Comicsphere, Wadah Eksistensi Komikus Indie

Suasana Acara Comisphere di Spasial pada hari Sabtu (1/12)

Komik, poster, gantungan kunci, dan stiker menjadi pemandangan yang biasa hari itu. Para penggiat komik sengaja meletakan barang-barang itu di meja depan mereka. Dengan daftar harga dan kartu nama bersebelahan, orang-orang di balik meja tidak lelah mempersilakan pendatang untuk mampir ke stan mereka.

Kegiatan itu berlangsung di Spasial, Sabtu (1/12). Acara pameran komik dengan tajuk Comicsphere ini diinisiasi oleh Balon Kata sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa di Telkom University. Tidak menyianyiakan kesempatan, Balon Kata turut membuka stan agar karya mereka dapat dinikmati banyak orang.

Beberapa menit sebelum acara ditutup, Diva Perdana selaku ketua pelaksana menjelaskan sedikit mengenai acara ini. Ia merasa bahwa acara pameran karya komik sangat sedikit di Bandung, apalagi komik indie. “Pengen diperbanyak aja, walau udah ada kita tetep ngerasa kurang jadi kita tambah aja,” jelas Diva.

Diva juga menjelaskan bahwa kegiatan ini mengincar komikus indie yang tergabung dalam circle maupun komunitas. Circle adalah kumpulan orang-orang dengan minat dan tujuan sama dalam hal komik, sehingga mereka sepakat untuk berkumpul dan bekerja sama. Sebagai komikus indie, mereka menggambar, menyusun, mencetak, dan menjual komik dengan usaha mereka sendiri.

Tidak hanya dari Bandung, para komikus dari luar Bandung seperti Bekas dan Jogja turut berpartisipasi. Contohnya C2+, circle komikus dari Bekasi yang rela jauh-jauh ke Bandung demi terlibat di acara ini. Begitu pula Raih Cinta & Prestasi yang beranggotakan mahasiswa ISI Jogja, turut menggelar karya-karyanya berupa komik, stiker, dan patch di acara ini.

Tidak jarang dari peserta yang melakukan live sketching agar pengunjung lebih tertarik mendatangi stan mereka. Hasil karya mereka juga tidak perlu diragukan lagi, gambar-gambar yang menakjubkan itu mereka pajang dengan penuh rasa bangga.

Sebanyak 35 meja dipenuhi oleh tiga puluh peserta. Mereka tidak ragu untuk memamerkan karya mereka agar dilihat banyak orang. Tidak hanya komik,  novel dan zine juga sengaja mereka letakan paling depan agar menarik perhatian. Diva memang mengatakan bahwa karya yang dipamerkan tidak terbatas pada komik saja, setidaknya peserta yang ikut telah membuat satu karya jilid untuk bisa terlibat di acara ini.

Salah satunya Kr?ma. Mukhlis Nur sebagai salah satu anggotanya menjelaskan tujuan mereka ada di acara ini. “Ya pasti jualan sih, tapi selain itu kita juga bisa silaturahmi sama temen-temen,” jelas Muklhis diikuti gelak tawa darinya.

Kr?ma sebagai circle kecil, hanya beranggotakan tiga orang, sangat senang dengan acara Comicspehere ini. Jumlah pengunjung yang cukup banyak membuat karya mereka seperti artbook dan komik cukup banyak dibeli orang. “Kita juga jadi ketemu langsung sama temen-temen dan fans yang cuma ketemu di facebook,” kata Mukhlis.

Memang suasana yang sangat akrab terlihat jelas selama acara. Para komikus sering kali mendatangi stan lain sekedar untuk menyapa dan mengobrol. Senyum dan tawa para peserta cukup menjelaskan gembiranya para komikus ini. Bagaimana tidak, karya yang selama ini mereka kerjakan dengan hati akhirnya dapat dinikmati orang banyak.

Diva berharap Comicsphere menjadi acara tahunan. Standar yang mereka ciptakan hari itu menjadi acuan untuk acara ke depan. Mukhlis juga menyampaikan hal serupa, ia ingin acara ini dapat rutin dilaksanakan tiap tahun.

Mengingat acara pameran komik di Bandung masih sangat sedikit, sedangkan peminatnya cukup banyak, acara semacam ini sangat diperlukan oleh para komikus dan para penikmatnya. Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat luas dapat mengetahui eksistensi komik-komik indie yang digarap oleh komikus-komikus berbakat ini.

Balon Kata sendiri telah mengadakan acara pameran sebanyak empat kali, dan dikali keempat nama Comicsphere itu muncul. Namun baru tahun ini mereka berani mengadakan acara yang lebih besar dari biasanya. Acara ini juga disambut dengan antusias oleh para pecinta komik, terlihat dari pengunjung yang berbondong-bondong memasuki lokasi acara.

 

Gallus Presiden

*

*

Top