Independensi KPU: Belum Sepenuhnya dilepas oleh MPM

Ilustrasi PUPM 2019. dok/MP.

Stoppress, — Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mulai menjadi independen pada PUPM 2019, dimana pada periode sebelumnya KPU dan Bawaslu masih merupakan anggota Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM). Tetapi, menurut Gialdes Evan Ryandi, selaku koordinator KPU, bahwa KPU belum sepenuhnya independen.

“Sekarang kita juga belum dapat sepenuhnya dilepas oleh MPM,” ujar Gialdes yang akrab disapa Evan. Keterbatasan waktu mengakibatkan staff KPU masih dipilih oleh MPM.

Evan menjelaskan bahwa definisi dari independen sendiri adalah KPU dan Bawaslu akan diluar dari pengawasan MPM. Tetapi untuk sekarang KPU masih belum bisa diluar pegawasan MPM karena semakin singkatnya waktu menuju PUPM.

“KPU-nya belum matang regenerasinya dari tahun sebelumnya,” jelas Evan. Sebelumnya, KPU tidak diharuskan mempersiapkan apapun karena sistem yang semi independen sudah disiapkan oleh MPM. “Independennya sendiri tidak berat tetapi karena status tersebut diberlakukan baru tahun ini, itu yang membuatnya jadi lumayan berat,” tambah Evan. Selain itu, Evan juga mengaku bahwa dirinya belum terlalu paham menganai independensi KPU. “Aku juga masih blank gitu mengani status independen,” kata Evan.

Dengan terlibatnya MPM dalam KPU maka adanya kemungkinan intervensi kepentingan luar masuk dalam pemilu. “Karena MPM sendiri berhubungan dengan pengurus PM Unpar lainnya,” jelas Evan.

Evan berharap untuk tahun berikutnya, KPU bisa independen. “Sudah independen dan 100 persen netral, tanpa ada hubungan dengan MPM,” ujar Evan. Selain itu, Evan juga menambahkan sebaiknya ada lembaga sementara yang dibentuk untuk KPU.

KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada periode sebelumnya merupakan anggota dari MPM sendiri. Tetapi untuk PUPM 2019, mulai diberlakukan KPU dan Bawaslu independen oleh MPM. Ketua KPU dan Bawaslu direkrut berdasarkan mahasiswa yang mendaftar.

 

Dionny Nathanuel | Rafi Farhan | Ranessa Nainggolan

Related posts

*

*

Top