatnya aksi dan reaksi serta kebijakan-kebijakan yang mengedepankan kepentingan ekonomi dapat membahayakan dan mencelakakan jutaan rakyat Indonesia pada masa pandemi ini.

Hal ini merangsang penulis sebagai warga negara untuk melakukan tindakan yang mengutamakan keselamatan bersama untuk mencegah dan melawan COVID-19 ini. Oleh karena itu, gerakan #DiRumahLagi ini mengajak kita sebagai masyarakat atau warga negara agar kembali mengkarantinakan diri di dalam rumah sebisa mungkin. Tidak bepergian apabila tidak perlu atau mendesak. 

#DiRumahLagi dalam rangka menekan angka Covid-19 bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa dan dirugikan sepenuhnya. Pandemi COVID-19 tentu saja telah berdampak merugikan terhadap banyak pihak, terutama warga negara global di seluruh belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Salah satu dampak dari pandemi ini sendiri adalah banyaknya aktivitas-aktivitas seperti belajar dan bekerja yang harus dilakukan dari rumah. Hal ini memaksa kita untuk terbiasa beraktivitas dengan lingkungan rumah dan juga menghabiskan waktu bebas kita di rumah.

Dalam masa pandemi ini, ada banyak kesibukan positif dan membangun, ada banyak rutinitas yang sehat, dan masih ada banyak metode-metode alternatif dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang telah dihambat oleh pandemi COVID-19 ini. Alternatif-alternatif dan rutinitas-rutinitas tersebut bisa menguntungkan kita dalam banyak hal seperti menjaga kesehatan, membangun relasi yang lebih dekat dengan anggota keluarga, dan meningkatkan kesadaran digital kita.

1. Menjaga kesehatan tubuh.

Pertama-tama, untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental, kita masih bisa melakukan hal yang menjaga ataupun meningkatkan kesehatan tersebut di dalam rumah. Untuk menjaga kesehatan tubuh, kita bisa mulai berolahraga sederhana di rumah pada waktu kosong ataupun berjalan kaki di luar rumah selagi masih mempraktikkan protokol-protokol kesehatan. Merujuk dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berolahraga sederhana dalam bentuk berjalan kaki pelan pun disarankan sebagai bentuk olahraga yang aman bagi seluruh golongan usia.

Tidak hanya kesehatan tubuh, kesehatan mental pun perlu dijaga dalam masa pandemi ini. Masa pandemi COVID-19 tentu saja memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan mental kita, dimana banyak dari kita yang mengalami stress akan kebiasaan baru, kekhawatiran akan masa depan yang suram akibat pandemi, dan masih banyak hal lainnya. Kita bisa mulai meningkatkan kesehatan mental kita dengan meditasi, melakukan hal yang kita sukai, dan mungkin bersosialisasi dengan teman ataupun keluarga sambil menjalankan protokol kesehatan.

2. Menjaga relasi dengan teman ataupun keluarga.

Hal selanjutnya yang dapat dilakukan untuk mengisi kesibukan adalah dengan tetap berhubungan dengan orang terdekat atau terkasih melalui dunia digital. Untuk menjaga relasi tersebut, kita dapat saling menyapa atau berbagi kasih positif melalui sosial media, pesan singkat, telepon, video call/conference. Bercerita mengenai keluh kesah dan kecemasan akan pandemi, mungkin dapat menjadi suatu topik yang menarik untuk dibagikan. Dengan hadirnya teknologi, kegiatan yang biasanya dibatasi oleh jarak dan waktu dapat teratasi dengan mudah. Kemajuan media digital sangat pesat, penyebaran informasi juga bisa dilakukan dengan mudah dan secara singkat. Kita harus memanfaatkan hal tersebut, terutama pada masa pandemi ini. Terlebih, pandemi yang tidak diinginkan ini menyebabkan cara manusia berinteraksi berubah. Hal-hal yang biasanya kita lakukan secara konvensional untuk berkomunikasi, sekarang harus terpaksa dilakukan secara searah melalui teknologi. Tidak bisa dipungkiri.

3. Meningkatkan kesadaran digital.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah dengan cara meningkatkan kesadaran digital kita. Pandemi yang sangat menyebalkan ini membuat pergerakan manusia menjadi terbatas karena adanya social distancing, menjadikan teknologi informasi memainkan peran yang sangat penting, dan solusi untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Untungnya, Kebutuhan dan kewajiban yang biasanya harus kita penuhi seperti: berbelanja pakaian, membeli makanan, bekerja di kantor, belajar ke kampus, bahkan agama atau beribadah, dan lain lain, sekarang dapat ditunjang dengan kemajuan teknologi dan digital. Dalam bidang perekonomian, diantaranya adalah dengan memanfaatkan toko online maupun aplikasi delivery untuk memenuhi kebutuhan tersebut, selanjutnya dalam bidang keagamaan maupun pendidikan dapat dilakukan melalui media komunikasi video conference.

Penerapan teknologi informasi dapat memberikan efisiensi waktu dan biaya serta tenaga, tanpa disadari bahwa kehidupan manusia saat ini sudah bergantung pada teknologi informasi tersebut. Keharusan yang memang candu ketika kita dihadapi oleh situasi pandemi ini.  Semakin Anda peduli dengan pentingnya #DiRumahLagi, semakin banyak juga orang-orang yang menyayangi Anda akan mendengarkan dan memperhatikan hal penting ini. Semakin banyak orang yang bisa tinggal di rumah sampai risiko tertular COVID-19 selesai, semakin banyak orang yang Anda cintai terlindungi.

Disclaimer : Informasi yang diberikan di atas direkomendasikan untuk orang yang ingin mengikuti pedoman longgar. Konten di halaman ini bukan merupakan nasihat medis. Tidak ada jaminan atau bukti ilmiah bahwa mengikuti pedoman ini akan mengarah pada penurunan kasus baru atau penghentian pandemi COVID-19. Juga tidak dapat dijamin bahwa mengikuti pedoman di atas akan mengurangi risiko infeksi Covid-19. Semua informasi yang terkandung di dalam tulisan ini disediakan dengan itikad baik penulis untuk memberikan informasi faktual. Semoga bermanfaat. 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *