Jelang New Normal, Mahasiswa Unpar Menunggu Kepastian Metode Pembelajaran Semester Ganjil 2020/2021

STOPPRESS, MP — Pemerintah Indonesia membuat skenario new normal untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi. Adapun rencana membuka beberapa sektor termasuk salah satunya sektor pendidikan. Unpar sendiri sedang merencanakan beberapa skenario untuk pembelajaran Semester Ganjil 2020/2021.

Dalam Forum Bersama Beraksi Vol. II (FORBES) yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Jumat (29/5) lalu, Rektor Unpar Mangadar Situmorang mengatakan pedoman pembelajaran akan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Kita juga mencermati kebijakan yang diambil oleh Kemendikbud,” ucap Mangadar.

Di wilayah Bandung sendiri PSBB akan diperpanjang sampai dengan 12 Juni. Petunjuk kebijakan selanjutnya akan didasarkan perkembangan data statistik dengan protokol baru. Hal tersebut menjadi patokan Unpar untuk membuat beberapa skenario pembelajaran di semester selanjutnya.

Bila kondisi sudah pulih secara penuh, Unpar berencana menerapkan pembelajaran secara terpadu atau hybrid learning. Kegiatan di kampus akan dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, serta pembatasan jumlah orang yang beraktivitas di kampus. Belum diketahui detail lebih lanjut mengenai pembatasan jumlah orang ini.

Adapun tiga metode pembelajaran yang sedang disiapkan untuk mengakomodasi penerapan secara hybrid. Yang pertama, metode konvensional yang dilakukan seperti biasa. Metode ini dilakukan untuk mata kuliah yang tidak dapat dilakukan secara online seperti praktikum dan studio. Metode ini mewajibkan mahasiswa untuk hadir di kampus dengan penerapan rotasi, jarak, dan shift

Terkait kebijakan PSBB yang menyulitkan mahasiswa untuk kembali ke Bandung, Mangadar mengatakan Prodi akan membuat keputusan sendiri. “Saat ini Unpar terus memantau situasi apakah hal ini memungkinkan untuk dilaksanakan,” jelas Mangadar. “Apabila memungkinkan pelaksanaanya akan sesuai dengan protokol yang telah didiskusikan dengan Dekan,” lanjutnya.

Kedua, metode online yang diperuntuk mata kuliah yang bisa dilakukan tanpa tatap muka. Unpar sendiri akan menyeleksi beberapa mata kuliah dengan melakukan pengecekan kurikulum seperti metode dan aspek teknis.

Selain itu, Unpar juga merencanakan desain kurikulum yang diikuti dengan evaluasi berdasarkan kerangka kualifikasi nasional atau capaian pembelajaran. Program studi harus menentukan metode sesuai dengan capaian pembelajaran.

Hal ini ditujukan untuk memudahkan mahasiswa menjalankan e-learning dibandingkan Semester Genap 2020/2021. Sebelumnya, ada banyak keluhan dari mahasiswa terkait sistem pembelajaran secara online baik dari sisi internet, media pembelajaran, maupun tenaga pengajar.

Hal tersebut tertuang dalam hasil survei yang dilakukan BEM Unpar dan Media Parahyangan (15/4) lalu. Keluhan yang didapatkan berupa sistem IDE yang seringkali tidak merespon dan kelancaran internet. Selain hasil survei tersebut, terdapat juga keluhan mahasiswa tentang efektifitas pembelajaran oleh dosen tertentu, atau dalam metode pembelajaran tertentu seperti praktikum dan studio.

Yang terakhir, Unpar menyiapkan metode campuran yaitu pembelajaran dilakukan secara onsite dan online. Mahasiswa diberi pilihan untuk belajar secara langsung di kampus maupun secara online. Namun, metode pembelajaran yang disebutkan Mangadar masih sedang dikaji oleh pihak kampus. 

Sementara itu, ada pro dan kontra terkait pembukaan sektor pendidikan menjelang new normal. Dikutip dari KompasTV, hasil survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa 80% orang tua yang menjadi responden menolak wacana pembukaan sekolah di tengah pandemi COVID-19. 

Di Korea Selatan, negara yang memiliki persiapan COVID-19 yang jauh lebih baik dibandingkan negara lainnya, new normal diterapkan dengan hati-hati. Pasca pembatasan sosial dilonggarakan, dalam sehari terjadi lonjakan kasus sebanyak 79 kasus yang menjadi angka harian tertinggi dalam dua bulan. Sebanyak 251 sekolah di Bucheon sekarang terpaksa ditutup. Dalam laporan Korea Times, mengutip Kementerian Pendidikan Korea Selatan, mengatakan bahwa 117 sekolah di Ibukota Seoul juga telah menunda pembukaan kembali mereka. 

Hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai metode pembelajaran Semester Ganjil 2020/2021 oleh pihak kampus. Mahasiswa masih menanti kebijakan yang akan diterapkan oleh Unpar. 

Novita | Naufal Hanif | Nathanael Angga

Penulis

Related posts

*

*

Top
Atur Size