Jelang Pembangunan Tahap II, Lahan Parkir Semakin Berkurang

Infografis Kebijakan Parkiran Kampus. Dok/PM UNPAR

STOPPRESS MP, UNPAR  —  Proyek pembangunan Pusat Pembelajaran Arntz & Geise (PPAG) Tahap II dijadwalkan akan merobohkan Gedung 4 dan 5 di bulan September ini. Hal itu menyebabkan pemagaran terhadap lahan parkir Fakultas Teknik serta lahan parkir kantin FISIP sehingga lahan parkir semakin berkurang. Selain itu, Basement 2 Gedung 10 turut  dialih-fungsikan sebagai ruang kelas untuk kegiatan studi Fakultas Teknik turut berdampak pada kapasitas lahan parkir yang tersedia.

“Parkiran kantin Fisip dan Fakultas Teknik akan habis karena pembongkaran. Kalau pembongkaran sudah dimulai di awal bulan September maka pemagaran akan dilakukan sebelum itu,” jelas Roni Sugiarto selaku ketua Biro Sarana dan Prasarana (BSP) dalam acara Sore Bersama (Sobers) pada Jumat (2/9) lalu. “Kita tidak punya lahan parkir lagi di basement 2 Gedung 10 karena peruntukan perpindahan dari Fakultas Teknik,” lanjutnya.

Hingga saat ini lahan parkir yang tersedia di Unpar dapat menampung sekitar 1625 motor di Basement 3 Gedung PPAG dan parkiran Gedung 2 yang masih dibuka. Untuk mobil, pihak universitas hanya bisa menyediakan lahan di basement 2 Gedung 9 yang berkapasitas sekitar 56 mobil, basement 1 Gedung 9 berkapasitas sekitar 70 mobil, dan Stupa Ciloa yang berkapasitas sekitar 80 mobil.

Selain itu, basement 1 dan 2 PPAG juga memiliki peruntukan khusus. Pada basement 1 PPAG, diperuntukkan sebagai ruang kelas Fakultas Teknik. Sedangkan basement 2 PPAG diperuntukkan sebagai parkiran dosen sebagai hasil limpahan dari parkiran sekitar gedung Fakultas Teknik yang akan segera dibongkar.

Terkait pembangunan PPAG Iwan Supriadi selaku perwakilan Komisi III (Pembangunan) Yayasan mengatakan bahwa pembangunan gedung empat belas dan sebelas lantai itu memang akan menimbulkan masalah parkiran. “Memang akan jadi problem paling besar buat kita. Makanya, komisi pembangunan, panitia PPAG, dan BSP terus memikirkan cara mengatasi masalah parkiran itu,” ucapnya.

Mengingat minimnya kapasitas ruang yang dimiliki Unpar yang menyebabkan permasalahan parkir muncul. Wakil Rektor  Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan, Paulus Sukapto pun mengajak seluruh mahasiswa, terutama yang bertempat tinggal/ kos di sekitar Unpar untuk tidak membawa kendaraan mobil maupun motor. Menurutnya, hal tersebut dapat menambah permasalahan parkir yang ada. “Pesan saya kalo kosannya deket dari Unpar bisa jalan kaki ya,” tegasnya.

Selain itu, BSP dan Yayasan berencana membangun student space sebagai ruang komunal mahasiswa. Hal itu turut berdampak pada lahan parker yang terseida di Unpar. Student space yang rencananya akan dibangun, menggunakan lahan parkir Rektorat dan lahan parkir sekitar pohon beringin dekat Fakultas Hukum.

“Menanggapi ungkapan ketua LKM yang lama, ketika kita mengupayakan student space  tidak menutup kemungkinan hal tersebut bertentangan dengan masalah parker,” ujar Roni.  “Parkiran depan Rektorat ditutup karena fokus kita student space sebagai ruang terbuka komunal untuk mahasiswa,” lanjutnya.

YUGO ANUGERAH | VINCENT FABIAN

 

*Berita ini telah direvisi pada 7 September 2016 dengan kesalahan penulisan “Artnz” (sebelumnya Arnts) dalam singkatan Pusat Pembelajaran Arntz Geise (PPAG). Koreksi disampaikan oleh Jessica Adidarma.

Penulis

Related posts

*

*

Top
Atur Size