Ketua MPM: Fungsi Legislasi MPM Kurang Efektif Karena Lambannya Kepastian PROK

Ruangan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM). dok/MP.

STOPPRESS, MP – Gerits Michael selaku Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Unpar periode 2018/2019 mengatakan bahwa fungsi MPM masih kurang efektif. Hal ini diakibatkan peralihan Peraturan Rektor mengenai Organisasi Kemahasiswaan (PROK) baru dan kepastiannya yang lamban.

“Peraturan MPM sebagai peraturan PM Unpar mempunyai landasan, salah satunya adalah PROK,” jelas Gerits. PROK yang menjadi landasan peraturan mengalami kepastian yang lamban dan baru ditanda tangani pada Desember 2018. “Jadi kami tidak mengeluarkan produk-produk hukum karena tidak ada kejelasan,” tambah Gerits.

Kepastian PROK yang lamban menyulitkan pihak MPM untuk membuat peraturan yang bersifat kontinu. Gerits mengatakan bahwa tidak ada gunanya jika mengeluarkan suatu peraturan yang telah dipikirkan matang-matang, tetapi dasar hukum peraturan akan berubah.

Penandatanganan PROK yang memakan waktu lama mengakibatkan MPM lebih fokus pada masa peralihan jabatan daripada mengeluarkan produk peraturan. “Saya fokus ke peralihan dan regenerasi badan legislatif,” tambah Gerits.

Periode kepengurusan PM Unpar berikutnya akan mengalami perubahan struktur berdasarkan PROK yang baru. Perubahan tersebut mengakibatkan banyak teknis dalam kelembagaan PM Unpar secara menyeluruh maupun per lembaga berubah dengan periode sebelumnya.

Dalam mempublikasi perubahan, MPM berusaha untuk memaksimalkan fungsi MPM fakultas untuk sosialisasi perubahan tersebut. Beberapa hal lain yang dilakukan oleh MPM adalah mengikuti diskusi publik PROK dan penyebaran informasi melalui bulletin MPM. Selain itu Sobers (Sore Bersama) dan diskusi publik lainnya akan diselenggarakan.

Selama setengah periode, MPM mengeluarkan dua peraturan yang telah diresmikan. Kedua peraturan tersebut adalah peraturan mengenai penangkatan dan SOPK MPM.

 

Matthew Adith | Ranessa Nainggolan

Related posts

*

*

Top