Festival Arsitektur Parahyangan 2019: Pentingnya Ruang Terbuka Ramah Anak

Pengunjung sedang melihat instalasi pada acara FAP (18/5) kemarin. dok/MP

STOPPRESS, MP – Sabtu (18/5) kemarin, diselenggarakan acara Festival Arsitektur Parahyangan (FAP) 2019 di selasar PPAG. Festival yang diadakan oleh HMPSArs ini mengusung tema Public Space for Children: Reconsidering Shared Space. FAP sendiri sudah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan mengusung tema yang berbeda-beda setiap tahunnya.

Rangkaian acara FAP telah berlangsung dari Jumat (17/5), yakni diadakannya seminar dengan tema Architecture for Children: Design that Shapes Children’s Growth. Terdapat dua pembicara pada seminar ini, yaitu Febri Ari Antonius dari Arkana Architects (Bali) dan Rafael David dari Aboday Architects (Jakarta). Dalam seminar, Febri yang merupakan alumnus Arsitektur Unpar 2005 menekankan bahwa bangunan seharusnya mengakomodasi behavior pengguna dan bukan mengubahnya. Ia juga vokal menyuarakan building as a second teacher, sedangkan Rafael sendiri menekankan penanaman unsur fantasy wonder and play dalam desain untuk anak-anak.

Pada Sabtu (18/5), rangkaian acara FAP dilanjutkan dengan adanya pameran dari setiap komunitas di Arsitektur, instalasi, dan penampilan seni baik dari mahasiswa Arsitektur Unpar hingga luar Unpar.

Saat memasuki selasar PPAG, pengunjung akan melihat pameran-pameran dari KommunArs,  Arsitektur Foto, Arsitektur Hijau, dan Arsitektur Sketsa. Ada juga instalasi-instalasi yang dibuat oleh mahasiswa baru Arsitektur Unpar yang memiliki makna sebagai pintu masuk bagi mahasiswa baru Arsitektur ke dalam dunia arsitektur. Di sepanjang sisi instalasi, terdapat kutipan-kutipan yang diselipkan, seperti telapak mungil bermain di wabah yang tak tepat. Nyatanya, rimbun bukanlah pengasuh yang baik.

Salah satu kutipan yang ada pada instalasi FAP. dok/MP

“Alasan kenapa kita mengangkat tema Public Space for Children adalah karena setelah kami research, ternyata di Bandung punya masalah mengenai belum ramahnya ruang terbuka untuk anak,” jelas Affan Yahya (Arsitektur 2016) selaku Ketua Pelaksana FAP 2019.

Rangkaian acara pun dimulai dengan adanya kata sambutan dari ketua pelaksana. Dia menuturkan harapan supaya dengan adanya acara ini, pesan yang diutarakan dapat tersampaikan kepada masyarakat dan pemerintah mengingat sangat terbatasnya ruang publik ramah keluarga yang sebenarnya penting untuk tumbuh kembang anak-anak.

Selanjutnya, ada juga suguhan penampilan dari Ratu, Saikoro Butter Rice, 90 HP, Dream Coterie, SAMANARS, Pamungkas, dan Tashoora yang menjadi puncak acara FAP. Adanya penampilan seni ini menjadi salah satu cara untuk mengundang masyarakat datang, sehingga pesan yang dibuat pun akan lebih mudah disampaikan.

Salah satu pengunjung yang bernama Nandy mengatakan bahwa dirinya sangat menyukai acara ini. “Kagum banget sama acara ini soalnya yang bikin instalasi anak-anak 18 juga kan ya. Mereka masih baru tapi udah bisa bikin instalasi sebagus ini,” puji Nandy. Nandy juga mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak menyangka bahwa FAP akan se-bagus ini. Tetapi saat hari acara dimulai, ia terkagum akan keindahan instalasi dan menuturkan bahwa pesan yang terkandung tersampaikan.

Affan berharap, acara FAP tahun depan dapat dipersiapkan lebih matang serta pesan yang terkandung di dalamnya lebih dapat tersampaikan ke publik.

 

Novita || Brenda Cynthia

Related posts

*

*

Top