Wawancara Stoppress dengan Capresma PM Unpar 2010, Hans Hendy

Stoppress-26April, Bandung– Hans Hendy dan Tanius Sebastian maju untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UNPAR periode 2010-2011. Apa latar belakang mereka maju? Program apa yang mereka tawarkan?

Waktu menunjukkan pukul setengah empat ketika Capresma Unpar Hans Hendy (Taknik Sipil 07) menemui tim stoppress- Anugrah Wahyudi dan Ananda Badudu- di kafe Bieldi depan Unpar. Mengenakan kemeja lengan panjang berwarna gelap dan ditemani seorang tim suksesnya, Hans terlihat santai sore itu. Sayangnya sesi wawancara ini harus berjalan tanpa kehadiran Tanius Sebastian (Hukum 07), pasangan Hans dalam pemilu. “Tanius lagi ketemu temennya”, ucap Hans sambil tersenyum. Berikut petikan wawancara Stoppress dengan Hans:

SP: Apa yang menjadi motivasi dan alasan anda untuk maju di pemilu ini?

H: Motivasi gua pertama adalah gua aktif berorganisasi dari awal masuk unpar, mulai dari tahun pertama gua sampai sekarang. Gua juga aktif berorganisasi intern di sipil dan menurut gua, makin kesini gua makin menemukan kesadaran bahwa di Persatuan Mahasiswa (PM) UNPAR ini masih banyak yang harus dibenahi mulai dari sisi koordinasinya maupun komunikasinya masih kurang. itu yang menjadi motivasi awal gua bahwa munculnya kesadaran untuk bisa membenahi hal-hal itu.

SP: Apa fenomena-fenomena yang anda  lihat?

H: Masih minimnya komunikasi dan koordinasi mulai dari orang-orang dalam himpunan maupun LKM.

SP:  Bisa cerita soal awal mula pertemuan dengan Tanius?

H: Gua udah lama kenal Tanius, teman dari waktu awal masuk kampus. Kita sering diskusi soal UNPAR ataupun fakultas dan jurusan masing-masing. Mulai dari kekritisan dan kegelisahan kita sebagai mahasiswa dan merasa masih banyak yang belum tersalurkan dan kita masih bergerak secara individual, begitu pula ketika gua tanyakan ke mahasiswa lain.

SP: Kapan kira-kira niat mencalonkan itu muncul? Seminggu lalu kah, Sebulan kah?

H: Wah, lupa juga, sekitar bulan Januari kalau ga salah.

SP: Hampir dapat dipastikan, semua kandidat yang mencalonkan diri itu melakukan bargaining-bargaining politik ke banyak pihak. Baik untuk mendapatkan dukungan suara ataupun alasan lainnya. Bagaimana tanggapan anda soal itu?

H: Kalau dari gua, gua lebih tertarik untuk maju kehimpunan atau UKM dengan membawa istilahnya, ‘ini lho yg ingin kita bawa’, dengan menanyakan kendala-kendala mereka selama LKM  kemarin, agar bisa menjadi evaluasi bagi gua kedepannya, gua lebih suka seperti itu sih, berpolitik, tapi politik yang sangat bersih, bukan berdasarkan  ‘Gua kasih jabatan ke elo,lo tolong cari  suara di jurusan lo masing-masing’, ga seperti itu. Gua lebih tertarik untuk menunjukkan apa yang gua bawa dan mahasiswa punya idealisme masing-masing untuk menentukan siapa yang akan memmpin PM UNPAR nanti. Karena menurut gua bargaining hanya akan akan mempersulit kinerja LKM nantinya.

SP: Disini (merujuk pada struktur LKM Hans-Tanius) anda menambahkan satu badan lagi dalam struktur LKM, yaitu Badan Pertimbangan. Apa itu?

H: Badan pertimbangan sebenarnya fungsinya sama seperti staff ahli, tapi karena gua melihat keterbatasan kemampuan dari seorang staff ahli yang cuma 1 orang namun mempunyai tugas yang cukup berat, gua tertarik buat mengadakan 3 orang dalam badan pertimbangan.

SP: Siapa kira-kira yang akan mengisi Badan Itu?

H: Badan ini akan berisi orang-orang aktif dan berkompeten dalam organisasi baik dari himpunan,LKM maupun MPM.Orang-orangnya belum bisa ditentuin sekarang.

SP: Ada ketakutan dan kekhawatiran dari banyak orang bahwa Anda akan memasukkan orang-orang terdekat dalam badan pertimbangan, penjelasan Anda?

H: Kita tidak bisa memungkiri bahwa banyak kepentingan-kepentingan dalam LKM, gua dan tanius sempet ngobrol, dan kita musti melihat kompetensi dari orang-orang. Kita akan mengutamakan kepentingan bersama dan mengesampingkan kepentingan politik. Dan kita bisa meyakinkan yang mengisi badan pertimbangan adalah orang-orang berkompeten dan bukan berisi orang-orang terdekat gua maupun yang memiliki kepentingan politik. Karena disini gua tidak melakukan bargaining.

SP: Bicara soal program, bisa tolong jelaskan program-program Anda? Program Sekolah Gratis itu apa maksudnya?

H: Program itu bukan seperti dana BOS atau kita memberikan subsidi, tapi dengan memberikan pengajaran-pengajaran kepada anak-anak jalanan supaya bisa mendapatkan pendidikan. Semacam sekolah informal dan akan dikerjakan oleh departemen sosial dan kemasyarakatan. Itu juga termasuk kegiatan rutin,bukan kegiatan setahun sekali,jadi bisa seminggu sekali dan berkelanjutan.

SP: Kalau Program Desa Binaan Unpar?

H: program kerja oleh Depsosmas, setiap jurusan kan punya program sosialnya sendiri-sendiri,kaya fisip dengan bakdesnya,hukum dengan bina desa, dan lain-lain. Cara masing-masing fakultas beda, kenapa tidak dibuat lagi dengan lingkup unpar dan menggabungkan berbagai kegiatan sosial dari setiap jurusan,konsepnya seperti itu,tapi untuk konkritnya belum kepikiran. Ini juga kegiatan jangka panjang.

SP: Program Peta Unpar?

H: Peta unpar : gua melihat masih banyak yang belum tahu fasilitas-fasilitas di UNPAR. Gedung mana ada dimana, gua pengen bikin penunjuk jalan di unpar.

SP: Tanggapan anda sendiri tentang Ospek bagaimana? Kira-kira Ospek akan seperti apa apabila Anda naik nanti?

H: Ospek adalah program kerja awal bagi LKM dan himpunan, ibaratnya acara awal gabungan. Gua sempat ngomong ke Romo Tarpin (Wakil Rektor III) dan Bu Rosmaida (Biro Administrasi dan Akademik Kemahasiswan) soal Ospek yang kenapa cuma 3 hari, mereka bilang karena berbentrokan dengan bulan puasa. Setelah terpilih nanti kenapa ga mengadakan forum besar dengan UKM, LKM, MPM dan himpunan…

SP: Rektorat?

H: Rektorat nanti dulu (tertawa)..kita sebagai PM UNPAR rapat dulu deh,apa saja yang kita mau,apa saja poin-poin penting yang mau kita ambil dari Ospek, selama itu menjadi kebutuhan mahasiswa yang perlu kita perjuangin. Lalu kita bilang ke rektorat. Selama itu menjadi kebutuhan mahasiswa dan kita bisa menjadi satu dan kita bisa mengkompromikan batasan-batasan dari rektorat,kenapa ga diperjuangin dan di diskusiin bareng.

SP: Jadi Anda setuju dengan adanya Ospek?

H: Ya, gua setuju. Selama muatan-muatannya dapat dipertanggung jawabkan.

SP: Bagaimana tanggapan Anda soal Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD-ART)? Biasanya itu jadi wacana panas, terutama pada masa2 Rapat Kerja PM Unpar.

H: Konkritnya ke arah mana ya?

SP: Mungkin masuk ranah pembagian tugas antara MPM-MPM yang memegang Yudikatif, legislatif, maupun LKM.

H: Menurut gua sistemnya udah berjalan dengan baik, mungkn  untuk menjalankannya saja yang perlu dibenahi.

SP: Bagaimana tanggapan Anda tentang Rapat Kerja, forum satu-satunya di PM UNPAR yang membuka peluang kita untuk mengadakan perubahan dalam Anggaran Dasar Rumah Tangga?

H: gua belum bisa membahas masalah itu, karena kita sendiri juga belum tahu apa yang diperlukan oleh mahasiswa, gua pribadi kan membawa visi sebagai LKM, tapi sebagai PM UNPAR kan kita belum tahu.

SP: Bagaimana tanggapan Anda perihal pemugaran gedung UKM? Karena orang-orang UKM pasti ingin tahu soal itu (pemugaran gedung UKM)?

H: kalau gua sih ngeliat ruang workshop arsi yang kurang dimaksimalin, dan gua sempat ngobrol sama beberapa anak UKM yang merasa sekretariat UKM yang sekarang aja udah kecil gimana kalo dipindahin ke ruang workshop arsi yang hanya berukuran 2×2,5 metr. Memang sih sementara, untuk tujuan yang lebih bagus, tapi adakah tempat lain yang bisa dijadikan ruang sekretariat sementara. Kalo dari gua sih, harusnya kita bisa mencari ruang sekretariat yang bisa lebih baik dibandingkan dengan yang ditawarkan kemarin. Kalo dari gua sih, gua belum kepikiran tempatnya, tapi gua rasa masih banyaklah yang masih kosong.

SP: Apa latar belakangi visi misi anda?

H: Berawal dari kesadaran sih sebenarnya, memang awalnya berangkat dari melihat kondisi dan fenomena-fenomena yang perlu dibenahi. Kondisi kerangka yang membangun. Kerangka PM UNPAR itu sendiri,baik dari koordinasi dan komunikasi di dalam PM UNPAR. Baik dari himpunan,LKM maupun rektorat. Kita memperbaiki dan mensolidkan didalamnya dulu. Baru kita memunculkan output atau pencitraannya melalui program-program kerja.

SP: Kemarin (saat debat) masih banyak yang bertanya-tanya soal infrastruktur dan suprastuktur yang masih belum jelas maksudnya, bisa diperjelas disini?

H: Jadi infrastruktur itu adalah kerangka yang membangun PM UNPAR. Berdasarkan fenomena-fenomena yang ada, masih banyak yang harus dibenahi. Pertama, mungkin bukan dari sistemnya dulu deh, tapi dari komitmen, tanggung jawab, sifat-sifat yang membangun. Sebenernya sistemnya udah bagus,tapi dari pelaksanaannya harus kita benahi.

SP: Jadi akan menghasilkan suprastruktur itu sendiri?

H: Iya, jadi suprastruktur adalah output dari infrastruktur. Semacam hubungan sebab akibat lah, infrastruktur yang baik akan membangun suprastruktur yang baik pula.

SP: Bicara soal infrastruktur, jadi infrastruktur itu adalah termasuk birokrasi?

H: iya.

SP: Tanggapan Anda soal birokrasi sekarang, dan apa yang akan Anda lakukan kedepannya?

H: Birokrasinya benar-benar masih kurang sekali, masih minim. Masih banyak yang perlu dibenahi, masih banyak yang perlu diperjelas.

SP: Pembenahan-pembenahan apa yang akan Anda lakukan?

H: Pertama memperkencang masalah sosialisasi ke jurusan atau ke UKM masing-masing.  Lalu memperjelas birokrasi yang dibutuhkan, jadi seandainya ada perubahan-perubahan, bisa segera diadakan sosialisasi. Gua lebih tertarik untuk masalah tanggung jawab atau komitmen sih, maksudnya sistemnya udah berjalan dengan baik, tapi masalah tanggung jawab dan komitmen ini. Seperti misalnya mau tanda tangan atau ketemu orang di LKM saja susah, karena mungkin orangnya ngga ditempat, padahal sudah ada jadwal piket.

SP: Ada rencana untuk memotong birokrasi-birokrasi itu?

H: Ngga ada sih, menurut gua birokrasi yang sekarang sistemnya sudah baik, hanya menjalankannya saja yang perlu dibenahi.

SP: Bicara soal visi Anda yang dipoin ke 3, banyak yang mengartikan bahwa Anda akan mempertahankan keadaan status-quo seperti sekarang, apakah seperti itu?

H: Oh ngga,lebih untuk untuk menjalin menjaga kesinambungan setiap periode LKM UNPAR. Gua percaya setiap periode LKM ingin membuat perubahan baik untuk LKM maupun UNPAR. Untuk menciptakan hubungan antara periode kepengurusan sebelumnya dengan yang sekarang, karena yang gua liat adalah setiap periode LKM sering berbeda-beda dan terputus tidak ada benang merahnya. Makanya gua ingin menarik benang merah dari periode pengurusan yang sebelumnya.

SP: Apa yang ingin anda sampaikan untuk calon pemilih nanti?

H: (berpikir sejenak) Disini kami mengajak rekan-rekan sekalian untuk bekerjasama agar kita bisa merealisasikan visi dan misi kita bersama. Siapa lagi yang akan bergerak kalo bukan kita sendiri? (Anugrah Wahyudi)

Related posts

*

*

Top