[Kolom Feminisme] Women in Tech

Woman & computer. Dok/ Pinterest/ Jenn Schiffer

Seiring berjalannya era globalisasi, teknologi pun seakan menjadi sebuah kebutuhan di masa kini. Berbagai kalangan masyarakat seolah sudah paham betul bagaimana caranya untuk menggunakan teknologi sebagai sarana pendukung kehidupan modern. Baik laki-laki maupun perempuan telah menggunakan teknologi sebagai media kehidupan yang esensial.

Namun, tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dewasa ini teknologi pun telah dimanipulasi sedemikian rupa untuk bisa menghasilkan keuntungan melalui techbiz atau bisnis teknologi yang mana sudah merajalela.

Industri teknologi pun kini sudah tidak lagi identik dengan kalangan laki-laki saja, namun emansipasi pada era modern telah mendukung perempuan untuk turut serta berpartisipasi dalam industri teknologi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika sebuah perusahaan yang dipimpin oleh kaum perempuan akan mampu menghasilkan output yang lebih dahsyat bila dibandingkan dengan perusahaan yang dipimpin oleh kaum laki-laki.

Dimulai dari Sheryl Sandberg, selaku COC (Chief of Cooperation) dari perusahaan sosial media terbesar di dunia, Facebook. Sebagai orang terpercaya bagi Mark Zuckerberg selaku CEO (Chief of Executive), Sheryl mampu mengatur keberlangsungan operasi perusahaan selama delapan tahun dan terus melakukan improvisasi yang signifikan.

Kemudian, ada Meg Whitman, CEO dari Hewlett Packard atau HP yang dikenal sebagai perusahaan teknologi informasi besar telah berkontribusi dengan baik, terutama dalam membangun relasi dengan perusahaan teknologi lain dalam melakukan kerjasama. Kedua perempuan tersebut merupakan contoh nyata bagi keberlangsungan kaum perempuan di dunia industri teknologi.

Seakan tidak mau kalah, Indonesia pun memiliki sejumlah perempuan hebat yang berkarya di bidang industri teknologi. Diantaranya ialah Ken Ratri Iswari, selaku CEO sekaligus Founder dari perusahaan Startup yang berfokus pada IT Recruitment Consultant, Geekhunter, bekerjasama dengan temannya yang juga seorang perempuan, telah menorehkan sejumlah gebrakan melalui startup yang mereka bangun bersama. Ken percaya bahwa kaum perempuan dapat pula berkarya dalam ranah industri teknologi.

Sejalan dengan Ken, Hanifa Ambadar sebagai CEO sekaligus Founder dari Female Daily turut mengakui bahwa perkembangan peran kaum perempuan di dunia teknologi telah mengalami peningkatan. Selain itu, Hanifa juga menegaskan perlunya perkembangan seperti ini bagi industri teknologi di Indonesia.

Walaupun masih memiliki banyak tantangan, Ia berpendapat bahwa hal ini dapat diupayakan dengan cara memperbanyak peran serta kaum perempuan hingga akhirnya mereka dapat menjadi role model yang mencerminkan kemampuan untuk melawan diskriminasi seksisme terhadap kaum perempuan di ranah teknologi melalui karya-karyanya.

Hanifa mencoba menunjukkan pula melalui dirinya sendiri bahwa meskipun dirinya terus disibukkan dengan berbagai kegiatan di perusahaannya, hal tersebut tidak menghalanginya untuk tetap bisa berperan sebagai seorang Ibu Rumah Tangga yang baik.

Tentang Penulis:

Fadhilla Sandra Adjie adalah seorang mahasiswi HI UNPAR angkatan 2013 yang menaruh perhatian lebih terhadap peran perempuan dalam industri teknologi. Ia pun telah memulai kariernya dalam industri teknologi dan merasakan sebagai kaum minoritas dalam industri tersebut. Fadhilla percaya, peran perempuan dalam dunia teknologi akan meningkat di Indonesia