Beda Prioritas dalam Debat Cakahim HMPSEP

Suasana debat Cakahim HMPSEP pada Selasa (5/11) kemarin di rooftop Gedung 10. dok/MP

STOPPRESS, MP – Selasa (5/11) kemarin, diadakan debat antar Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (HMPSEP) yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Debat yang berlangsung di rooftop Gedung 10 ini berlangsung dengan pemaparan visi, misi, program, dan kebijakan dari tiga calon Ketua Himpunan (cakahim).

Identitas para cakahim HMPSEP untuk periode 2020 adalah Yohanes Mikha Budiarto, Santi, dan Samsony P. Sinaga. Ketiga cakahim ini memiliki perbedaan prioritas dalam menjalankan kepemimpinannya di periode mendatang.

Cakahim nomor urut 1, Yohanes, memprioritaskan perubahan struktur organisasi himpunan menjadi dua bagian utama, yaitu dirjen biro dan dirjen departemen, masing-masing menjadi support system dan executive system. Menurutnya, pembagian ini bertujuan menyederhanakan struktur untuk meningkatkan efektivitas proker, menyelesaikan masalah  finansial, dan memberikan sarana training atau magang bagi mahasiswa baru.

Hal ini berbeda dengan Santi yang lebih terfokus pada pengembangan proker yang sudah ada seperti “Temu Keluarga”. “Temu Keluarga” adalah acara temu antara alumni, kakak tingkat, dan mahasiswa baru dalam jurusan Ekonomi Pembangunan yang bertujuan untuk sharing antarlapisan anggota HMPSEP. Acara ini pernah dikritik karena hasil yang tidak sesuai ekspektasi. Menurut Santi, ia akan mengembangkan program tersebut dengan memanfaatkan penggunaan sarana media sosial seperti Youtube, di mana akan diunggah konten seperti bincang-bincang dengan alumni.

Bila Santi menekankan pada pengembangan proker lama, cakahim nomor urut 3, Samsony, berkeinginan untuk mencanangkan proker baru. Salah satu proker baru yang diusulkannya adalah Podcast Ekonomi Pembangunan (PEP). Selain podcast, Samsony juga mengusulkan proker “SD Binaan”, yaitu proker pengabdian pada masyarakat dengan mengajar anak SD di sekolah-sekolah. Proker ini, menurut Samsony, memiliki kontribusi yang baik terhadap
penciptaan kualitas SDM yang baik sejak dini.

Meskipun berbeda prioritas, ketiga calon tersebut mengusung visi yang sama dalam kepemimpinanya, yaitu terwujudnya HMPSEP yang proaktif dan bermanfaat nyata. Visi tersebut sama dengan visi yang diusung oleh Ketua HMPSEP periode 2019. Alasan penyamaan visi ini, menurut Yohanes, adalah dibutuhkannya lebih dari satu periode untuk mewujudkan visi tersebut.

Selain itu, mahasiswa HMPSEP juga bertanya kepada ketiga calon tentang evaluasi dan aspirasi mahasiswa baru terhadap himpunan serta peningkatan kualitas himpunan melalui SDM yang tersedia.

Meskipun sempat tertunda dan dipindahkan tempatnya, jumlah penonton mencapai 70 mahasiswa.

 

Hanna Fernandus || Brenda Cynthia

Related posts

*

*

Top