Rodrigo Duterte, Sosok Kontroversial Orang No.1 Filipina

INTERNASIONAL, MP –Rodrigo Duterte adalah presiden ke-16 Filipina yang menjabat sejak 30 Juni 2016. Walaupun baru sekitar tiga bulan menjabat, Duterte sudah sering sekali membuat pernyataan-pernyataan kontroversial  yang membuat ia acap kali disorot media.

“Perintah saya adalah untuk membunuhmu dengan menembak. Saya tidak peduli dengan Hak Asasi Manusia,” ujar Duterte. Seperti dilansir dari dailymail UK pernyataan tersebut sesuai dengan banyaknya penembakan terhadap para pengedar narkoba di Filipina, di mana diperkirakan aksi “war on drugs” ini telah membunuh sebanyak 400 orang dan sebanyak 4.400 tersangka dugaan narkoba sudah ditangkap.

Aksi ini telah membuat sekitar setengah juta pengguna dan pengedar narkoba ketakutan dan pada akhirnya secara sukarela menyerahkan diri mereka ke polisi. Duterte juga mempertimbangkan untuk menyisihkan area untuk rehabilitasi bagi para tersangka yang menyerahkan diri secara sukarela ini.

Pernyataan kontroversial lainnya adalah ketika beliau menyatakan akan memberi makan para hiu dengan tubuh para pembajak laut. “Saya mendukung pasukan Indonesia untuk mengejar para pembajak laut walaupun harus memasuki perairan Filipina. Bom saja mereka atau jika ada hiu disekitar mereka, kita bisa memberi makan hiu dengan tubuh para bajak laut ini,” ucapnya.

Dilansir dari International Business Times UK, hal dilontarkan Duterte untuk menanggapi isu dicurinya batu bara Indonesia yang sedang dikirim ke Filipina oleh para bajak laut.

Akan tetapi, hal yang paling disorot dari Duterte adalah gerakan maupun pernyataan-pernyataannya yang mencerminkan anti-Amerika. Menurut Wall Street Journal, Duterte dianggap telah memanggil Barack Obama dengan sebutan “son of a bitch”, keadaan ini juga diperburuk dengan keinginan Duterte untuk memperbaiki hubungan dengan Cina. Hal ini pun pada akhirnya berujung dengan dibatalkannya pertemuan Duterte dan Obama di Laos.

TANYA LEE

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *