Wawancara MP Dengan Sore: “Bermusik Adalah Berbagi Tanpa Ekspektasi”

PMKT Castaway / Dok Roi Radio PMKT Castaway / Dok Roi Radio

FEATURE – Sore, tidak asing lagi nama band yang satu ini di telinga para penikmat musik indie di Indonesia. Namanya sudah cukup dikenal masyarakat dan kiprahnya di dunia musik semenjak tahun 2000 menjadikan penampilan Sore kian ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya hingga saat ini. Dengan beranggotakan  Ade Firza Paloh (gitar, vokal), Awan Garnida (bass, vokal), Reza Dwi Putranto  (gitar, vokal), Bemby Gusti Pramudya (drum, perkusi, vokal).

Meskipun para personil sore kini sudah memiliki kesibukan masing-masing, Sore tetap ingin memberikan karya terbaiknya bagi masyarakat Indonesia. Pada acara tahunan yang diusung oleh FISIP UNPAR yaitu PMKT 2014 “Castaway” yang digelar pada rabu (30.4) MP berkesempatan mewawancarai dua personel Sore yaitu Ade Paloh dan Reza Dwi Putranto yang akrab dipanggil Eca, pada saat Sore selesai tampil menutup acara tersebut. Berikut adalah petikan wawancaranya:

Bagaimana pendapat Sore tentang PMKT Cast Away XVIII secara keseluruhan?

Ade        :  “Apresiasinya sangat terasa sekali, angetnya, kenyamanan yang kita dapat yaitu jadi satu keluarga sama mereka.”

Eca         : “ Setiap main di Bandung selalu berkesan, antusiasme dan animo mereka terhadap kita terasa intim.”

Apa kesibukan Sore sekarang?

Ade        : “Manggung, masih memikirkan buat penggarapan album ke-tiga.”

Ada sedikit bocoran album ketiga akan seperti apa?

Ade        : “Ide masing-masing coba dikembangkan lagi dan dibuka pintunya lebih besar lagi di situ.”

Eca         :  “Surprise pokonya deh bakal gila musiknya, kita akan melakukan banyak hal-hal baru di situ yang belum kita lakukan sebelumnya. Mungkin gue bakal main drum atau main bass.”

Acara PMKT ini berbarengan dengan diadakannya Pemilu di Unpar. Menurut Sore mahasiswa harus seperti apa dalam menghadapi “tahun politik” ini?

Ade        : “Ya.. ya.. Fakultas Imu Sosialis dan Politik ya? Hahaha

Eca         :“ Kalau menurut gue, jangan terkecoh dengan situasi dan kondisi misalkan orang-orang jadi apatis terhadap kondisi politik. Apatis ini sebisa mungkin kita lawan dalam hati kita, bagaimana caranya cari sendiri. Mengatasi kontradiksi di hati kita yang kita ingin coblos salah gak nyoblos salah juga.”

Ade        : “Yang harus disadari adalah, suara itu merupakan berkah dimana banyak orang-orang yang tidak mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan sikapnya, opininya atau haknya untuk menentukan nasibnya. Nah, di Indonesia Alhamdulillah ada dan itu harus bisa digunakan sebagai kekayaan yang kita miliki.”

Menurut Sore bagaimana cara mengintegrasi mahasiswa yang cenderung sibuk di fakultas masing-masing?

Eca         :“Membuat acara-acara yang menarik seperti acara ini kan juga pasti dihadiri oleh mahasiswa fakultas lain juga.”

Ade        :“ Sebetulnya susah juga ya, namanya juga masih muda ingin punya sikap sendiri yang ingin diperhatikan. Tapi sebetulnya abstain dari keadaan sosial tapi harus ada satu pergerakan di mana sesuatu yang positif itu bagus dan pergunakan waktu yang ada untuk membuat sesuatu yang semarak, mahligai, kenapa engga? Karena waktu berjalan terus. Pada saat umur menjulang tinggi melihat balik, aduh mestinya gue begini.. jangan sampai nyesel deh.

Ade        : “intinya sih peduli sesama dan empati harus lebih ditingkatkan.”

Apakah musik dapat membuat pergerakan ?

Ade        : ”Tentu saja bisa karena musik adalah universal language, bahasa universal yang di mana semua orang dari negara manapun, suku, ras yang berbeda akan mengerti. Ketika mendengarkan musik, jantungnya juga dipancing untuk bergerak dan musik merupakan bahasa yang paling dimengerti oleh seluruh manusia bahkan oleh seluruh mahluk. Dari musik dan film juga pasti dapat membuat orang-orang terinspirasi menggunakan waktunya menjadi bermanfaat.

Apa yang ingin disampaikan oleh Sore melalui musiknya?

Ade        : “Keikhlasan, ketulusan, penuh harapan dengan tanpa ekspektasi sama sekali tanpa ingin kita menjadi apa. Hanya harapan untuk menghibur mereka, menghibur kita juga dan kita merasa bermanfaat dan mempunyai arti sebagai manusia.”

Eca         : “Kita sendiri engga pernah sadar musik kita disukai oleh orang-orang. Kita bikin apa yang kita mampu lalu kita mainkan dan ternyata ada yang merasakan sama seperti apa yang kita rasakan.  Jadinya menyatu dengan sendirinya. Kita tidak pernah tahu musik kita bagus atau jelek.

Ade        : “Sharing jadinya.. share adalah chemistry yang ada di dalam kami yang dikasih sama tuhan untuk kita. Kalau misalnya kita sama orang share nya sama, itu udah jadi suatu chemistry. Suatu atomic nucleus yang terasa. Saling berbagi chemistry, berbagi rasa.”

Sewaktu main di panggung terasa melebur dengan penonton ya?

Ade        : “Wah udah rasanya kaya mabok aja. kaya ga tahu mati suri di taman sebenarnya hahaha.”

Eca         : “Satu lagu itu entah sudah kita mainkan berapa kali, semisal No Fruits For Today udah berapa ratus ribu kali kita mainkan dari pertama kali sampai sekarang. Kadang kita puas kadang engga kadang biasa aja. Sangat berbeda feelnya. Setiap kali dimainkan kayak crayon aja banyak warnanya. Dalam satu lagu bisa bermacam-macam warna di dalamnya.”

Katanya sudah lima kali main di Unpar, yang paling berkesan di Acara apa nih?

Eca         :  “Kalau untuk kita, pada saat kita lengkap itulah yang paling berkesan.”

Ade        : “Yang membuat event ini lebih istimewa dari pada yang lain adalah kita sama sekali tidak tahu kalau Awan (bassist) mau datang kesini. Jadi di mana tadi kita sudah lemas, sudah grogi karena enggak lengkap ga ada Awan, tiba-tiba crew-nya bilang kalau Awan datang. Wah rasanya kayak dikasih siraman kesegaran dahaga di gurun pasir.

Eca         : “Sebelum kita naik tadi, kita briefing dulu gimana caranya supaya yang nonton enggak merasa ada yang hilang karena personil intinya cuma dua, sisanya additional player, karena Bembi (Drummer) berhalangan untuk hadir. Nah singkat cerita, okelah kita ngejalanin ini. Eh pas sudah mau naik ternyata Awan datang. Itu merinding banget rasanya.”

Ade        : “Itu kayak dikasih dosis suntikan adrenalin di jantung.”

Eca         : “Kalo mabok itu kayak kena amfetamin deh.”

Ade        : “Jadi tadi nyanyi flow nya enak ada si Awan yang keadaannya lagi begitu. Gila banget ada romansanya tersendiri. Yang akan kita ingat di event ini juga karena ada romansa tersendirinya itu.”

Harapan untuk acara-acara mahasiswa Unpar untuk kedepannya?

Ade        : “Sukses itu adalah progress. Sukses tidak akan pernah bertemu titik poinnya kalau tidak ber-progress. Jadi keep progressing.”

Eca         : “Berhasil atau gagal, yang penting adalah progressnya.”

 

Reporter: RIGINA HANDAYANI

 

Related posts

One Comment;

*

*

Top