Kedigdayaan Real Madrid di Final Derby Madrid

STOPPRESS, MP – Drama kartu merah Federico Valverde mewarnai laga final Supercopa De Espana (Piala Super Spanyol) 2019-2020 antara Real Madrid melawan Atletico Madrid di stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Final derby Madrid ini merupakan yang ketiga kali dalam satu dekade terakhir, setelah final UEFA Champions League (UCL) 2014 dan 2016. Diakhiri dengan skor 4-1 lewat babak adu penalti, ini merupakan kemenangan ketiga beruntun Real Madrid saat bersua Atletico Madrid di laga final sekaligus menambah catatan buruk Atletico Madrid di bawah kepelatihan Diego Simone.

Laga Final yang dihujani pelanggaran

Pada final kali ini tensi antar kedua tim sudah tinggi sejak babak pertama. 23 pelanggaran tercipta pada babak normal dan 20 pelanggaran tercipta pada babak tambahan atau After Extra Time (AET). Pelanggaran tersebut diiringi dengan sembilan kartu kuning dan satu kartu merah. 

Di babak pertama, Real Madrid memiliki ball possession yang jauh lebih tinggi daripada Atletico, dengan perbandingan 68%-32%. Walaupun begitu, Atletico juga mempunyai beberapa peluang emas yang bermula dari kesalahan lini belakang Real Madrid. Pada menit ke-20, Joao Felix hampir saja membuka keran gol Atletico jika sepakannya tidak melebar ke sisi kanan gawang Thibaut Courtois. Tensi antar kedua tim sudah tinggi sejak babak pertama. Dengan shot on target dari kedua tim hanya sebanyak dua shot, sudah ada 14 pelanggaran tercipta sepanjang babak pertama. 

Babak kedua juga tidak jauh berbeda. Jumlah pelanggaran meningkat menjadi 23 foul namun banyaknya jual beli serangan antar tim tidak diakhiri dengan shot on target. Peluang emas baru muncul pada menit ke-90, dimana pemain Real Madrid, Rodrygo berada dalam kotak pinalti tanpa penjagaan dari pemain bertahan Atletico. Namun, sepakannya tepat mengarah ke kiper Atletico, Jan Oblak.

Di babak AET, tensi pertandingan semakin meningkat namun tetap tanpa shot on target yang meningkat. lima kartu kuning dan satu kartu merah terjadi dan setelah Real Madrid bermain dengan 10 pemain, tempo permainan cepat dari Atletico Madrid baru meningkat pada 5 menit terakhir. 

Pada babak adu pinalti, kepercayaan pemain Real Madrid meningkat setelah Saul gagal mengeksekusi pinalti. Terbukti pada pinalti berikutnya, Courtois berhasil menebak arah tembakan bola dari Partey dengan benar. Kemenangan Real Madrid ditentukan oleh sepakan dari kapten Real Madrid yaitu Sergio Ramos. 4-1 skor akhir dan menjadi kemenangan Madrid.

Adapun kemenangan ini menambah prestasi gemilang Zinedine Zidane sebagai pelatih yang tidak pernah kalah di sembilan laga final dalam lima musim kepelatihannya. 

Tekel keras Valverde “penentu” kemenangan Madrid

Babak AET diwarnai dengan satu kartu merah dan beberapa kartu kuning akibat insiden tekel keras oleh Pemain Madrid yaitu Federico Valverde terhadap Pemain Atletico yaitu Alvaro Morata. 

Pada babak AET kedua menit ke-115, terjadi kesalahan di lini belakang Madrid saat menyerang, menyebabkan Atletico melakukan counter attack dari tengah lapangan. Morata yang mendapatkan operan bola langsung berlari membawa bola menuju ke gawang Madrid diikuti oleh dua pemain Madrid, yaitu Carvajal dan Valverde. Morata hampir memasuki kotak pinalti kemudian ditekel oleh Valverde dari belakang. Insiden tersebut menyulut emosi para pemain Atletico hingga terjadi kericuhan sesaat. Sehingga mengakibatkan beberapa pemain mendapatkan kartu kuning.

Real Madrid yang hanya bermain dengan sepuluh orang selama lima menit terakhir mampu menahan gempuran serangan dari Atletico Madrid hingga memaksa untuk memasuki babak adu pinalti dan pada akhirnya dimenangkan oleh Real Madrid. 

Meskipun harus keluar lapangan sebelum pertandingan berakhir, Valverde mendapatkan penghargaan Man of The Match pada pertandingan final tersebut. 

Penulis: Alfonsus Ganendra.

*

*

Top