Resensi articles

[Resensi] The Gentlemen: Perebutan Monopoli Marijuana Dibalut Komedi

[Resensi] The Gentlemen: Perebutan Monopoli Marijuana Dibalut Komedi

RESENSI, MP — The Gentlemen merupakan salah satu karya terbaik dari Guy Ritchie. Dengan genre action-comedy, film ini mampu mengguncang pikiran para penonton. Pada awal film diperlihatkan satu orang yang mendatangi café untuk bersantai sejenak. Kondisi tersebut menjadi mencekam karena orang tersebut ditembak oleh orang yang tidak diperlihatkan mukanya. Scene kemudian berganti menjadi dua orang

[Resensi] 1917: Perjuangan Pribadi dibalik Kepentingan Negara

RESENSI, MP – Dua orang diberi tugas untuk mengantarkan informasi kepada resimen kedelapan agar menghentikan serangan dengan segera. “Wilayah yang kosong bukan menjadi pertanda bahwa Jerman telah mundur dari perang.” Begitulah sepatah kata William Schofield (George Mackay), salah seorang prajurit yang diberi tugas pengantaran pesan tersebut dengan teman seperjuangannya yaitu Thomas Blake (Dean-Charles Chapman). Berlatar tempat dan

[Resensi] Birds of Prey: Pencarian Emansipasi yang Tersirat

Diusir dari rumah, dikirim ke biara, bekerja di Arkham Asylum yang merupakan rumah sakit jiwa Gotham City, bertemu Joker, jatuh cinta, putus. Cathy Yan, sutradara Birds of Prey (2020) memberikan alur singkat tersebut dalam bentuk kartun yang mengisahkan kehidupan lampau Harley Quinn (Margot Robbie) untuk membawa penonton memahami hal-hal yang menginspirasi “kegilaan” Harley Quinn. Tokoh

[Resensi] The Bajau: Suku Bajau, Kehidupan Subsisten yang Terdegradasi

Pada Minggu (18/01) lalu, Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung (FKPMB) mengadakan nonton bareng film dokumenter The Bajau. Dihadiri oleh berbagai Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Universitas di Bandung, seperti Isola Pos dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Jumpa Pers Universitas Pasundan (Unpas). Rangkaian acara sendiri dimulai dengan musikalisasi puisi yang dilanjutkan dengan pemutaran film The Bajau,

Exaltation: Ucapan Syukur dari PSM Unpar

Fitur, MP – Suara bising terdengar di penjuru aula Gedung Pascasarjana Unpar, Minggu (05/05) kemarin. Masing-masing sibuk berbincang-bincang sambil membunuh waktu menunggu acara utama dimulai. Tak sedikit di antara mereka yang membawa bunga sebagai tanda ucapan selamat untuk para pengisi acara. Ya, malam itu konser internal PSM 2019 pun dimulai. Konser internal PSM ini diberi

Somewhere Between Hell and Heaven: Paduan Country, Rockabilly dan Punk Rock

Album keempat yang dirilis oleh Social Distortion pada tahun 1992, yaitu “Somewhere Between Heaven and Hell” , berhasil menggabungkan dua pengaruh band asal Orange Country, California tersebut, yaitu Johny Cash dan The Clash. Social Distortion dapat menggabungkannya walaupun, kedua musisi memiliki aliran yang berbeda. Album ini merupakan album kedua setelah menandatangani major label. Berbeda dengan

suasana konser PSM O Sapientia: A Voyage to Baltic Sea Competition

Satu Langkah Menuju Latvia oleh PSM

Lampu dimatikan. Semua penonton duduk tegak, mata mereka fokus menatap lurus ke arah panggung. Puluhan pasang mata menggiring langkah para penyanyi yang satu per satu masuk ke panggung. Ivan Yohan, sang konduktor, melangkah masuk dengan mantap tanpa cela. Begitu tiba di depan penonton, beliau membungkukkan badan dan berputar menghadap tiga baris paduan suara yang sudah

Lady Bird : Kisah Pendewasaan Remaja yang Sarat Makna Keluarga

Lady Bird merupakan film pertama Greta Gerwig sebagai sutradara sekaligus penulis. Film ini mendapatkan berbagai pujian di mana-mana. Di situs agregator Rotten Tomatoes, Lady Bird mendapatkan rating 99% (bahkan sempat menggeser Toy Story 2). Tak lupa ia mendapat 5 nominasi di ajang Oscar, termasuk kategori Best Picture. Cukup luar biasa untuk sebuah film bertemakan coming

Perjuangan Sosok Marlina Mencari Keadilan Di Tengah Rentannya Perempuan

Film dimulai dengan dataran sabana pulau Sumba yang luas dan jauh dari peradaban modern di Jawa. Nada lagu bernuansa koboi mengiringi jalannya cerita. Dari jauh kita dapat melihat seseorang datang mengendarai motor trail. Pengendara motor tersebut kemudian turun dari motornya. Sambil memegang parangnya, ia masuk ke dalam sebuah rumah tanpa minta izin. Kemudian, pengendara motor

Hanung Bramantyo dan Upaya Memanusiakan Kartini  

Semasa saya kecil dahulu, bagi saya Kartini adalah pahlawan Indonesia yang membosankan. Sepak terjangnya di buku sejarah saya tidak sekeren Cut Nyak Dien atau Martha Tiahahu yang berani pasang badan untuk melawan para tentara Belanda yang kejam. Namun seiring dengan bertambahnya usia dan meningkatnya kemampuan membaca saya, Kartini berubah menjadi sesosok perempuan yang sangat saya

Top
Atur Size