Fokus articles

Simpang Siur Uang Garage Sale FMP, Tadinya Sumbangan Kini Danai Proker

Simpang Siur Uang Garage Sale FMP, Tadinya Sumbangan Kini Danai Proker

Festival Merah Putih (FMP) yang diadakan 17 Agustus lalu oleh Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) berlangsung dengan meriah. Antusiasme dari mahasiswa dan warga sekitar turut menghiasi jalannya acara FMP. Salah satu kegiatan yang turut meriahkan acara FMP adalah adanya garage sale. Barang yang dijual pada garage sale adalah baju bekas layak pakai ataupun baru, yang dikumpulkan

Mahasiswa dan Demonstrasi

Baru-baru ini warga Indonesia dihebohkan dengan aksi turunnya mahasiswa ke jalan. Para mahasiswa tersebut berdemo menuntut pembatalan RUU KPK, RKUHP, serta RUU lain yang dianggap merugikan rakyat namun justru, menguntungkan orang-orang yang bersembunyi di balik jabatan pemerintahannya. Lantas, apa demo merupakan tindakan yang tepat? “Boleh demo, tapi ultimum remedium. Kalau cara-cara yang lain gak mungkin

Amnesty International: Pasal Makar Bentuk Pembungkaman Pemerintah atas Kebebasan Sipil

Sabtu (29/9) lalu, Amnesty International menggelar diskusi terbuka di Coop Space, Menjangan, dengan tema “Blak-blakan ngobrolin HAM bareng Amnesty Internasional”. Selepas diskusi, Waskito Jati, perwakilan dari .AI mengatakan bahwa pasal makar dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) merupakan pasal yang dapat membungkam kebebasan berpendapat. “Itu adalah undang-undang yang dianggap sangat membatas kebebasan berekspresi, karena

Kos Anda Bisa Jadi Merusak Lingkungan

FEATURE, MP – Beberapa waktu silam, mahasiswa-mahasiswa Unpar yang tinggal di kos-kosan di kawasan Ciumbuleuit seringkali mengalami kesulitan: air tak selalu lancar sepanjang waktu. Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah kehabisan air atau kondisi air yang kotor, bau, dan tidak layak dipakai. Untuk masalah kehabisan air, keluhan datang dari salah satu kos di

Tidak Akan Ada Legalisasi Ganja Tanpa Riset Nasional

Dua tahun yang lalu, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat harus mendekam selama delapan bulan dan membayar denda subsider sebesar Rp1 milliar akibat memiliki 39 batang ganja. PNS yang bernama Fidelis menggunakan ganja tersebut untuk mengobati istrinya yang mengidap penyakit langka “Syringomyeila”. Fidelis bukan satu-satunya korban dalam kriminalisasi ganja yang dilakukan

Sosok Calon Rektor: Robertus Wahyudi Triweko

“Unpar Sedang Dalam Masa Transformasi” Telah menjabat selama 4 tahun kebelakang, rupanya tidak membuat Robertus Wahyudi Triweko kapok menjadi Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Hal ini dibuktikan dengan pencalonan dirinya kembali untuk menjadi rektor masa bakti 2015-2019. Pria kelahiran solo, 6 juli 1954 ini mengaku dirinya hanya menyediakan diri untuk melanjutkan masa kepemimpinannya. “Sebagai dosen

Sosok Calon Rektor: Mangadar Situmorang

“Pendidikan Bukanlah Bisnis” Sosok seorang Mangadar Situmorang tidaklah asing lagi di kalangan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Setelah bertahun-tahun mengabdi pada Unpar, Mangadar diangkat menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpar pada tahun 2011 sampai sekarang. Dekan kelahiran Samosir tahun 1964 ini awalnya tidak pernah membayangkan menjadi seorang dosen. Terlahir dari keluarga yang agamis

Sosok Calon Rektor: Anastasia Caroline Sutandi

 “Unpar Perlu Perencanaan Yang Lebih Baik” Anastasia Caroline Sutandi, mungkin nama tersebut sudah tidak asing ditelinga para mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. Bagi sebagian besar civitas academica Unpar pun nama tersebut mungkin kerap dibicarakan. Bagaimana tidak, ia adalah salah satu calon dari ketiga calon lainnya yang lolos dalam seleksi bakal Rektor

‘Solidarity Has No Colours’, Sebuah Kritik Keberadaan Partai Di Fakultas Hukum

STOPPRESS MP, UNPAR – Sebuah poster kecil berukuran tak lebih besar dari A4 nampaknya menjadi sebuah permasalahan dalam Pemilihan Umum di Fakultas Hukum tahun 2014 ini. Beberapa waktu lalu, sempat beredar poster berisi ilustrasi dua orang yang tengah saling merangkul. Kedua orang ini masing-masing mengenakan kaos berwarna merah dan biru. Di sebelah kiri mereka, terlihat

Demi Sebuah Nomor Urut di Fakultas Hukum

Pagi itu, pukul 05.00 seperti pada umumnya, matahari belum tampak, dan dingin menusuk seperti biasa di Ciumbuleuit. Terlihat kerumunan mahasiswa di koridor hukum terkantuk-kantuk hanya untuk menunggu secarik kertas nomor urut. Pukul 06.00, seorang pekarya mulai tampak membagikan kertas-kertas itu kepada antrian yang mulai panjang. Pukul 09.00 raut wajah pendatang baru terlihat kecewa karena pembagian

Top