DPRD Jawa Barat Menolak Audiensi dengan Mahasiswa Bandung

Suasana saat aksi Poros Revolusi Mahasiswa Bandung di depan gedung DPRD, Selasa (17/9) kemarin. dok/Pusik Parahyangan

STOPPRESS, MP – Selasa(17/9) lalu pukul 11.00 hingga 17.00 WIB, telah dilaksanakan aksi mahasiswa yang bernama Poros Revolusi Mahasiswa Bandung di Monumen Perjuangan. Dua puluh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas Bandung mengikuti aksi ini. Aksi ini dilanjutkan hingga ke depan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat dan diakhiri dengan long march ke beberapa titik jalan di Kota Bandung. Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap revisi UU KPK yang telah disetujui oleh DPR hari itu juga.

Saat matahari mulai turun ke arah barat, tensi demo pun makin memuncak. Mahasiswa sempat mencoba mendobrak pagar gedung DPRD untuk menerobos masuk. Kedatangan empat bis polisi juga turut memanaskan situasi aksi.

Mahasiswa menuntut untuk hadirnya perwakilan dari DPRD untuk melakukan audiensi dengan mahasiswa atau memberikan izin kepada mahasiswa untuk masuk ke dalam gedung dan melakukan audiensi bersama DPRD. Namun upaya tersebut nyatanya tidak berhasil, sekitar pukul 15.30 WIB salah satu ASN DPRD bagian Humas keluar dan memberitahu bahwa tidak ada anggota DPRD yang tersedia dan gedung sudah kosong.

Mahasiswa sempat meminta ASN melakukan video call kepada pimpinannya untuk membuktikan bahwa mereka memang sudah tidak berada dalam gedung. ASN sempat membuktikannya dengan menelpon pimpinannya dengan loud speaker dan ditempelkan dengan toa. Namun saat konversasi berjalan, tiba-tiba telepon dimatikan oleh pihak seberang.

Upaya mahasiswa tidak berhenti begitu saja, kobaran semangat mereka terus membara hingga akhirnya kurang dari 20 mahasiswa diizinkan untuk masuk ke dalam gedung. Namun lagi-lagi, salah satu ASN lain merapat ke pagar dan menghalangi upaya mahasiswa untuk masuk ke gedung putih.

Salah satu mahasiswa berteriak pada saat itu, bahwa DPRD telah menolak aspirasi rakyatnya dengan menolak untuk melakukan audiensi dengan mahasiswa.

 

Muhammad Daud Yusuf || Brenda Cynthia

*

*

Top