Debat Calon Ketua HMPSIAP: Menjadikan Himpunan Lebih Aktif

Suasana debat calon Ketua HMPSIAP pada Senin (11/11) lalu. dok/MP

STOPPRESS, MP – Debat Calon Ketua Himpunan Ilmu Administrasi Publik (HMPSIAP) yang dilaksanakan Senin (11/11) di Ruang Veritas Gedung FISIP pada pukul 16.00 WIB diselenggarakan dengan kedua calon Ketua Himpunan yaitu, nomor urut 01, Niyen Maryam, mahasiswa Administrasi Publik 2018 dan nomor urut 02, Rossa, mahasiswa Administrasi Publik 2017, yang sebelumnya adalah Ketua HMPSIAP 2019.

Debat dihadiri oleh sekitar 78 orang yang terdiri dari berbagai angkatan seperti 2016, 2017, 2018, bahkan mahasiswa baru 2019. Debat dipimpin oleh moderator yaitu Viky Aldin Hulu, mahasiswa Administrasi Publik 2018. 

Debat dibuka dengan pemaparan visi misi oleh kedua calon ketua himpunan. Calon nomor urut 01, Niyen menginginkan HMPSIAP yang responsif, inovatif, dan aktif serta peduli kepada mahasiswa Administrasi Publik. Sementara nomor urut 02, Rossa mengatakan akan menjadikan HMPSIAP yang kontributif dengan berdasarkan profesionalitas, kekeluargaan, dan moralitas serta menjadikan program studi Ilmu Administrasi Publik aktif dan berkembang.

Debat dilanjutkan dengan berbagai pertanyaan yang wajib dijawab oleh kedua calon. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah mengenai program kerja yang dapat membuat mahasiswa lebih dekat dengan dosen lintas generasi. “Ada program Great Moment dimana mahasiswa dengan dosen dinner bersama,” kata Niyen.

Rossa menanggapi bahwa dosen di Administrasi Publik sudah tua. “Kenapa kamu yakin bisa mendekatkan mahasiswa dengan dosen?” sela Rossa. “Tidak bisa dipersenkan, karena kita ingin dampaknya yang luas dan terarah,” jelas Niyen.    

Debat semakin memanas di kala kedua calon berargumen mengenai kurangnya komunikasi antara himpunan dengan program studi (prodi). Rossa mengutarakan solusinya adalah dengan membuat timeline pembagian mahasiswa yang akan menghadap prodi. Niyen lantas mengatakan bahwa hal tersebut kurang efektif. “Penempatan tanggal timeline akan bentrok,” jelas Niyen. 

Saat sesi tanya jawab, Trisno Sakti, salah satu dosen Administrasi Publik yang hadir menjelaskan bahwa Unpar sudah menyiapkan delegasi untuk Temu Admi yang diadakan setiap tahun. Ia menuturkan permasalahan yang dihadapi oleh Administrasi Publik Unpar adalah proses mahasiswa yang terkadang tidak berlanjut. “Apa yang bisa dilakukan kalian sebagai Kahim untuk menjamin proses mahasiswa terus berlanjut?” tanya Trisno Sakti yang akrab disapa Mas Sakti.   

Menanggapi pertanyaan tersebut, Niyen mengatakan diperlukan pembagian tugas serta kalender akademik kepada prodi sehingga dapat mengetahui jadwal kegiatan selanjutnya. Sementara Rossa sendiri menyebutkan akan membuat timeline yang lebih detail. “Membuat timeline kapan kita memberikan proses kepada prodi, revisi, dan koordinasi antara panitia dengan pengurus himpunan,” jelas Rossa. 

 

Novita, Rayhan Ruhullah || Brenda Cynthia

Related posts

*

*

Top