Yayasan Tegur Kontraktor Masalah Debu dan Becek

Suasana dialog bersama yayasan yang diadakan pada Jumat (4/12) di Gedung Rektorat Lantai 2. Dialog tersebut diadakan untuk mencari solusi dari dampak pembangnan PPAG / dok. Kristiana Devina Suasana dialog bersama yayasan yang diadakan pada Jumat (4/12) di Gedung Rektorat Lantai 2. Dialog tersebut diadakan untuk mencari solusi dari dampak pembangnan PPAG / dok. Kristiana Devina

STOPPRESS MP, UNPAR – Akibat dilaksanakannya pembangunan gedung baru PPAG menimbulkan dampak jalan yang berdebu dan becek di sekitar wilayah kampus yang berujung pada keluhan mahasiswa. Menyikapi hal tersebut Yayasan akui seringkali menegur pihak kontraktor. 

“Kalau ada mahasiswa yang complain mengenai jalan yang berdebu dan becek maka saya akan tegur kontraktor,” ujar Iwan Supriadi selaku ketua Yayasan Unpar. Ia menyampaikan bahwa permasalahan tersebut sudah ia pikirkan sebagai dampak dari dilangsungkannya pembangunan, “saya sudah terus-terusan sampaikan pada kontraktor kalau ada yang rusak dan becek harus dibenahi”.

Terkait keluhan dari mahasiswa Iwan menyampaikan akan menampungnya dan melakukan tindakan. “Saya akan tampung keluhan kalian dan menyampaikannya langsung pada kontraktor,” ujarnya. Namun diakui Iwan terkait masalah debu dan jalan yang becek tidak dapat diselesaikan 100 persen, “saya akan tegur kontraktor, hanya saja kalau minta 100 persen clean saya tidak sanggup”.

Iwan menyampaikan bahwa kontraktor dalam hal ini seringkali bermain nakal. Kontraktor yang bertugas menyiram debu, hanya menyiram apabila ada atasannya saja. “Tukangnya itu kan levelnya beda, suka main nakal, menyiram kalau ada yang awasi saja” jelasnya. Iwan juga menjelaskan bahwa debu kalau tidak ada hujan seharusnya selalu disiram, tapi jangan terlalu becek.

Leo Pangaribuan (FH 2012), menyampaikan keluhannya terkait hal tersebut, “masalah debu di musim hujan memang dapat diselesaikan, namun musim hujan tidak dapat ditentukan sehingga masalah debu belum terselesaikan”. Mengenai penyiraman debu disampaikan Unggul Fajar, ketua himpunan hukum 2015/2016, “yang harus dipastikan adalah konsistensinya jangan hanya sesekali”.

Iwan menyampaikan dalam mengatasi permasalahan debu, ia berkmasud menyumbangkan masker kepada setiap mahasiswa, “saya sudah berfikir untuk itu hanya saja belum terlaksana,” ujarnya.

VERONICA DWI LESTARI

Related posts

*

*

Top