Bakti 2018: Mengajak Masyarakat Meningkatkan Kesadaraan atas Anak Autisme

Penampilan penutup acara Bakti 2018 oleh anak-anak autisme di Rooftop Gedung 10. dok/ MP Penampilan penutup acara Bakti 2018 oleh anak-anak autisme di Rooftop Gedung 10. dok/ MP

STOPPRESS, MP – HMPSTI bekerjasama dengan Yayasan Biruku mengadakan acara Bakti 2018 yang melibatkan anak-anak autisme. Acara ini dibagi menjadi empat bagian, yang diadakan setiap hari sabtu pada bulan November lalu di tempat yang berbeda-beda.

Valeri Aurelia selaku Ketua Pelaksana Bakti 2018 mengatakan, bahwa acara yang memiliki tagline: “Dengarkan dengan hati, sebarkan empati” ini, memiliki tujuan baik untuk anak-anak autisme maupun mahasiswa Unpar. Mahasiswa dapat menyalurkan rasa kepedulian melalui acara ini dan mendapatkan pemaknaan untuk diri masing-masing. “Bagi anak-anak (red. autsime) ini merupakan salah satu terapi mereka, yaitu bertemu dan berinteraksi dengan orang banyak,” ujar Valeri.

Selain itu, panitia acara juga mengaplikasikan ilmu Teknik Industri dalam membantu anak-anak penderita autisme, dengan membuat mainan dari aluminium berbentuk pyramid yang memiliki 4 sisi. Setiap sisi memiliki fungsi dan pembelajarannya tersendiri, seperti ada satu sisi yang memiliki tombol-tombol berwarna, yang dapat menjadi latihan bagi mereka untuk mengenal warna, mendengarkan dan mengikuti perintah, bahkan melatih sistem motorik mereka.

Dalam pelaksaannya, acara ini menampilkan pertunjukkan perkusi, fashion show, nyanyian, dan beberapa pertunjukkan lainnya yang dipertunjukkan oleh anak-anak penderita autisme. Selain itu, diadakan talkshow dari salah satu perwakilan yayasan yang membahas mengenai stereotipe autisme dalam masyarakat. Salah satu hal unik dalam acara ini adalah adanya instalasi yang disediakan oleh pihak yayasan, dimana para pengunjung ‘mengalami’ apa yang dilihat atau didengar oleh penderita autisme serta pajangan lukisan hasil karya beberapa penderita autisme.

Julio dan Alex selaku panitia acara beranggapan bahwa acara ini telah memberi perspektif sosial yang lebih luas kepada mereka. “Acara ini telah memberikan saya kesadaran untuk membantu masyarakat yang ‘berbeda’ dengan kita,”ucap Julio. Alex juga menambahkan bahwa ke depannya ia berharap agar masyarakat secara luas khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan dapat lebih menerima dan toleransi para penderita autisme sebagai teman dan saudara.

 

Matthew Adith Sagito | Brenda Cynthia Atmadja | Ranessa Nainggolan

Related posts

*

*

Top