Aksi Solidaritas Korban Paska-Bencana Palu dan Donggala

Suasana Diskusi Bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Mahitala. dok/ MP

STOPPRESS, MP –Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korgala melaksanakan acara Cahaya untuk Palu – Donggala’ pada Kamis (22/11). Acara yang dilaksanakan di Student Centre (SC) Teknik ini, memiliki tujuan untuk menggalang dana, serta mengingatkan masyarakat Unpar untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada korban bencana di Palu dan Donggala.

“Tujuan acara ini untuk meningkatkan kesadaran kemanusiaan dari mahasiswa Unpar dan masyarakat umum,” ujar Souphavanh Boutthavong, yang akrab dipanggil Sou, selaku ketua pelaksana acara. Sou menambahkan bahwa tujuan lain dari acara untuk memaparkan hasil galang dana oleh Korgala yang sudah dilakukan selama tiga bulan untuk korban bencana di Palu dan Donggala.

Sou menjelaskan bahwa konsep acara ini singkat dan sederhana. “(red. Ada) berdoa bersama, nanti dipuncak acara kita bakal menyalakan lilin,” ujar Sou.

Acara ini juga melibatkan berbagai UKM lainnya, seperti URS, Potret, Mahitala, Satre, PSM, Media Parahyangan dan Listra. Selain itu, diskusi juga dilakukan bersama dua pembicara dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan satu perwakilan Mahitala dalam membahas mengenai keadaan korban paska gempa di Palu dan Donggala.

Sou menjelaskan bahwa acara serupa juga telah dilakukan oleh Korgala pada tahun 2004, saat tsunami di Aceh. “Dulu kalau gak salah (red. hasil galang) dana dapat 5 jutaan, tetapi tahun ini dapat 7 jutaan,” jelas Sou.

Respon Mahasiswa

“Saya jadi mendapatkan banyak inside mengenai kondisi yang ada di Palu dan Donggala, dan mungkin sekarang mereka sedang ada ditahap tersulitnya yaitu tahap recovery,” ujar Jessica Adriani Putrono selaku Wakil Presiden Mahasiswa dan hadirin. “Kita juga bisa liat dari teman-teman korgala juga ngajak teman-teman dari UKM lain, LKM dan MPM untuk ikut serta dalam acara ini,” kata Nicander Wijaya, salah satu mahasiswa Hubungan Internasional 2016 yang hadir.

Jessica mengakui dirinya sedih dalam menganggapi jumlah mahasiswa yang hadir dalam acara ini sedikit. “Sesimpel datang, nyalain lilin dan berdoa mungkin masih kurang,” ungkap Jessica. Selain itu, Jessica juga menambahkan, jika membayangkan sebagai saudara yang terkena musibah dan mengetahui adaya acara ini, sudah menjadi bentuk dukungan moral.

“Anak-anak sendiri nggak banyak yang datang, mungkin menurut gue gak aware,” ungkap Nicander. Jessica mengatakan bahwa mahasiswa sering kali peduli untuk diri sendiri. “Kalau UAS-nya susah udah mengeluh, padahal kesulitan kita belum ada apa-apanya,” ujar Jessica.

Untuk harapan kedepannya, Jessica mengatakan agar mahasiswa Unpar, terlebih untuk yang tidak bisa hadir, agar lebih peduli terhadap sesama. “Mungkin lebih meningkatkan awareness mereka terhadap kejadian disekitar kita,”tambah Nicander.

 

Debora Angela | Ranessa Nainggolan

Related posts

*

*

Top