Budaya Eksekusi Mati TKI di Arab Tanpa Notifikasi

Tuti Tursilawati, TKI yang dieksekusi di Arab Tuti Tursilawati, TKI yang dieksekusi di Arab

Warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali dijatuhi hukuman mati. Liputan 6 memberitakan, pada 29 Oktober lalu, Tuti Tursilawati, seorang TKI asal Majalengka, Jawa Barat, dieksekusi mati atas tuduhan pembunuhan terhadap ayah majikannya yang berwarga negara Arab Saudi, Suud Mulhaq Al-Utaib.

Namun melalui postingan hari Selasa, 30 Oktober lalu, dari akun Twitter Koordinator Migrant Care, Wahyu Susilo (@wahyususilo), bahwa Tuti telah dieksekusi sehari sebelumnya. Hal yang janggal, bahwa eksekusi mati tersebut dilaksanakan tanpa pemberitahuan kepada Pemerintah Indonesia.

BBC  memberitakan, Tuti dituduh membunuh majikannya karena memukul dan mendorong kursi roda majikannya yang sudah tua hingga jatuh. Majikannya sempat dibawa kerumah sakit dan meninggal tiga hari kemudia. Berdasarkan keterangan, ibu Tuti, Irti Sartini, bahwa Tuti melakukan pembelaan karena Tuti dibujuk untuk berhubungan badan oleh majikannya.

Tuti Tidak Sendiri

Pemerintah Indonesia sendiri telah meminta pemerintah Arab Saudi untuk mengurangi hukuman terhadap Tuti, termasuk dengan surat yang dikirimkan oleh Presiden Joko Widodo kepada Raja Salman pada tahun 2011 dan 2016.

Dilansir dari Tribun News, sebelum mengeksekusi mati Tuti, Pemerintah Arab Saudi setidaknya telah mengeksekusi mati 5 TKI sejak tahun 2008. Salah satunya adalah Muhammah Zaini Misrin yang juga dieksekusi tanpa pemberitahuan kepada pemerintah Indonesia. TKI asal Bangkalan, Madura ini, dieksekusi pada 18 Maret lalu oleh Pemerintah Arab Saudi.

Migrant Care, organisasi pekerja migran, menyatakan Zaini telah ditahan oleh pihak Arab Saudi sejak 14 Juli 2004 atas tuduhan pembunuhan terhadap majikannya sendiri. Ia divonis mati pada 17 November 2008 dan dieksekusi mati 10 tahun kemudian.

Kompas memberitakan, bahwa Presiden Joko Widodo sempat menyinggung kasus Zainin Misrin ketika bertemu dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud pada September 2015 lalu. Walaupun pertemuan yang dihasilkan mencapai kesepakatan periode 2015-2016, pemerintah Arab Saudi menghentikan eksekusi, tetapi eksekusi tetap dilakukan Maret lalu.

CNN Indonesia memberitakan Kementerian Luar Negeri RI mencatat 142 warga Indonesia terancam hukuman mati di seluruh dunia pada tahun 2017. Sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terancam hukuman mati di Arab Saudi pada tahun 2018, Kompas memberitakan.

Dalam rentang 2011-2018 tercatat 103 WNI dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi. Dari jumlah itu, 85 orang berhasil dibebaskan dari ancaman hukuman mati sementara lima orang lainnya telah dieksekusi sehingga tersisa 13 WNI yang masih diupayakan pembelaan hukumnya.

Wahyu Susilo, menyatakan bahwa hampir semua kasus TKI yang terpidana mati adalah bentuk pembelaan diri kepada majikannya yang melakukan kekerasan, percobaan perkosaan, dan lainnya.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya meringankan hukuman para WNI tersebut.

Iqbal menuturkan, seorang WNI bernama Eti binti Toyib sudah ditetapkan sebagai terpidana mati. Sementara 12 lainnya masih dalam tahap peradilan umum sehingga masih dapat diupayakan bebas dari hukuman mati.

Selain itu, juga ada Siti Zaenab. Pada 14 April 2015, ia dieksekusi mati oleh Pemerintah Arab Saudi. TKI berusia 47 tahun tersebut dipidana atas pembunuhan terhadap istri majikannya, Nourah binti Abdullah Duhem Al Maruba pada tahun 1999. Pada 8 Januari 2001 ia divonis hukuman  mati. Dalam vonis pengadilan saat itu, pengampunan bisa diberikan ketika ahli waris korban, yaitu putra bungsu korban, Walid bin Abdullah bin Muhsin Al Ahmadi mencapai usia akil baliq. Namun ketika mencapai usia tersebut, Walid al Ahmadi menolak memberikan maaf pada Siti Zainab.

Respon Pemerintah Indonesia

BBC juga memberitakan bahwa Menteri Luar Negeri Retno Masudi segera memanggil duta besar Saudi di Jakarta, Selasa 30 Oktober 2018, untuk menyampaikan “protes secara langsung” dan juga menyampaikan “keprihatinan mendalam” karena eksekusi dilaksanakan tanpa “notifikasi” kepada pemerintah Indonesia. Sebelum Tuti dieksekusi, Menlu Retno juga telah menyampaikan kasus Tuti kepada menteri luar negeri Arab dalam pertemuan di Bali pada tanggal 23 Oktober lalu.

Sejak hukuman mati pertama sampai saat ini, Indonesia telah melayangkan protes karena lima eksekusi sebelumnya juga dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Terkait dengan protes terbaru, Lalu menyatakan bahwa belum ada jawaban resmi dari Arab Saudi dan hanya menjawab bahwa “praktek di Arab Saudi memang begitu.”

 

Dionny Nathanuel