Wawancara Rully & Richard: Menerapkan Kinerja LKM Efektif dan Efisien

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden mahasiswa nomor urut 2,Rully dan Richard. dok. RR Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden mahasiswa nomor urut 2,Rully dan Richard. dok. RR

STOPPRESS MP, UNPAR – Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan sudah kembali berpesta demokrasi pada awal tahun 2015 ini. Tepatnya pada bulan April, calon-calon kandidat para pemimpin organisasi PM Unpar seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM), dan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) resmi bermunculan.

Pada pemilu kali ini, Ruly Satria (Mahasiswa Teknik Sipil 2012) dan Richard Sianturi (Mahasiswa Ilmu Hukum 2012) mencalonkan diri menjadi pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden LKM periode mendatang. Pada tanggal 29 April 2015, keduanya menyempatkan diri untuk diwawancarai Media Parahyangan di Coop-Space. Berikut ini adalah cuplikan wawancaranya:

Kenapa memilih mencalonkan diri menjadi capres & cawapres?

Rully (Ru): Pertama-tama sih ada niat ya, bahwa potensi mahasiswa Unpar tuh bisa dikembangkan sebenarnya. Kemudian ada cara untuk kita bisa mengembangkannya, bagaimana kita bisa bergerak bersamanya, dan bagaimana kita bisa berkarya. Saya punya ide-ide itu, bagaimana saya mau mewujudkannya.Kemudian saya juga ketemu dengan Richard lewat MPM. Kebetulan Richard saat itu lagi jadi Panitia Khusus (pansus). Jadi dia sibuk di daerah MPM juga. Dari situ kita saling sharing ide-ide dan kita bersama-sama sepakat untuk bersama-sama mecalonkan.

Richard (Ri): Kenapa mencalonkan jadi capres dan cawapres karena ide-ide kami  arahnya ke eksekusi di tingkat universitas. Itu kan di bidang ke-LKM-an, makanya kami inginnya masuk lewat capres dan cawapres.

Visi & Misi?              

Ru: Visi dari kami yaitu terwujudnya LKM yang proaktif, produktif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan berdasarkan Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti. Berkelanjutan di sini kita belajar dari LKM-LKM sebelumnya. Kita juga sharing apa sih yang memang fundamental dan perlu untuk dibawa kedepannya. Kita belajar juga apa yang harus kita kembangkan. Nah, kemudian dari pola-pola kerja dan struktur kami yang baru diharapkan bisa dilanjutkan oleh periode selanjutnya (2016-2017-red). Walau kami tidak memaksa hal itu, tapi kami harapkan supaya ada kelanjutan dari LKM-LKM sebelumnya. Beberapa program kerja LKM tahun ini juga ada yang kita lanjutkan. Dan kita berharap itu bisa dilanjutkan di periode depan.

Ri: Misinya ada lima. yang pertama itu peka terhadap persoalan dan penyelesaian terhadapnya. Yang kedua, menerapkan kinerja LKM Unpar yang efektif dan efisien. Yang ketiga menerapkan, menjalankan struktur LKM Unpar yang bertanggung jawab. Yang keempat menanamkan etos belajar dan bekerja di LKM Unpar, dan yang kelima mewujudkan semangat kreatifitas dan jiwa pengabdian mahasiswa Unpar melalui program yang kami bawa.

Apa saja program kerja yang akan dilaksanakan?

Ru: Yang pertama, dari Kementerian Dalam Negeri yaitu ada INAP Gabungan, kemudian ada Expo UKM, kemudian nanti ada Rapat Rutin Himpunan dan UKM. Kami yang datang langsung ke himpunan dan UKM.

Kemudian dari Kementerian Luar Negeri, itu ada gerakan sosial, kemudian ada company visit juga.

Kementerian Pengabdian Masyarakat ada program kerja Tosaya, lalu ada Malam Kuliner Ciumbuleuit.

Kemudian dari Kementerian Apresiasi Akademik, Seni Budaya, dan Olahraga. Kementerian ini merupakan pengganti dari Kementerian Kemahasiswaan. yang membuat PSC (Parahyangan Sports Combat), MPU (Malam Penghargaan Unpar), Parahyangan Fair, dan PFF (Parahyangan Film Festival). Sebenarnya hampir sama dengan LKM tahun lalu, tapi ada pengembangan-pengembangannya juga.

Kemudian dari Kementerian Komunikasi dan Informasi itu dibagi jadi Direktorat Jenderal Media Elektronik dan Direktorat Jenderal Media Cetak. Kalau media cetak itu terdiri dari Highlight. Bentuknya semacam Unpar Magazine sebagai dokumentasi semua program kerja. Kemudian mading di seluruh himpunan dan seluruh UKM. Kemudian dari media elektronik pengembangan dari Unpar App. Lalu ada web  dan media sosial dari PM Unpar juga. Pengembangan dari Unpar App ini juga saya konsultasikan ke Rizky (Menteri Komunikasi dan Informasi saat ini-red.).

Kemudian ada Kementerian Kewirausahaan. Program kerjanya ada Parahyangan Kreasi. Lalu nanti ada Seminar Kewirausahaan juga. Ada juga fasilitas ruangan kewirausahaan. Di sana kita memberikan ruangan untuk mahasiswa-mahasiswa yang punya produk, bisa di-display di ruangan tersebut.

Tanggapan tentang LKM saat ini?

Ri: LKM sekarang rasanya sudah mewujudkan visi mereka yang proaktif. Mereka cukup proaktif untuk masalah masalah yg berdekatan dengan LKM. Jadi kalau dari sisi LKM saya rasa proaktifnya mereka buktikan dari mulai presma, wapresma, dan menteri-menterinya.

Ru: Mereka (LKM-red) punya caranya dan misinya masing-masing. Pasti niat mereka membuat Unpar yang lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami juga di sini saling belajar. Kata yang “berkelanjutan” harus terus ditingkatkan.

Apakah masa kampanye terganggu dengan adanya pembangunan?

Ri: Terganggu sih pasti. Karena kita jadi gak bebas untuk gerak. Tapi memang gangguannya gak terlalu signifikan.

Pandangan tentang kemahasiswaan?

Ri: Fenomena di Unpar kan orang taunya kita orang yang apatis, kurang aktif dan seterusnya. Cenderung lebih fokus akademis, walaupun itu juga belum terbukti benar. Banyak juga kan yang bermasalah sama akademisnya. Tapi kalau dari sisi keaktifan di organisasinya kita masih kurang. Fenomena-fenomena ini yang bisa dilihat di lingkungan Unpar. Kalau dari sisi kemahasiswaan itu  kita kurang aktif pada isu-isu yang sebenarnya untuk kepentingan kita sendiri. Soalnya apa pun yang berkaitan dengan mahasiswa, kita kurang peka untuk ‘Oh, ini masalah saya. Saya harus ikut nyari solusinya’, dan seterusnya. Itu bisa kelihatan dari keaktifan di organisasi. Karena kan beberapa kepanitiaan hanya itu-itu aja orangnya. Nah, itu fenomena yang terjadi.

Ru: Itu juga yang mau kami bawa (solusinya-red.) dari visi misi kami yang proaktif. Supaya kita bisa mengayomi, bisa tau apa dan kenapa seperti ini. Misi kami yang ingin lebih peka terhadap persoalan dan penyelesaian agar lebih lebih mudah merasakan, misalnya, apakah ada persoalan dan bagaimana cara penyelesaian terhadap persoalan itu.

Tanggapan mengenai struktur baru PM Unpar (adanya KDM dan usulan SMF) ?

Ri: Karena saya yang ngusulkan (KDM) saya sih setuju sama KDM, dan memang kepentingan adanya KDM itu adalah bisa menjawab persoalan. Kemarin saya dengar beberapa calon MPM dalam debatnya ngomong sembarangan tentang KDM itu masih sama dengan II (Internal Inspector). Mereka itu omong kosong karena mereka itu nggak tau sebenarnya KDM itu apa.

Karena gini, KDM itu dibentuk nggak sama dengan II, II kan sekarang fungsi pengawasan kan? Sementara KDM itu nanti bisa menjatuhkan sanksi. Jadi itu nanti detail, pemilihan KDM juga bukan dari pemilihan umum, sistem pemilihan KDM yang kemarin diusulkan pansus itu: jadi kan sudah terpilih ketua himpunan, sudah dilantik PM, lalu nanti ketua himpunan yang sudah baru itu mengusulkan satu nama dari setiap program studinya untuk di-screening, jadi ada 16 orang kan nanti yg di-screening, lalu terpilih sembilan, nanti ada alasan-alasannya kenapa sembilan.

Jadi kalau berkenaan dengan KDM, itu sebenarnya bisa menjawab persoalan yang ada sekarang ini. II  itu seharusnya dikeluarkan (dari MPM-red.). Makanya saya mendesak MPM untuk menerapkan KDM di tahun ini. Tapi dengan berbagai alasan, katanya MPM belum mungkin melaksanakannya di tahun ini. Itu yang mengecewakan. Karena gak ada kesulitan untuk melaksanakan KDM. Kalau alasannya memang ada orang-orang yang ingin masuk ke MPM itu tujuannya untuk menjadi II, lho anda mendaftar menjadi calon MPM bukan anda mendaftar sebagai calon II. MPM juga tidak membuka pedaftaran untuk calon II, kan? Jadi tidak ada alasan untuk itu.

Nah, kalau berkenaan dengan KDM rasa-rasanya itu akan menyelesaikan banyak keraguan-keraguan di tubuh MPM. Harusnya tahun ini bisa dilaksanakan. Saya nggak bisa nangkep apa alasan yang jelas untuk menolak KDM itu dilaksanakan tahun ini. Kalau SMF (Senat Mahasiswa Fakultas-red.) ditolak oke lah untuk beberapa pertimbangan. Saya dengar beberapa pertimbangannya ada yang kurang efektif dan efisien, itu terserah. Jika ada SMF, berarti ada ruang-ruangan lagi yang baru. Jadi kalau itu ditolak masih wajar. Tapi kalau untuk KDM diterima tapi tidak diterapkan tahun ini berarti MPM sebenernya gak serius untuk melakukan perubahan. Dibentuknya KDM itu adalah untuk menghapus dwifungsi MPM. Supaya fungsinya jelas dibagi setiap lembaga.

Bagaimana tentang dana kampanye?

Ru: Kalau untuk berapa nominal pastinya dana kampanye, dari kandidat sendiri itu kurang tahu, karena itu yang lebih mengikuti itu dari tim. Tapi dana kampanye itu dari kami sendiri, dan ada juga donasi-donasi dari teman-teman mahasiswa Unpar yang lain. Dananya dipakai untuk cetak spanduk, poster, banner.

HILMY MUTIARA

Related posts

*

*

Top