Media Parahyangan

Menulis Untuk Indonesia

Mahasiswa Bandung: (Kembali) Menggugat Negara

2 min read

BANDUNG, MPAksi unjuk rasa oleh mahasiswa dari berbagai aliansi kembali dilaksanakan pada hari Kamis (21/04) di Jalan Diponegoro, Bandung tepatnya di sekitaran Gedung Sate. Aksi ini kembali digelar untuk menuntut ketegasan pemerintah dalam menanggapi tuntutan yang sebelumnya sudah sempat disuarakan dalam aksi demonstrasi pada Senin (11/04). Tuntutan tersebut, meliputi penolakan perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode, penolakan kenaikan harga minyak goreng, kenaikan BBM, dan beberapa hal lainnya.

Tetap Menolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dan Kenaikan BBM

Sebelumnya, wacana perpanjangan masa jabatan ini memang sudah menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak. Hal ini dianggap tidak sesuai dengan UUD 1945 Pasal 7 yang berbunyi, “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.” Selain itu, kenaikan BBM juga meresahkan masyarakat karena dianggap akan sangat memengaruhi harga bahan pokok kedepannya. 

“Pertama, kami tetap mengawal penolakan tiga periode. Kedua, persoalan kenaikan BBM yang nanti kemungkinan akan melonjak di bulan Mei, menjelang Idul Fitri dan berakhir Idul Fitri,” ujar Agung Andrian, Juru bicara AMJM (Aliansi Mahasiswa Jabar Menggugat) kepada Jabar Ekspres, Kamis (21/4).

“Meskipun presiden sudah statement (menggelar Pemilu 2024). Kita akan terus kawal wacana tiga periode, apalagi juga masalah BBM yang nanti solar juga ikut naik,” ujarnya juga kepada detikJabar.

Tetap Menolak Kenaikan Harga Minyak Goreng

Selanjutnya, kelangkaan minyak goreng yang menyebabkan harga minyak mengalami lonjakan yang begitu besar juga dianggap akan berdampak sangat luas bagi masyarakat luas dari berbagai aspek. AMJM mengharapkan ada hukuman berat bagi mafia minyak goreng sebagai bentuk tindak tegas pemerintah.

“Karena dampak dari (kelangkaan) minyak goreng ini sangat luas (dampaknya) kepada masyarakat,” sambung Agung kepada Jabar Ekspres.

Tuntutan AMJM Kepada Pemerintah

Tuntutan lain yang juga menjadi dasar aksi unjuk rasa pada Kamis (21/04) adalah

  1. Menciptakan ruang aman gender di kampus;
  2. Menegaskan UU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual);
  3. Memperbaiki tata niaga barang atau jasa Indonesia;
  4. Memperbaiki sistem pendidikan Indonesia;
  5. Menolak kenaikan PPN dan PPH;
  6. Menegakkan reforma agraria sejati; dan
  7. Menindak aparat pelanggar perkapolri terkait pengendalian massa.

Tuntutan yang disuarakan ini diharapkan dapat didengar dan ditanggapi sebaik mungkin agar tidak diperlukan lagi aksi unjuk rasa kembali yang takutnya akan semakin sulit dikontrol dan anarkis.

Reporter/Penulis: Marnida Harnia, Andrian Rizky

Editor: Muhammad Rizky

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *