Media Parahyangan

Menulis Untuk Indonesia

Indonesia Harus Waspada dengan Resesi Ekonomi Global?

2 min read

Oleh Cedric Mulia Suriapraja (Administrasi Bisnis, 2021)

Resesi global tahun 2022 ini mengakibatkan banyak usaha di Amerika Serikat terancam sehingga mengalami penurunan ekonomi. Banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja karena inflasi yang melonjak. Dari situs web Ekonomi Bisnis, inflasi di Amerika Serikat menempuh 8,5% pada bulan Juli 2022 dan beberapa perusahaan terancam dengan kenaikan inflasi tersebut. Sementara efek resesi global kepada Indonesia relatif kecil, diketahui dari situs web Bank Indonesia, inflasi inti pada bulan Juli 2022 menempuh 0,64%. Perusahaan bisnis di Indonesia harus tetap bersedia terhadap ancaman resesi global walaupun kecil dampaknya.

Resesi merupakan fenomena kegagalan ekonomi global yang sangat ditakutkan oleh pengusaha, dan pemerintah karena dapat mengancam banyak aktivitas perekonomian. Kegagalan ekonomi dikarenakan ketika daya beli konsumen berkurang sehingga pergerakan ekonomi melambat hingga menurun. Salah satu penyebab dari daya beli konsumen yang kurang adalah turunya nilai uang karena inflasi yang meningkat selama resesi ekonomi. Pengusaha dan pemegang saham sulit berinvestasi selama resesi ekonomi karena kondisi ekonomi yang dapat merugikan investasi. Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi melambat dan banyak hal yang harus dikorbankan pengusaha untuk mengatasi kerugian usaha.

Saat resesi, perusahaan harus mengurangi produksi karena kekurangan permintaan konsumen. Kekurangan permintaan menimbulkan banyak barang meluap pasar jika produksi terus beroperasional. Kelimpahan barang yang berada di pasar membuat persaingan penjualan semakin tinggi dan harga barang akan terus menurun. Dengan itu, perusahaan hanya dapat melakukan pemutusan hubungan kerja daripada menetapkan penjualan yang merugikan. Di luar itu, pemerintah juga bertindak dalam mengatasi resesi ekonomi dengan melakukan kebijakan-kebijakan seperti finansial, fiskal dan moneter.

Pada Juli 2022, Indonesia adalah negara yang termasuk stabil selama resesi global karena tingkat inflasi yang relatif sangat kecil. Walaupun tingkat inflasi yang signifikan lebih kecil dari negara lain, net impor dan ekspor perdagangan dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi. Jika harga barang impor yang masuk ke Indonesia sangat fluktuatif, maka akan menyulitkan subsidi untuk rakyat yang membutuhkannya. Karena inflasi di negara-negara lain relatif tinggi, Indonesia harus mencari mitra dagang untuk mencari permintaan barang yang dapat Indonesia ekspor. Harga komoditas pangan yang tinggi dapat meningkatkan inflasi yang mempengaruhi daya beli domestik, maka itu penerimaan ekspor harus dikuatkan.    

Berdasarkan penjelasan diatas, resesi ekonomi merupakan sifat yang mutlak dan menyebabkan kerugian yang terjamin. Terlepas dari seberapa besar atau kecil dampaknya, membiarkan kewaspadaan terhadap resesi akan menimbulkan efek kupu-kupu yang dapat menyebabkan banyak kegagalan ekonomi yang fatal. Kegagalan seperti itu akan menyebabkan masalah besar bagi bisnis lokal untuk beroperasi karena kerugian penjualan yang tak terhindarkan di pasar. Bisnis lokal harus bertindak selama resesi ekonomi dan tidak terlalu bergantung pada kebijakan pemerintah, seperti memberhentikan pekerja dan mengurangi produksi untuk sementara waktu. Bisnis lokal harus bersabar dalam menjalankan bisnisnya dalam resesi ekonomi karena pada titik di mana efek resesi memburuk, kerugian yang dapat menyebabkan utang atau bahkan kebangkrutan lebih kecil kemungkinannya terjadi.

Daftar Pustaka:

Miraza, Bachtiar Hassan (Desember, 2019) Seputar Resesi dan Depresi 

Ismawanto (2009) “Pengertian Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro” Ekonomi untuk SMA dan MA kelas X, hal 93-95

Purwanti, Teti (Juli, 2022) RI Bakal Aman dari Resesi, Ini Buktinya https://www.cnbcindonesia.com/market/20220721084340-17-357279/ri-bakal-aman-dari-resesi-ini-buktinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *