Media Parahyangan

Menulis Untuk Indonesia

Dampak Konflik Rusia dan Ukraina Terhadap Dunia Internasional

9 min read

Latar Belakang Masalah

Terjadinya invasi yang dilakukan oleh Rusia kepada Ukraina, pada 24 Februari 2022, menjadi salah satu isu yang sedang hangat dibahas oleh dunia global. Presiden Rusia yaitu Putin, mengatakan bahwa tujuan utama dari Rusia menyerang Ukraina adalah sebagai bentuk upaya untuk melindungi rakyat Ukraina dari serangan genosida beserta intimidasi, oleh kaum demiliterisasi dan de-Nazifikasi di Ukraina. Tetapi ditemukan fakta bahwa serangan yang dilakukan Rusia kepada Ukraina didasari oleh keinginan Ukraina untuk bergabung ke dalam aliansi NATO.  Hal ini dikarenakan Ukraina merupakan salah satu rival Rusia, sehingga menimbulkan ketegangan antara pihak Rusia dengan Ukraina. Tidak hanya itu, terjadinya invasi yang dilakukan Rusia kepada Ukraina memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap secara global, seperti pada sektor ekonomi, politik, maupun sosial. Oleh karena itu, kami merumuskan pertanyaan penelitian dari permasalahan yang diangkat yakni “Bagaimana dampak konflik Rusia-Ukraina terhadap kondisi sosial, politik dan ekonomi dunia internasional?”

Tujuan Penulisan

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan memberikan informasi yang akurat mengenai penyebab terjadinya peperangan Rusia dan Ukraina. Selain itu, penelitian ini ditujukan untuk meluruskan sekaligus memberikan sejumlah informasi faktual seputar ketegangan sosial politik antara Rusia dengan Ukraina. Selanjutnya, penelitian ini akan menganalisis dampak konflik Rusia dan Ukraina terhadap politik, ekonomi, dan sosial. 

Metode Penelitian 

Penelitian mengenai konflik Rusia-Ukraina ini dilakukan dengan menggunakan metode Desk Study yaitu mengumpulkan berbagai data sekunder yang berasal dari laman berita dan beberapa jurnal. Hal ini dilakukan oleh penulis karena banyaknya akses informasi yang dapat diperoleh dari berbagai macam sumber di internet sehingga Desk Study menjadi metode yang paling tepat serta memungkinkan untuk membantu proses penelitian mengenai permasalahan yang dibahas.

Landasan Teori

Balance of Threat

Menurut salah satu dosen ilmu hubungan internasional di Harvard Kennedy School, Stephen M. Walt, Teori Keseimbangan Ancaman atau Balance of Threat dapat didefinisikan sebagai sebuah kondisi sosial politik, dimana setiap negara melakukan berbagai macam upaya sebagai strategi untuk mencegah adanya negara yang memiliki kekuatan dominan yang dimana secara tidak langsung menjadi sebuah ancaman bagi negara lain (Audra, 2019). Dapat disimpulkan bahwa ketika sebuah negara meningkatkan kekuatan secara signifikan, maka akan memberikan efek domino atau ancaman terhadap negara-negara kecil yang berada di sekitar mereka.   

Untuk memperkuat argumen kami menggunakan teori Balance of Threat terhadap konflik Rusia dan Ukraina, kami menggunakan salah satu sumber dari peneliti terdahulu yang menyatakan hal serupa. Berdasarkan sumber dari Vox, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia mendapatkan kekuatan dari Ukraina dan negara-negara di Eropa lain merupakan salah satu bentuk perjuangannya serta kehidupan dunia internasional bergantung pada keseimbangan sosial politik (Illing, 2022). Maka dari itu, Rusia berpegang teguh pada pernyataan bahwa dunia akan seimbang jika kedua kubu memiliki kekuatan yang sama sehingga jika salah satunya ada yang meningkatkan kekuatan maka yang lainnya dapat menjaga keseimbangan dari kekuatan tersebut. Pemerintah Rusia merasakan kekecewaan yang cukup mendalam ketika negara-negara yang memisahkan diri dari mereka mulai melakukan kejahatan genosida pada etnis Rusia. 

Hasil Penelitian dan Analisa

Beberapa dampak yang ditimbulkan oleh konflik Ukraina dan Rusia tidak hanya dirasakan oleh kedua negara tersebut, melainkan juga oleh dunia internasional, baik dalam bidang ekonomi, politik hingga sosial. Berdasarkan dari data yang telah diperoleh, berikut merupakan penjelasan dampak tersebut: 

Ekonomi

Tidak bisa dipungkiri bahwa ketegangan politik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina sendiri memberikan dampak yang cukup signifikan dalam aspek ekonomi. Sanksi ekonomi diberikan oleh NATO bersama negara barat lainnya kepada Rusia yang secara tidak langsung turut mempengaruhi fluktuasi berbagai macam harga komoditas seperti minyak bumi dan gas alam. Rusia sendiri merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi dan gas alam terbesar di dunia (Qothrunnada, Kholida, 2022). Akibat sanksi ekonomi terhadap Rusia, stabilitas harga komoditas terdampak. Secara tidak langsung, sanksi ekonomi yang diberikan menghambat pergerakan distribusi logistik komoditas barang dalam perdagangan internasional, terlebih sektor yang terdampak memiliki nilai esensial tersendiri dalam kehidupan masyarakat (SINDO, 2022). 

Selain itu, konflik tersebut juga menimbulkan dampak terhadap kenaikan harga komoditas pangan di seluruh dunia. Hal ini mempengaruhi kondisi komoditas dalam lingkup nasional Indonesia, terlebih minyak dan bahan pokok seperti gandum masih menjadi salah satu komoditas yang cukup penting di Indonesia. Kenaikan harga minyak sendiri hingga saat ini masih berada diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh kementerian perdagangan, dengan nominal sebesar 17.100 rupiah per liter (Wahyudi, Nyoman Ary, 2022). Kenaikan harga tersebut mengakibatkan terkikisnya aliran kas dalam BUMN, yang sekaligus memperoleh tekanan di bawah utang. (Bramasta, Dendy Bayu, 2022).

Politik 

  •  Perluasan konflik 

Perang antara Rusia dan Ukraina ini menyebabkan potensi-potensi perluasan konflik hingga ke Asia Tenggara. Peneliti Ahmad Khoirul Umam dari Paramadina Graduate School of Diplomacy mengatakan bahwa negara-negara di Asia Tenggara harus dapat mengantisipasi perluasan konflik agar tidak meluas ke Asia Tenggara. Konsolidasi kekuatan dalam upaya perimbangan kekuatan (Balance of Power) oleh AUKUS di Indo-Pasifik memungkinkan terjadinya ajang pertempuran di antara dua kekuatan besar di kawasan. 

  • Melanggar hukum internasional 

Invasi Rusia ke Ukraina dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional. Beberapa hukum yang dilanggar oleh Rusia adalah sebagai berikut: 

  1. Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB tentang penggunaan kekerasan, Resolusi Majelis Umum PBB No. 2625 Tahun 1970 tentang “The Declaration On Principles Of International Law Concerning Friendly Relations And Co-Operation Among States”
  2. Resolusi Majelis Umum PBB No. 2131 Tahun 1965 tentang “Declaration On Inadmissibility Of Intervention In The Domestic Affairs Of States And The Protection Of Their Independence And Sovereignty”
  3. Perjanjian bilateral antara Rusia dengan Ukraina seperti “The Treaty on Friendship, Cooperation and Partnership between Russia and Ukraine” yang ditandatangani pada tahun 1997. 

Oleh karena itu, PBB, Amerika Serikat dan Inggris seharusnya dapat menerapkan sanksi ekonomi dan finansial terhadap Rusia. 

  • Hubungan Rusia-Indonesia

Indonesia dan 140 negara lainnya menyetujui resolusi PBB mengenai permintaan terhadap Moskow untuk menghentikan invasi dan menarik tentaranya dari Ukraina. Hal ini akan mempengaruhi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia karena tindakan Indonesia ini akan dianggap tidak pro-rusia. Jika konflik Rusia-Ukraina berkepanjangan maka akan mempengaruhi hubungan antara Indonesia-Rusia. Maka, dalam hal ini Indonesia diminta untuk mendorong penghentian konflik Rusia-Ukraina. Hubungan baik antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Joko Widodo sangat memungkinkan Indonesia untuk  memiliki kemampuan dalam membantu menghentikan invasi Rusia ke Ukraina. 

Sosial

Dampak internal terhadap masyarakat kedua belah pihak

  1. Ukraina 

Operasi militer yang dilakukan oleh Rusia tidak hanya menghancurkan gedung, bangunan, serta fasilitas umum di Ukraina, tetapi juga menimbulkan trauma secara fisik maupun mental, baik terhadap orang dewasa hingga anak-anak. Masyarakat Ukraina terpaksa mengungsi di stasiun kereta bawah tanah, basement, bermigrasi ke negara terdekat, bahkan ada pula yang melarikan diri ke bukit-bukit dan hutan. Ketakutan dan kegelisahan warga atas serangan militer Rusia turut menimbulkan panic buying, mengakibatkan kekosongan stok makanan, minuman, dan kebutuhan primer lainnya. 

Sejak 27 Februari hingga detik ini, UNICEF dan WHO turut berkontribusi dalam emergency supplies, first aid kits, surgical care, dan trauma supplies untuk rumah sakit serta pusat medis di Kyiv dan Kharkiv. Operasi kemanusiaan juga memasok bantuan makanan dasar, dukungan untuk infrastruktur air dan sanitasi yang terpengaruh oleh penembakan langsung maupun tidak langsung.

  1. Rusia

Warga Rusia sendiri memiliki perspektif dan reaksi yang berbeda-beda terhadap konflik negara mereka dengan Ukraina. Ada yang bersikap skeptis dan tidak acuh, ada yang kecewa dan menginginkan perdamaian, namun ada pula yang mendukung serangan yang diluncurkan ke Ukraina.

Terbagi dua kubu masyarakat dunia yang mendukung Rusia atau Ukraina

Melalui serangan yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina, hal tersebut menimbulkan berbagai tanggapan serta dampak kepada masyarakat global, baik secara politik, ekonomi, dan sosial. Jika dilihat berdasarkan pola dampak yang terjadi kepada sektor ekonomi, politik, dan sosial, terdapat adanya hubungan keterkaitan antara satu sama lain. Tetapi pada bagian ini, akan dibahas mengenai dampak sosial dari invasi yang di lakukan Rusia kepada Ukraina dalam wujud terbaginya masyarakat global ke dalam dua kubu terhadap konflik yang ada. 

  1. Pro Ukraina

Berdasarkan laporan Majelis PBB, sebanyak 141 negara anggota PBB mendukung kemerdekaan dan kedaulatan bagi Ukraina dari serangan Rusia. Terdapat 90 negara anggota PBB menyatakan agar Rusia menarik seluruh pasukannya dari wilayah Ukraina dan menghentikan invasi. Ini terjadi karena timbul keprihatinan anggota PBB yang mendukung Ukraina atas penyerangan fasilitas publik di Ukraina, seperti sekolah, rumah sakit, tempat tinggal, dsb, yang dilakukan oleh Rusia. Tindakan pelanggaran kemanusiaan yang terjadi di Ukraina oleh Rusia membutuhkan pertolongan secepatnya dari PBB, mulai dari makanan, perlindungan, dan fasilitas kesehatan sehingga dukungan ini dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk menegakan kembali rasa kemanusiaan yang ada di Ukraina. 

  1. Pro Rusia

Kita bisa melihat bahwa banyaknya dukungan yang diberikan oleh negara anggota PBB kepada kemerdekaan Ukraina dari invasi Rusia. Tetapi, tidak semua negara memberikan dukungannya kepada Ukraina. Terdapat beberapa negara anggota PBB yang memilih untuk menentang kebebasan Ukraina dari Rusia. Negara-negara anggota PBB yang tidak mendukung resolusi PBB untuk membebaskan Ukraina dari serangan Rusia tersebut seperti, negara anggota BRICS (Afrika Selatan, India, dan China) dan 25 negara di Afrika yang memilih untuk menolak dan abstain dari resolusi PBB tersebut. Terdapat faktor penyebab negara-negara tersebut memilih untuk tidak mendukung resolusi PBB, dan justru mendukung gerakan Rusia terhadap Ukraina, yaitu adanya hubungan erat antara Rusia dengan negara-negara tersebut, mulai dari segi ekonomi hingga politik, yang saling terkait antara satu sama lain. 

Analisa dan Pembahasan (Pembahasan)

Dapat dilihat dalam konflik Rusia-Ukraina ini selaras dengan salah satu teori hubungan internasional yaitu Balance of Threat. Sebagaimana telah dijelaskan di bagian Landasan Teori, Balance of Threat merupakan upaya yang dilakukan oleh sebuah negara untuk menyeimbangkan kekuatannya ketika merasa dirinya terancam. Upaya ini dapat diaplikasikan pada berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, politik maupun budaya. Namun, terkadang upaya yang dilakukan ini dapat merugikan negara-negara lain dan menimbulkan konflik baru hingga mengancam kondisi negara lain. Seperti halnya Rusia yang berupaya untuk menyeimbangkan kekuatannya ketika negara bekas sekutu ingin menjadi sekutu lawan yaitu Ukraina yang awalnya ingin bergabung ke dalam aliansi NATO. Selain itu, Rusia merasa keamanan negaranya terancam ketika NATO meletakan pangkalan militernya di Ukraina. Oleh sebab itu, sejalan dengan teori Balance of Threat, pemerintah melakukan sejumlah tindakan politik, seperti mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk yang sebelumnya telah mereka kuasai. Hal ini dilakukan oleh Rusia agar dapat membangun pangkalan militernya di kedua negara tersebut untuk melancarkan invasi ke Ukraina karena letaknya yang strategis. Upaya yang dilakukan oleh Rusia ini kemudian menimbulkan berbagai kerugian bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa tindakan atau upaya negara dalam menyeimbangkan kekuatan dapat berdampak buruk bagi negara lain di sekitarnya. Dampak ini kemudian benar dirasakan secara global termasuk Indonesia, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. 

Kesimpulan

Konflik yang terjadi antara pihak Rusia bersama Ukraina sendiri memiliki pengalaman historis yang cukup panjang. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, seperti kekhawatiran pemerintah Rusia akan sebuah ancaman geopolitik yang dihadapi ketika Pemerintah Ukraina membangun hubungan diplomasi yang lebih erat bersama dengan negara barat atau aliansi NATO. Oleh sebab itu, konflik atau invasi militer menjadi salah satu jalan yang diambil oleh pemerintah Rusia untuk melawan tindakan tersebut. Meskipun demikian, perlu disadari bahwa jalan yang diambil oleh kedua negara tersebut secara tidak langsung memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai macam aspek, mulai dari ekonomi hingga sosial politik dalam dunia internasional. Dalam hal ini, Indonesia menjadi salah satu negara terdampak dari ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina.

Penulis: Bennedictus Iskandar, Fiorela Sofian, Reysha Carnimata, Theresa Aurel

Editor: Eleazar Casaldo

Daftar Pustaka

Agustiyani. (2022). Perang Rusia dan Ukraina Pecah, Bagaimana Dampak ke Ekonomi Dunia? Katadata.co.id.https://katadata.co.id/agustiyanti/finansial/621756b84bbf7/perang-rusia-dan-ukraina-pecah-bagaimana-dampak-ke-ekonomi-dunia.

Al Jazeera. (2022). Why has “Z” been embraced by supporters of Russia’s Ukraine War?. https://www.aljazeera.com/news/2022/3/8/why-has-z-been-embraced-by-supporters-of-russias-ukraine-war

Bayu Bramasta, Dandy. (2022). Sederet Dampak Perang Rusia Ukraina bagi Ekonomi Indonesia. Kompas.com.https://www.kompas.com/tren/read/2022/03/05/173000965/sederet-dampak-perang-rusia-ukraina-bagi-ekonomi-indonesia?page=all

DBpedia. About: Balance of Threat. https://dbpedia.org/page/Balance_of_threat

Faudi, Fauzan.(2022). Indonesia, G-20, dan Resolusi Konflik Rusia-Ukraina. Sindonews.com.https://nasional.sindonews.com/read/702541/18/indonesia-g-20-dan-resolusi-konflik-rusia-ukraina-1646352184

Illing, Sean. (2022). How the war in Ukraine could change history. vox.com.https://www.vox.com/2022/3/5/22955197/russia-ukraine-war-europe-america-world-war-3 

Kirby, Jen & Jonathan Guyer. (2022).The increasingly complicated Russia-Ukraine crisis, explained.

Kirby, Paul. (2022). Mengapa Rusia menyerbu Ukraina dan apa yang diinginkan Putin dengan meluncurkan ‘operasi militer khusus’? BBC News Indonesia.https://www.bbc.com/indonesia/dunia-60507911  Vox.com. https://www.vox.com/22917719/russia-ukraine-invasion-border-crisis-nato-explained

Kurtzer, Jacob., Andrew Lohsen., Catherine Nzuki., Erol Yayboke. (2022). The Civilian Impacts of a Possible Russian Invasion of Ukraine. CSIS. https://www.csis.org/analysis/civilian-impacts-possible-russian-invasion-ukraine 

Belekubun, Rivaldo, Sejarah, Pengertian, dan Relevansi Sistem Balance of Power Sebagai Mekanisme Keamanan dalam Skema Perpolitikan Internasional,  Airlangga: Universitas Airlangga, 2019: 3, https://www.researchgate.net/publication/336915333_Sejarah_Pengertian_dan_Relevansi_Sistem_Balance_of_Power_Sebagai_Mekanisme_Keamanan_dalam_Skema_Perpolitikan_Internasional 

Pamuk, Humeyra., & Jonathan Landay. (2022). U.N. General Assembly in historic vote denounces Russia over Ukraine invasion. Reuters. https://www.reuters.com/world/un-general-assembly-set-censure-russia-over-ukraine-invasion-2022-03-02/

Qothrunnada, Kholida. (2022). Rusia Dibombardir Sanksi Ekonomi, Ini Daftarnya. Detikfinance. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5972112/rusia-dibombardir-sanksi-ekonomi-ini-daftarnya 

Rahmawati, Wahyu T. (2022). Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Ekonomi & Pasar Keuangan Indonesia Terbatas. Kontan.co.id. https://investasi.kontan.co.id/news/dampak-perang-rusia-ukraina-terhadap-ekonomi-pasar-keuangan-indonesia-terbatas 

Santoso, Bangun. (2022). Geger Invasi Di Ukraina, Bagaimana Perkembangan Hubungan Indonesia Dengan Rusia Saat Ini? suara.com.https://www.suara.com/news/2022/02/27/120524/geger-invasi-di-ukraina-bagaimana-perkembangan-hubungan-indonesia-dengan-rusia-saat-ini 

Sindonews.com. (2022).Waspadai Dampak Ekonomi Perang Rusia-Ukraina. Diambil dari https://nasional.sindonews.com/read/699809/16/waspadai-dampak-ekonomi-perang-rusia-ukraina-1646110995

Tim detikJateng. (2022). Pakar Ungkap Sederet Dampak Perang Rusia-Ukraina Bagi Indonesia. detikjateng.https://www.detik.com/jateng/berita/d-5958426/pakar-ungkap-sederet-dampak-perang-rusia-ukraina-bagi-indonesia

Vorobyov, Niko. (2022). How do Ukrainians in Russia feel about the crisis? Aljazeera. https://www.aljazeera.com/news/2022/2/11/fears-and-hopes-behind-ukrainians-living-in-russia 

 Yanuar, Yudono. (2022). Pasukan Ukraina Pertahankan Kyiv, Rusia Serang Pangkalan Minyak. Tempo.com.https://dunia.tempo.co/read/1565291/pasukan-ukraina-pertahankan-kyiv-rusia-serang-pangkalan-minyak 

Leave a Reply

Your email address will not be published.