Media Parahyangan

Menulis Untuk Indonesia

Athletic Club: Klub Unik Asal Basque yang Hanya Merekrut Pemain Lokal

3 min read

OLAHRAGA, MP—Salah satu klub sepakbola terbesar di Spanyol, Athletic Club atau Athletic Bilbao memiliki identitas yang kuat yaitu merekrut pemain lokal dari wilayah Basque, sehingga menjadikan klub ini merupakan salah satu klub terunik di Spanyol. Klub ini berdiri pada tahun 1889 dan nama Bilbao diambil dari tempat asal klub ini, yang terletak di Provinsi Biscay di Negara Bagian Basque, Spanyol.

Keunikan yang dimiliki oleh Athletic Club datang dari sejarah yang panjang dan hasil dari rasa kebanggaan terhadap daerahnya sendiri yang merupakan ciri khas negara Spanyol. Misalnya, daerah-daerah di Spanyol seperti Negara Bagian Catalonia yang memiliki khas dan identitasnya sendiri dan tidak ingin disamakan dengan daerah-daerah lainnya di Spanyol dan hal ini juga berlaku di Basque dan diserap oleh Athletic Club sebagai identitas Basque. 

Keunikan Athletic sendiri datang dari kebijakan transfer yang mewajibkan mendatangkan pemain asli yang lahir di wilayah Basque yang meliputi daerah Biscay, Gipuzkoa, Alava, Navarre, Labourd, Soule, dan Navarre Bawah. 

Kebijakan ini membuat klub ini merekrut pemain dari akademi sendiri melainkan membeli pemain dari klub lain yang belum tentu memiliki pemain asli asal Basque. Tetapi, pemain tersebut juga boleh berasal dari luar wilayah Basque tetapi memiliki keturunan Basque atau pernah tinggal lama di Basque seperti Bixente Lizarazu yang merupakan orang Perancis tetapi berasal dari wilayah Basque yang masuk kedalam wilayah Prancis, Cristian Ganea, pemain Rumania yang menghabiskan masa remajanya di Basque, sehingga dapat membela Athletic Club dan pemain Manchester City berkebangsaan Prancis yang dibeli dari Athletic Club, yaitu Aymeric Laporte.

Dari keunikan tersebut dapat dilihat bahwa Athletic Club adalah salah satu klub di kasta tertinggi Liga Spanyol yang tidak mengikuti arus perubahan yang terjadi dalam dunia sepakbola pada umumnya terutama dalam hal transfer pemain. Kita melihat banyak tim-tim top asal Spanyol seperti Real Madrid, Atletico Madrid, dan Barcelona rela belanja pemain secara jor-joran demi meraih prestasi yang diinginkan oleh klub dan pendukungnya. Barcelona yang memiliki khas Catalan dengan akademi La Masia-nya saja tetap membeli pemain dari luar akademinya bahkan luar wilayah Catalonia demi kepentingan tim. Tetapi hal ini tidak dilakukan oleh Athletic Club demi menjaga tradisi yang sudah dilaksanakan secara turun menurun.

Berbeda juga dengan tim-tim lain di wilayah Basque seperti Osasuna, Eibar, bahkan Real Sociedad yang merupakan rival terbesar Athletic sudah mengandalkan pemain diluar wilayah Basque demi memperkuat timnya. 

Kebijakan di Bawah Rezim Franco

Spanyol pernah mengalami pemerintahan otoritarian yang dipimpin oleh seorang diktator yang bernama Francisco Franco, setelah Franco dan simpatisannya berhasil menggulingkan Kerajaan Spanyol dan berkuasa dari tahun 1939-1975. Di Bawah kepemimpinannya, Spanyol harus didominasi oleh aspek-aspek sosial yang hanya bernuansa Spanyol, sehingga identitas yang merupakan bukan identitas Spanyol harus dihilangkan. Hal ini juga mempengaruhi bidang sepakbola juga, seperti tim-tim asal Madrid lebih diuntungkan ketimbang tim-tim di luar Madrid atau tim yang berasal dari daerah yang memiliki identitas yang kuat seperti tim yang berasal dari Basque dan Catalonia. Pada tahun 1941, Athletic yang merupakan bahasa Basque dipaksa untuk diubah menjadi Atletico Bilbao. Bahkan, kebijakan transfer pemain yang mewajibkan mendatangkan pemain asli dari wilayah Basque juga ditiadakan untuk menjaga identitas Castilian yang diutarakan oleh Franco pada masa kepemimpinannya.

Menjaga Identitas Di Tengah Perkembangan Industri Sepakbola

Seiring perkembangan industri sepak bola yang semakin pesat, membuat banyak tim-tim besar eropa mulai memberi perhatian lebih terhadap aspek komersial selain aspek teknis dalam sebuah tim. Banyak investor besar yang mengakuisisi klub-klub besar eropa untuk kepentingan komersial, seperti investor asal Tiongkok, Amerika Serikat, dan Timur Tengah seperti Arab Saudi, UEA, dan Qatar. Kehadiran investor besar tersebut juga membuat banyak tim sepak bola eropa melakukan transfer pemain secara besar-besaran dengan nilai yang fantastis. Hal ini sangat berpengaruh pada kualitas tim sepakbola tersebut, sehingga mengakibatkan ketimpangan. 

Beberapa tim yang memiliki identitas tersendiri seperti Barcelona harus berbenah dan pelan-pelan meninggalkan identitas aslinya seperti La Masia. Berbeda dengan Athletic Club yang tetap mempertahankan identitasnya sebagai tim yang merepresentasikan Wilayah Basque di Spanyol. Athletic Club tetap mempertahankan ciri khasnya yaitu, merekrut atau membeli pemain yang lahir atau memiliki keturunan Basque. Hal ini membuat Athletic Club merupakan salah satu klub yang sangat sulit untuk diakuisisi oleh investor besar manapun. Tetapi, kebanyakan pemain jebolan Athletic Club diminati oleh banyak tim besar Eropa, sehingga tim ini tetap mendapatkan keuntungan dari penjualan pemain walaupun pada akhirnya hal tersebut berdampak pada performa tim yang tidak begitu bagus.

Penulis: Rulih Adi Setia

Editor: Muhammad Rizky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.