Aksi Mahasiswa di Bandung Berakhir dengan Kesepakatan

Salah satu spanduk yang dibawa massa aksi saat aksi Selasa (24/9) kemarin di depan Gedung DPRD Jawa Barat. dok/Daud Yusuf

STOPPRESS, MP – Selasa (24/9), mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung kembali melakukan aksi demonstran di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Setelah melakukan aksi selama dua hari berturut-turut, akhirnya dicapai kesepakatan yang ditandatangani oleh salah satu anggota DPRD.

Massa aksi berasal dari kalangan masyarakat hingga berbagai mahasiswa dari kampus-kampus Bandung, antara lain, UNISBA, Unpar, ITB, Telkom, UIN Sunan Gunung Djati, dan lainnya. Aksi yang dilakukan sejak pukul 09.00 ini terlihat damai. Mahasiswa dan masyarakat menuntut DPRD untuk menghentikan RKUHP, RUU KPK, dan Revisi UU lainnya, sekaligus memperingati Hari Tani yang jatuh tepat pada hari Selasa kemarin.

Namun, beberapa saat ada kericuhan dalam bentuk melempar benda seperti botol dan ranting ke depan gerbang Gedung DPRD. Terlihat juga flare yang dinyalakan oleh salah satu massa. Lantas, mahasiswa di sekeliling pun sontak bersorak untuk menghentikan tindakan tersebut. “Provokator pergi aja!” teriak salah satu mahasiwa yang terlibat dalam aksi.

Kondisi pun semakin kacau karena massa mahasiswa hampir berhasil merobohkan pagar Gedung DPRD. Polisi langsung melemparkan gas air mata selama 2 kloter yang dimana 1 kloternya terdapat 5 sampai 6 tembakan. Alhasil, terdapat banyak korban yang terkena gas air mata tersebut.

Massa masih melakukan aksi tuntutan sampai dengan sore hari. Pada pukul 19.05, ditandatangani kesepakatan antara mahasiswa dan tiga anggota DPRD di atas materai. Isi dari kesepakatan tersebut antara lain:

1. Penolakan RUU KPK dan RKUHP.
2. Tolak izin korporasi pembakaran hutan (RUU Agraria).
3. Penyelesaian kasus HAM di Papua.
4. Tolak kenaikan BPJS.
5. Tolak penindasan RUU Tenaga Kerja.
6. Segera direalisasikan RUU PKS.

Aksi ini pun ditutup dengan pembacaan MoU (Memorandum of Understanding) yang berisi enam butir kesepakatan di atas. Mahasiswa menyampaikan jika dalam waktu dua hari tidak ada tanggapan dari pihak atas, maka mahasiswa akan melakukan aksi kembali. “Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, maka lusa kami akan aksi dengan massa lebih besar,” ucap Alaudin Adzadsyah, selaku koordinator aksi saat membacakan tuntutannya di depan anggota perwakilan DPRD.

Diduga karena adanya provokasi, mahasiswa yang sudah bubar dengan damai tiba-tiba ricuh dan kacau. Sejumlah mahasiswa juga ditangkap dan dibawa ke Polrestabes Bandung karena terjebak antara provokator yang di-sweeping oleh polisi, antara lain mahasiswa UPI, Unpas, UNISBA, dan sejumlah kampus lain.

Selain itu, menurut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNISBA, total korban luka berat dan ringan pada aksi mencapai hingga 107 orang.

 

Novita || Brenda Cynthia

 

*

*

Top