Yayasan Sebut Kontraktor Pembangunan PPAG Bermain Nakal

Suasana  dialog bersama yayasan yang diadakan pada Jumat (4/12) di Gedung Rektorat Lantai 2. Dialog tersebut diadakan untuk mencari solusi dari dampak pembangunan PPAG / dok. Kristiana Devina Suasana dialog bersama yayasan yang diadakan pada Jumat (4/12) di Gedung Rektorat Lantai 2. Dialog tersebut diadakan untuk mencari solusi dari dampak pembangunan PPAG / dok. Kristiana Devina

STOPPRESS MP, UNPAR – Pembangunan Pusat Pembelajaran Arntz-Geisse (PPAG) sudah berjalan beberapa bulan dan tidak sedikit kegiatan pembangunan yang mengancam keamanan mahasiswa. Beberapa kasus sudah diadukan pada Tim PPAG dan Pihak Yayasan Unpar, dalam hal ini yayasan sebut kontraktor bermain nakal.

“Kontraktor itu biasa seperti itu, kalau bisa nyuri ya nyuri kesempatan, karena saya juga kontraktor jadi saya tahu,” kata Iwan Supriadi selaku Ketua Yayasan pada saat diadakan diskusi terkait somasi yang dilayangkan oleh mahasiswa di Gedung Rektorat Lantai 2, Jumat (4/12) lalu. Iwan menyebutkan bahwa kontraktor pasti sering melakukan kecurangan dan perbuatan yang nakal untuk menguntungkan dirinya sendiri.

Beberapa kasus yang mengancam keamanan mahasiswa sudah masuk laporan LKM. Beberapa diantaranya ialah debu yang masih banyak berterbangan di daerah kampus Unpar, penurunan alat-alat berat yang dilakukan pada saat jam keluarnya mahasiswa, dan pengangkatan tulang besi yang hampir mengenai kepala salah seorang mahasiswa yang lewat.

Dari kasus tersebut yayasan mengakui bahwa kegiatan tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab dari kontraktor. “Kontrakor banyak melakukan perbuatan yang ceroboh, saya sudah pernah memberikan surat peringatan kepada kontraktor terkait perbuatan-perbuatan mereka yang melanggar,” ujar Iwan.

Terkait penyiraman daerah yang berdebu, yayasan mengungkapkan bahwa kegiatan menyiram seharusnya menjadi tanggung jawab dari pihak kontraktor. Ia menyebutkan salah satu kenakalan yang dilakukan pihak kontraktor adalah jarang menyiram daerah yang berdebu dan baru akan disiram apabila atasannya datang.

Sedangkan mengenai pengangkatan tulang besi yang hampir mengenai kepala salah satu mahasiswa, yayasan akui sudah memberikan tindakan tegas.

Diadakan dialog untuk mencari solusi dari kegiatan pembangunan PPAG terkait surat somasi yang diajukan kepada pihak yayasan. Dialog ini diadakan di Gedung Rektorat Lantai 2 pada Jumat (4/12) lalu. Dalam dialog ini dihadiri oleh Ketua yayasan, Tim Pembangunan PPAG, Pihak Rektorat dan beberapa perwakilan mahasiswa LKM, MPM, serta himpunan-himpunan.

KRISTIANA DEVINA

Related posts

*

*

Top