Media Parahyangan

Menulis Untuk Indonesia

Pencabutan Kebijakan Swab untuk Kebangkitan Ekonomi

2 min read

Ilustrasi pengambilan sample antigen/PCR.
(Sumber: VOI)

NASIONAL, MP—Pemerintah resmi mencabut kebijakan swab antigen atau PCR untuk perjalanan domestik maupun luar negeri. Pencabutan ini sebagai lanjutan dari pernyataan resmi pemerintah mengenai peralihan status Covid-19 dari pandemi menjadi endemi. Kebijakan ini sudah berlaku sejak 8 Maret 2022 dan sudah diterapkan di setiap moda transportasi di seluruh Indonesia. Kebijakan ini juga dilakukan untuk menghidupkan kembali ekonomi negara.

Walaupun kasus Covid-19 masih bermunculan dan level PPKM di beberapa kota di Indonesia masih menempati level 3, kebijakan ini diutamakan untuk masyarakat yang sudah menerima vaksin minimal dua dosis.

Jadi, setelah kebijakan ini diresmikan, bagi masyarakat yang sudah di vaksin minimal dua dosis dan ingin bepergian, sudah tidak memerlukan lagi surat keterangan yang menyatakan bebas atau negatif Covid-19.

Kebijakan baru ini juga diperkuat melalui Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), yang ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto, Selasa (08/03).

Kebijakan ini untuk membantu pemulihan ekonomi

Kebijakan ini juga menjadi bagian dalam rangka memulihkan ekonomi Indonesia. Banyak sektor ekonomi Indonesia yang sangat terdampak oleh pandemi terutama sektor pariwisata.

Contohnya pada saat mudik lebaran. Pada saat mudik lebaran, kebijakan ini diterapkan untuk calon pemudik yang sudah menerima 3 dosis vaksin. Sehingga dengan dilonggarkan kebijakan ini, jasa-jasa transportasi bisa kembali berjalan seperti normal lagi.

Lalu, kebijakan ini juga membantu menghidupkan jasa penginapan seperti hotel untuk menarik wisatawan dengan memberikan diskon bagi wisatawan yang ingin menggunakan jasa-jasa tersebut.

Kebijakan ini juga untuk menarik wisatawan terutama melalui event-event besar yang akan dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2022, seperti MotoGP di Mandalika yang sudah dilaksanakan. Sehingga melalui kebijakan ini, mulai bermunculan daerah ekonomi baru yang bisa menguntungkan buat negara.

Bagaimana jika kasus Covid-19 kembali melonjak?

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, pemerintah sudah menyiapkan beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19. Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah akan menyiapkan telemedisin untuk pasien covid-19 yang melakukan isolasi dan pemerintah juga akan memperkuat testing-tracing untuk melacak penyebaran kasus Covid-19.

Walaupun kebijakan wajib swab antigen-PCR dicabut, pemeriksaan antigen dan PCR masih tersedia. Hal ini diutamakan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan, tetapi belum menerima vaksin minimal dua dosis dan masyarakat yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan sehingga tidak bisa mengambil vaksin covid-19.

Kebijakan ini sudah diterapkan sejak 8 Maret 2022 sampai waktu yang tidak ditentukan dan pemerintah akan mengevaluasi kembali kebijakan ini sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Penulis: Rulih Adi Setia

Editor: Muhammad Rizky

Leave a Reply

Your email address will not be published.