Debat Calon Ketua HMPSTS: Strategi Keaktifan Pengurus Himpunan

Suasana Debat Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil (HMPSTS) dilakukan pada Senin (29/04) lalu di Student Centre Teknik. dok/ MP.

STOPPRESS, MP – Debat Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil (HMPSTS) dilakukan pada Senin (29/04) lalu di Student Centre Teknik. Terdapat total dua calon Ketua Himpunan HMPSTS, yakni nomor urut satu, Bryan Jayaputra Wijaya dan nomor urut dua, Rosdina Ningrum Dobson.

Sesi pertama diawali dengan tema strategi keaktifan pengurus himpunan. Pertanyaan pertama diberikan kepada Bryan, mengenai bagaimana tindakan dalam menyikapi perihal kurangnya penyebaran informasi mengenai himpunan yang akan dibawakan, untuk meningkatkan keaktifan dalam kepengurusan himpunan. Ia sendiri mengaku, strategi paling baik meyikapi penyebaran informasi yang kurang merata ini adalah dengan meningkatkan komunikasi dua arah.

Berdasarkan visi pertama dari Bryan yakni inklusif, menambah keterlibatan dari masyarakat dan kepengurusan sendiri. Komunikasi dua arah ini bisa terjadi antara ring satu dengan para pengurusnya. “Bisa melalui rapat, forum, atau sosialisasi,” tegasnya. Diharapkan, dengan adanya komunikasi dua arah ini, antar pengurus himpunan lainnya dapat terjalin suatu relasi yang baik. Dari relasi itu akan dibangun kerja sama, lantas dengan demikian informasi bisa menyebar lebih rata.

Bryan menambahkan, bahwa jika dirinya terpilih, ia akan mengadakan momen kebersamaan secara berkala dengan para pengurus. Tujuannya untuk meningkatkan rasa kebanggaan dan kepemilikan terhadap himpunan. Informasi mengenai HMPSTS diharapkan tersebar rata, karena sudah terbentuknya relasi antar pengurus himpunan.

Sementara strategi dari Rosdina sendiri adalah meningkatkan himpunan yang interaktif. Sesuai dengan visinya, yaitu himpunan yang interaktif dan dinamis, terutama interaktif. Interaktif disini diartikan sebagai seluruh bentuk interaksi positif di keseluruhan pengurus himpunan. Dengan demikian, akan adanya penyebaran informasi dan transparansi yang baik dari himpunan, sehingga informasi pun dapat tersebar merata.

Untuk Rosdina, muncul pertanyaan mengenai strategi untuk meningkatkan euphoria berhimpun para pengurus himpunan. Menurut Rosdina, euphoria akan muncul ketika mahasiswa menikmati apa yang dikerjakan, apa yang dilakukan, sehingga akan menumbuhkan semangat mahasiswa dalam himpunan. Sehingga euphoria dari pengurus himpunan dapat ditingkatkan dengan memberi apresiasi lebih pada para pengurus.

Strateginya adalah dengan memberi patch pada kemeja himpunan yang nanti akan dibuat untuk setiap program kerja yang telah dilakukan pengurus tersebut. Orang–orang pun dapat melihat seberapa aktif mahasiswa tersebut dalam kepengurusan. Selain apresiasi lebih, euphoria juga dapat ditingkatkan melalui rasa kekeluargaan dan kebersamaan antar anggota pengurus himpunan. “Euphoria tidak akan muncul ketika tidak ada rasa kepemilikan terhadap himpunan,” tegasnya.

*dikarenakan peliputan yang tidak diizinkan dari pihak KPU Teknik Sipil terhadap reporter yang bertugas, peliputan debat Calon Ketua Himpunan Teknik Sipil berhenti sampai pertanyaan ketiga. Pihak KPU Teknik Sipil meminta surat perizinan dari Reporter Media Parahyangan untuk meliput. Seharusnya tidak diperlukan perizinan untuk meliput debat karena artikel yang dirilis dapat memberikan informasi kepada mahasiswa yang tidak bisa hadir dalam debat mengenai gagasan dua pasangan calon, yang sebenarnya merupakan informasi publik*

Agnes | Brenda Cynthia

Related posts

*

*

Top