Opini articles

Aice dan Omnibus Law: Es Krim Murah Hasil Eksploitasi Pekerja

Aice dan Omnibus Law: Es Krim Murah Hasil Eksploitasi Pekerja

NASIONAL, MP – Akhir Februari lalu, para pekerja PT Alpen Food Industry melakukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja di depan perusahaan sebagai bentuk perlawanan yang diduga melakukan eksploitasi terhadap pekerjanya. Dugaan eksploitasi ini dibuktikan dengan adanya 14 kasus keguguran dan 6 kematian bayi baru lahir dari total 359 buruh perempuan, serta beberapa pekerja lain

Di Bawah Bendera Jokowi: Hilangnya Jiwa Demokrasi Indonesia

Opini, MP – Majalah Time memuat foto Joko Widodo dengan sampul berjudul ‘A New Hope’ setelah beliau terpilih menjadi Presiden Indonesia untuk periode pertama. Sebelum Jokowi, dunia politik Indonesia dikuasai oleh tokoh-tokoh elit atau militer dari zaman orde baru. Jokowi pada saat itu menjadi lambang bahwa rantai elite mulai putus. Kalangan publik sangat antusias dalam

Hari Wartawan Nasional 2020: Wartawan dan Kegagalan Negara untuk Melindunginya

Presiden kita mengaku bahwa momen yang paling membuatnya gugup adalah ketika bertemu dengan wartawan. Ia gugup jika ia tak tak bisa menjawab pertanyaan dengan baik, gagap jika tak siap dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh anggota pers yang siap mencegat dan mencecarnya. “Menteri-menteri belum tentu mengikuti saya kemana-mana, tapi wartawan iya.” Ia memposisikan diri sebagai orang

Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Keragaman

Kenyataan pahit saat ini persatuan rakyat Indonesia semakin lama semakin terkikis. Padahal jika dilihat dari zaman dahulu, bangsa Indonesia bersatu sepenuhnya demi mengalahkan penjajah untuk memerdekakan Indonesia. Namun, persatuan yang telah dibentuk itu dengan mudah terlupakan dan tercipta konflik baru yang ditunjukkan oleh sesama rakyat sendiri. Kecenderungan masyarakat yang sulit untuk bersatu ini telah menjadi

Hong Kong, Xinjiang, dan Apa yang Akan Dilakukan Tiongkok?

2019 membuktikan bahwa tidak ada kekuatan politik adidaya yang selamanya dapat mencengkeram daerah-daerah kekuasaan tanpa adanya pertentangan yang berarti. Demo di berbagai negeri Amerika Latin, Timur Tengah, maupun kampanye untuk kebijakan pro-Iklim di negara-negara maju membuktikan bahwa konsolidasi oligarki dan kaum elit politik pada akhirnya, dan mudah-mudahan, akan dihadapkan dengan kekuatan terbesar demokrasi liberal: rakyat

Trump vs Pemakzulan: Akankah Ada Dampaknya?

Oleh: Hanna Fernandus OPINI, MP: Rabu, (19/12) dua pekan lalu, Presiden AS ke-45, Donald J. Trump, dimakzulkan oleh DPR (House of Representative) AS dengan jumlah 230 suara menyetujui pemakzulan dan 197 suara menyatakan sebaliknya. Pemakzulan ini menjadi pemakzulan ketiga yang resmi terjadi di sejarah kepresidenan AS; dua presiden sebelum Trump yang mengalami hal sama adalah

Asal Bapak Senang: Tuan Tanah yang Luhur

Oleh: Muhammad Daud Yusuf OPINI, MP – Belum selang satu minggu setelah penobatan Kota Bandung sebagai Kota Peduli HAM oleh Kemenkumham RI justru menghadirkan polemik yang mempertanyakan kembali kredibilitas Kota Bandung sebagai kota peduli HAM. Lagi-lagi dikotomi akan pembangunan yang tidak luput dari konteks penggusuran. Alih-alih meningkatkan standar kualitas hidup, pembangunan justru merenggut kebebasan berwarga

Skandal Festival Merah Putih: Lesson Learned

Ditulis oleh: Miftahul Choir, anggota PUSIK Parahyangan. OPINI, MP – Permasalahan seperti Festival Merah Putih (FMP) tidak terjadi dalam setiap periode. Tidak sering Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) mengalami permasalahan terkait laporan keuangan salah satu acara dan mendapatkan gugatan dari masyarakat. Konsekuensinya adalah LKM dan pihak lain yang terkait harus mengambil respon yang tidak pernah diambil

Cashless: Jembatan Menuju Perekonomian Indonesia Maju

Ditulis oleh: Edsel Jeremy, mahasiswa Matematika 2016. OPINI, MP – Cashless adalah kata yang terdiri dari dua kata, yaitu cash yang artinya uang tunai dan less yang artinya kurang atau lebih sedikit. Secara harfiah, cashless memiliki arti yaitu lebih sedikit uang tunai atau kurang uang tunai. Tetapi makna sesungguhnya dari cashless adalah penggantian uang dalam bentuk

PM Unpar Butuh ‘Kebijakan Luar Negeri’

Ditulis oleh Miftahul Choir, anggota Pusik Parahyangan. OPINI, MP – Pada dinamika nasional yang terjadi pada Agustus-September lalu, PM Unpar selaku organisasi yang mewakili mahasiswa di tingkat universitas tidak memiliki respon atau tindakan untuk menyikapinya. Belum melakukan kajian dan tidak merepresentasikan mahasiswa Unpar secara keseluruhan dijadikan alasan absennya tindakan tersebut. Hal tersebut menunjukan bahwa PM

Top