Kolom Parahyangan articles

Haruskah Kebebasan Akademik di Kampus Dibelenggu?

Haruskah Kebebasan Akademik di Kampus Dibelenggu?

“Education … is the practice of freedom, the means by which men and women deal critically and creatively with reality and discover how to participate in the transformation of their world.” – Paulo Freire, Pedagogy of the Oppressed Banyak orang percaya dan memuja perguruan tinggi sebagai tempat para calon penerus bangsa berkumpul, belajar, dan berkembang

Bagi Unpar, Semangat Mahasiswa Hanya Aksi Teatrikal Belaka

Kita semua pernah melalui SIAP, program orientasi mahasiswa baru sebagai bagian dari komunitas UNPAR. Saya sendiri mengikutinya di tengah tahun 2019 sebagai awal dari tahun ajaran pertama. Rangkaian hari dalam program SIAP diisi dengan berbagi informasi mengenai sistem fakultas, pengenalan lokasi kampus, dan siapa bisa lupa hari dipenuhi orasi mahasiswa yang dipimpin oleh para senior

Mengapa Kampus Harus Menurunkan UKT?

Berdasarkan data yang diambil oleh forlap.ristekdikti.go.id, selama perkuliahan semester genap 2019/2020, terdapat sekitar 10 ribu mahasiswa yang terdaftar di Universitas Katolik Parahyangan. Di tengah perkuliahan, tiba-tiba COVID-19 datang dan memberikan dampak yang besar ke seluruh sektor termasuk pendidikan dan ekonomi. Dimulai pada bulan maret, lembaga-lembaga pendidikan tinggi di seluruh Indonesia membuat keputusan untuk menutup kampus

Penanganan Pandemi Pemerintah Masih Saja Berantakan

OPINI, MP — Pandemi COVID-19 diperkirakan sedang mendekati puncaknya di Indonesia dan selesai pada bulan Juni 2020. Prediksi selesainya COVID-19 ini tentunya memiliki syarat: kinerja pemerintah dan partisipasi masyarakat harus mutual. Sebelumnya saya membahas mengenai perilaku masyarakat yang tidak siap menghadapi COVID-19, tetapi pada kali ini saya akan membahas bagaimana pemerintah Indonesia, sebagai otoritas yang

usaha pemerintah covid19

[Opini] Masih Menunggu Keseriusan Pemerintah Mengurus Wabah

Foto dari Tirto.id, Alinea.id, dan Media Parahyangan. Desain oleh Media Parahyangan. OPINI, MP — Pada akhir Maret lalu, harapan publik akan hadirnya langkah pemerintah yang tepat untuk menangani Covid-19 beserta dampaknya mulai terlihat. Setelah dihujani berbagai kritik, Presiden Joko Widodo pada tanggal 26 Maret 2020 akhirnya menyatakan akan mengeluarkan stimulus ekonomi yang ditunjukkan untuk alat

[Opini] Masyarakat Indonesia Belum Siap Menghadapi Wabah COVID-19

Hanna Fernandus menyatakan opininya tentang perilaku masyarakat Indonesia dalam menghadapi wabah COVID-19. Perilaku masyarakat Indonesia yang muncul sebelum dan sesudah COVID-19 hadir di Indonesia menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia belum siap menghadapi wabah COVID-19. Wabah COVID-19 menjadi masalah tingkat global di awal tahun 2020. Bermula dari kasus pertama yang terungkap di provinsi Wuhan pada

Di Bawah Bendera Jokowi: Hilangnya Jiwa Demokrasi Indonesia

Opini, MP – Majalah Time memuat foto Joko Widodo dengan sampul berjudul ‘A New Hope’ setelah beliau terpilih menjadi Presiden Indonesia untuk periode pertama. Sebelum Jokowi, dunia politik Indonesia dikuasai oleh tokoh-tokoh elit atau militer dari zaman orde baru. Jokowi pada saat itu menjadi lambang bahwa rantai elite mulai putus. Kalangan publik sangat antusias dalam

Asal Bapak Senang: Tuan Tanah yang Luhur

Oleh: Muhammad Daud Yusuf OPINI, MP – Belum selang satu minggu setelah penobatan Kota Bandung sebagai Kota Peduli HAM oleh Kemenkumham RI justru menghadirkan polemik yang mempertanyakan kembali kredibilitas Kota Bandung sebagai kota peduli HAM. Lagi-lagi dikotomi akan pembangunan yang tidak luput dari konteks penggusuran. Alih-alih meningkatkan standar kualitas hidup, pembangunan justru merenggut kebebasan berwarga

Skandal Festival Merah Putih: Lesson Learned

Ditulis oleh: Miftahul Choir, anggota PUSIK Parahyangan. OPINI, MP – Permasalahan seperti Festival Merah Putih (FMP) tidak terjadi dalam setiap periode. Tidak sering Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) mengalami permasalahan terkait laporan keuangan salah satu acara dan mendapatkan gugatan dari masyarakat. Konsekuensinya adalah LKM dan pihak lain yang terkait harus mengambil respon yang tidak pernah diambil

Cashless: Jembatan Menuju Perekonomian Indonesia Maju

Ditulis oleh: Edsel Jeremy, mahasiswa Matematika 2016. OPINI, MP – Cashless adalah kata yang terdiri dari dua kata, yaitu cash yang artinya uang tunai dan less yang artinya kurang atau lebih sedikit. Secara harfiah, cashless memiliki arti yaitu lebih sedikit uang tunai atau kurang uang tunai. Tetapi makna sesungguhnya dari cashless adalah penggantian uang dalam bentuk

Top
Atur Size