Hari Literasi: Upaya Meningkatkan Minat Baca Mahasiswa

Pameran penjualan buku saat Hari Literasi, Senin (9/9) lalu. dok/MP

Senin (9/9) lalu, hari Literasi yang merupakan salah satu program kerja fungsional dibawah LKM (Lembaga Kepresidenan Mahasiswa) Unpar telah diadakan selama dua hari di selasar PPAG dengan taglineVoyage Through Time”.

Ada lima vendor buku yang turut meramaikan pameran ini, antara lain Periplus, Katalis, Sva Tantra, Lawang Buku, serta Teras Buku. Selain itu, ada Rayuan Kopi yang menyediakan berbagai pilihan kopi dan mini library gratis dari Komunitas Ruang Hidup yang merupakan organisasi melek literasi dari UIN Bandung.

Acara ini merupakan program kerja pertama yang pernah dilaksanakan oleh LKM Unpar mengenai literasi. “Awalnya pas ditanya mau fungsionalnya apa, terus gue tertarik buat hari literasi paling pertama,” jelas Kimberley Blessinda (Matematika 2018) selaku Ketua Pelaksana.

Hari Literasi dihadiri lebih dari 1700 pengunjung, Kimberley yang akrab disapa Kim, mengaku senang dan cukup terkejut.  “Awalnya gue pesimis karena ngeliat data literasi Indonesia dan ternyata gak nyangka banget bahwa animo masyarakat Unpar tinggi sekali,” lanjut Kimberley.

Fajar, dari Komunitas Ruang Hidup mengatakan bahwa ia senang karena Unpar melaksanakan acara ini. Ia berkata bahwa kebanyakan mahasiswa membaca buku hanya sebagai kewajiban dan tuntunan akademik. Dengan diadakannya acara ini, ia berharap minat baca mahasiswa meningkat.

Ia juga menyebutkan bahwa dari sisi literasi, yang menjadi lentera atau patromaks adalah Jogja, Bandung, dan Jakarta. “Bandung sendiri literasinya bagus. Bisa dilihat dari segi hilir komunitas-komunitas literasi yang menggema banget,” lanjut Fajar.

Selain adanya pameran, ada donasi buku yang akan disumbangkan kepada Sekolah Alam Subang yang turut bekerja sama dengan Komunitas Satu Juta Buku (Sajubu). Mahasiswa juga dapat mendonasikan buku-buku pada saat pameran berlangsung.

Kimberley berharap acara ini dapat dilaksanakan kembali tahun depan. “Bukan hanya buat kita yang minat bacanya makin meningkat, tapi kami juga membuka lapangan atau tempat penjualan bagi lapak-lapak buku,” tutup Kimberley.

 

Novita || Brenda Cynthia

Related posts

*

*

Top