Wawancara MP Dengan Ohim Cillla : Arus Perubahan yang Kita Kehendaki?

STOPPRESS - Ohim Cilla Dibanjiri Pertanyaan / Axel STOPPRESS - Ohim Cilla Dibanjiri Pertanyaan / Axel

STOPPRESS MP, UNPAR – Pada tahun 2014 ini, perhatian publik tidak hanya menyoroti pada ramainya pesta demokrasi di tingkat nasional tetapi juga di lingkungan kampus pun atmosfernya terasa bergejolak khususnya di lingkungan kampus Universitas Katolik Parahyangan. Civitas akademika Unpar begitu disapa, sedang berada pada jalur transisi untuk perubahan kearah yang lebih baik.

Namun situasi paradoksal terjadi, riak pesta demokrasi sewajarnya diwarnai dengan persaingan ketat antar kandidat yang bertarung tetapi realitanya hanya muncul calon pasangan tunggal yakni Ibrahim Risyad dan Pricilla Junita untuk memperebutkan posisi Presiden dan Wakil Presiden Lembaga Kepresidenan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan.  Bagaimana calon tunggal ini menarik kepercayaan masyarakat Unpar dan sejauh mana kesiapan mereka dalam pemilu kali ini ditengah isu dan rumor yang beredar?

Berikut ialah petikan wawancara eksklusif Media Parahyangan dengan calon Presiden dan Wakil Presiden yang dilakukan pada hari Kamis, 24 April 2014.

MP : Apa visi-misi anda ?

Ohim: Visi yang bakal kita bawa adalah lembaga kepresidenan mahasiswa yang proaktif dan optimal, dan untuk misinya tersebut ada empat poin. Misi pertama, menjalankan struktur kepresidenan mahasiswa yang efektif, efisien, dan bertanggungjawab. Misi kedua, meningkatkan hubungan kerja sama dengan seluruh elemen di Universitas Katolik Parahyangan. Ketiga, memfasilitasi aspirasi mahasiswa secara tepat dan berkelanjutan. Keempat, merevitalisasi Kementrian Informasi demi terciptanya LKM yang informatif.

MP: Sesuai dengan visi anda, maksud dari proaktif dan cara optimalisasinya dengan cara apa ?

Ohim: Untuk proaktif sendiri disini tuh kami mencoba untuk peka terhadap isu-isu atau fenomena yang ada di Universitas Katolik Parahyangan. Yang kita lihat pada LKM periode 201-2014 ini cenderung lebih pasif. Sedangkan maksud optimalnya, kami cenderung untuk mengoptimalkan fungsional lembaganya. Karena fungsi LKM ini sangat penting, apa lagi fungsi PM Unpar sendiri sebagai advokasi,  aspirasi, dan penyalur kegiatan. kita disini lebih menekankan pada fungsi fungsional tersebut.

MP: Motivasi kalian menjadi Presiden Mahasiswa ?

Cilla: Pernah terjun di himpunan selama dua periode jadi tahu LKM selama dua periode tersebut. ingin sih mengkritisi tapi daripada terus mengkritisi lebih baik langsung maju. Nah, kenapa mau jadi wakil Ohim ? pada awalnya kenal Ohim dari diskusi aja juga pernah ngobrol dari hati ke hati dan pemikirannya realistis aja jadi mau deh.

Ohim: Motivasi saya untuk jadi Presiden Mahasiswa. Pertama, saya pernah terlibat LKM pertama kali pada periode 2012-2013. Pada periode tersebut mereka menumbuhkan sense of belonging terhadap saya. Kemudian, saya terlibat lagi di LKM periode sekarang dimana saya banyak mendapat pelajaran. Dari situ saya mulai terpanggil dan teman-teman saya mendukung juga. “him, daripada lu diem aja mending nyalonin diri.” Kenapa saya pilih cilla sebagai wakil saya ? pertama, saya melihat kekurangan dari saya dulu itu apa dan saya membutuhkan yang seperti apa ? dan ternyata cilla itu, orang yang tepat untuk menutupi kekurangan saya.

MP: Apa yang harus dikritisi dan yang harus dirubah dari LKM sekarang ?

Ohim: Untuk yang didalam LKM, karena saya terlibat didalamnya saya jadi tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya. Di sini, yang harus dirubah itu ialah LKM itu bukan EO atau Event Organizer tetapi seharusnya memberikan perhatian pada lembaga yang ada di bawahnya dengan cara meningkatkan fungsional lembaga tersebut.

Cilla: Kalau menurut saya, dari sisi anak himpunan belum ada rasa kepemilikan dan kalau ada apa-apa tidak tahu larinya kemana padahal itu fungsi LKM sendiri. Contoh kecilnya ialah LKM yang “mendatangi” himpunan-himpunan.

MP: Jadi LKM sekarang EO ?

Ohim: Kebetulan untuk LKM yang sekarang terlihat seperti EO karena fokus pada program kerja sedangkan fungsi fungsional lembaga tidak jalan.

MP: Apa itu fungsi fungsional lembaga ?

Ohim: Fungsi fungsional lembaga itu yang pertama aspirasi, advokasi, dan pelaksana kegiatan. Jadi, mereka lebih fokus pada fungsi pelaksana kegiatan sementara fungsi aspirasi dan advokasinya kurang.

MP: Fungsi MPM apa ?

Ohim: Jadi fungsi PM Unpar itu sama. Yaitu ada tiga. Tapi untuk LKM itu lebih dekat dengan himpunan dan ukm karena berkoordinasi langsung. Jadi untuk aspirasi tersebut diwadahinya oleh LKM dan harus berkoordinasi juga dengan MPM soal aspirasi juga.

MP: Dari ketiga fungsi fungsional lembaga, mana yang kalian tawarkan ? terutama fungsi advokasi, bagaimana kalian memaknai fungsi advokasi ini ? dan apakah dengan ketiga fungsi ini arah atau tipe LKM kalian disesuaikan dengan masing-masing fungsi ?

Ohim: Untuk aspirasi kami akan menghampiri Himpunan dan UKM secara langsung karena percuma jika terdapat proker kalau Himpunan dan UKM tidak tertarik. Jadi, kami lebih senang menjemput bola langsung. Untuk advokasi, kita mencoba untuk memperjuangkan aspirasi tersebut dan caranya kita akan pikirin bersama-sama karena kita harus melihat urgensi-urgensi dari setiap aspirasi yang bakal kita tampung. Dan untuk memperjuangkannya kita perlu mengetahui se-urgensi apa aspirasi ini perlu diperjuangkan ? Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan, jelas bahwa lebih pada proker gitu.

Cilla: Untuk menambah bagian pelaksanaan kegiatan, untuk pelaksanaan kegiatan pun kita tidak fokus pada acara harus mewah tapi gimana panitia ini ada rasa kepemilikan dan bisa kompak.

MP: Menurut kalian kehidupan kemahasiswaan di unpar ada masalah tidak ? dan tanggapannya ?

Cilla : Banyak yang mengelukan tentang trias politika di lembaga unpar, permasalahan struktur PM Unpar.

Ohim: Tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan oleh Cilla, masalah struktur PM Unpar mengenai masalah koordinasi, komunikasi antara lembaga-lembaga PM Unpar , MPM, LKM, Himpunan dan UKM. Dan yang saya tau ada permasalahan antara LKM dan UKM mengenai aula ukm. Sedangkan permasalahan lain mengenai jalur birokrasi yang telah disampaikan oleh Cilla.

MP: Apa tanggapan kalian mengenai permasalahan yang berkaitan dengan mahasiswa yang tidak berkegiatan ?

Ohim:  Permasalahan yang berkaitan dengan seluruh mahasiswa ialah permasalahan parkir, masalah perobohan gedung GSG dan gedung teknik, masalah rokok, dan permasalahan.

Cilla: Ini pengalaman pribadi aja, ada dosen yang suka membanding-bandingkan Unpar dengan kampus lain. Seharusnya dosen tersebut membanggakan Unpar di depan mahasiswa. Hal ini seperti mendokrtrin mahasiswa Unpar untuk tidak cinta terhadap kampus sendiri.

MP: Posisi kalian terhadap permasalah tadi jika posisi kalian sebagai Presiden Mahasiswa ? seperti larangan merokok yang tiba-tiba.

Ohim: Masalah pelarangan merokok saya sebenarnya setuju karena berdasarkan aturan pemerintah bahwa merokok memang dilarang di tempat kegiatan belajar-mengajar. Dan khusus di Universitas Katolik Parahyangan ini kita harus mengetahui terlebih dahulu perokoknya. Sebab yang saya sesali ialah tidak adanya sosialisasi mengenai pelarangan rokok tersebut. berkaitan dengan posisi sebagai presiden Mahasiswa saya akan langsung ke atas (pihak rektorat) untuk mempertanyakan aturan tersebut karena hal tersebut sangat merugikan mahasiswa. Karena aturan tersbut berkaitan dengan mahasiswa tetapi mahasiswa tidak mengetahui aturan tersebut. apalagi dalam ADRT pun PM Unpar berhak memberikan masukan terhadap peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh rektorat.

MP: Pada orasi kemarin, kalian mengeluarkan pernyataan mengenai kesiapan untuk di DO untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswa. Hal ini murni tentang kesiapan atau hanya sekedar untuk menjual suara (karena sedang orasi) ?

Ohim : Ini juga balik lagi, dari mahasiswa untuk mahasiswa berkaitan dengan memperjuangkan aspirasi tersebut. untuk konsekuensi apapun kita siap menerimanya tapi balik lagi pihak universitas atau rektorat tidak mungkin menjatuhkan hukuman semudah itu karena banyak yang harus dipertimbangkan, masa’ untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswa harus dijatuhi sanksi DO. Padahal kan kita disini kita punya hal selain kemahasiswaaan.

Cilla: sependapat dengan Ohim ini juga merupakan konsekuensi yang besar. Dan untuk naik itu konsekuensi terbesarnya. Karena motivasi kita sudah bulat maka  konsekuensinya kita terima. Dan balik lagi kita juga bakal banyak membawa nama baik Unpar. Jadi untuk DO kita sebenarnya siap tetapi pihak rektorat pasti banyak pertimbangan.

MP: Bagaimana manajemen waktu kalian antara kuliah, kegiatan, teman dan yang lainnya ?

Cilla: Risiko waktu pasti, karena kita kan di himpunan juga banyak prokernya. Tetapi kan masih ada skala prioritasnya. Jadi misalnya temen kita ada yang ulang tahun tapi di LKM ada rapat yang sangat penting jadi kita harus ngorbanin itu. Lagian, saya terbiasa di Bandung tinggal sendiri jadi keluarga udah ngerti dan temen juga udah tahu dan pacar juga bisa ngertiin. Ya aturan kan kita sudah dikontrak dan harus bekerja profesional. Kadang juga minta ijin harus cabut juga karena ada urusan lain tapi sejauh ini sih masih bisa ke handle.

Ohim: kalau saya, dari awal juga sudah mempertimbangkan masalah waktu juga yang biasanya kita main sama teman-teman. Balik lagi disini kita punya skala prioritas, dan emang prioritas yang pertama itu keluarga, kedua akademik atau perkuliahan karena kita datang ke Unpar ini untuk kuliah. namun kita harus melihat urgensi-urgensi yang terjadi jika LKM membutuhkan ya kita harus bisa bagi waktu.

MP: Masalah akademik, komentar anda mengenai kasus mencontek yang anda hadapi ?

Ohim: Teman-teman dari Unpar juga sudah mengetahui sumbernya. Saya saat orasi dan kampanye juga sudah mengatakan mengakui hal itu. Dan ini juga balik lagi bahwa manusia tidak ada yang sempurna dari berbuat kesalahan. Malah saya disini banyak belajar dari kesalahan. Tetapi sayangnya, saya ini sedang diposisi calon presiden dan hal itu sangat fatal banget. Karena seharusnya saya kelihatan sempurna di masyarakat Unpar. Cuman, balik lagi sih meskipun ada isu tersebut saya tetap bersemangat berjuang menjadi seorang presiden mahasiswa dan saya dapat pembelajaran tersebut. karena pada intinya, setiap manusia kan punya kesempatan kedua dan saya akan memperjuangkannya.

MP: Kalian kan calon tunggal, menurut kalian lawan yang sebenarnya kalian hadapi itu apa ?

Ohim : Karena kita calon tunggal jadi lawan terberat kita ialah diri sendiri. Kita tuh harus belajar banget  untuk jadi seorang yang pantas dipercaya oleh masyarakat Unpar.

Cilla: Biasanya kan ada perbandingan juga kalau ada dua calon, si A ini baik atau buruk. Dan orang menuntut dia harus sempurna. Dan itu jawaban diri sendiri dan kalau misalkan saya sendiri melihatnya antusias mahasiswa Unpar turun karena tahun lalu calonnya ada tiga sedangkan sekarang hanya satu. Jadi tingkat kepercayaan mahasiswa Unparnya sendiri juga berkurang dan kecintaan terhadap lembaganya itu sendiri juga berkurang. Dan kalau kita sampai terpilih kita mencoba untuk menimbulkan kepercayaan terhadap LKM sendiri.

MP: Tanggapan kalian terhadap pihak yang membuat surat keberatan kalian calon tunggal ?

Cilla: Kita tidak bisa memastikan ya, karena jatohnya itu isu dan kita tidak tahu isi suratnya seperti apa. Tetapi jika ternyata surat itu benar kita mengapresiasi karena ternyata masih ada yang peduli terhadap PM Unpar. Tapi akan lebih baiknya jika yang membuat surat mendukung kita karena kita ingin memajukan Unpar kok dikritisi. Kita kecewa juga karena disini kan ada dua pihak, yang digugat dan penggugat. Dan kebetulan kita yang kena karena mereka kali yang bermasalah di bawa-bawa karena mungkin kita calon tunggal.

Ohim: Kalau saya mau jujur, jadi calon tunggal itu bebannya sangat berat dan disini itu saya menyayangkan karena biasanya di pemilihan itu biasanya lebih dari dua calon. Di situ bakal tercipta suatu kompetisi positif disetiap calon yang mengembangkan program kerja.  Jadi sebenarnya saya sangat menyesali kenapa masyarakat Unpar tidak ada rasa kritis solutif dan peduli untuk memajukan Unpar.

MP: Sebagai calon tunggal kalian siap kalah tidak ?

Cilla: Namanya kita berkompetisi ya kita harus siap menang dan siap kalah juga. Pasti kita ingin tahu pendapat masyarakat kalau kita tidak layak dan kita akan kalah yang pasti kita tidak akan kalah dengan kepala menunduk. Kita bakal dengan tetep berlapang dada. Dan pastinya kita tidak akan diam untuk mencari tahu kegagalan kita. Dan tindakan konkretnya akan diadakan sidang istimewa dan kita terbuka dengan sharing itu.

Ohim: Kalau saya kurang lebih sama dengan Cilla juga yang pasti kita udah nyalonin diri. Kalau kita kalah yang pasti kita nerima dengan lapang dada semua kenyataan ini karena memang civitas Unpar tidak setuju dengan kita yang mencalonkan diri. Tapi disini saya akan tetap berjuang untuk Unpar tapi dalam bidang yang lain. Mungkin kapasitas saya sebagai mahasiswa hukum mungkin saya bakal aktif di LIH (Lembaga Independen Hukum). Meskipun kita di posisi kalah tapi setidaknya kita pernah mencoba untuk lebih baik lagi.

MP: Informasi dari MPM jika kalian kalah bagaimana ?

Cilla: Jika posisi kita kalah mungkin bukan ranahnya MPM untuk mencari tahu kekalahan kita. Tapi kita coba untuk mencari tahu sendiri dan coba kritisi kita deh. Mungkin kita kurang apa atau ada kesalahan apa.

MP: Respon dari MPM kalau kalian kalah ?

Cilla: Kita akan menanyakan kepada MPM soal status suara dari quick count sampai perhitungan suara total. Tapi kalo soal kekalahan sendiri dan hasilnya sudah keluar dan akurat kita kalah, berarti kita harus berprestasi di ranah lain.

MP: Penjelasan MPM sendiri ?

Cilla: MPM sendiri belum memfloorkan bagaimana tapi penjelasannya akan sidang istimewa.

MP: Bagaimana Kejelasan sidang istimewa ?

Cilla: Belum ada, karena dari pertama kali berdiri hingga sekarang belum ada kejadian calon tunggal dan baru kita. Jadi belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana sidang istimewa tersebut. namun ada rumor, LKM yang sekarang akan memperpanjang masa jabatan hingga tiga bulan dan yang lebih fatal akan dibekukan. Tapi itu masih sekedar isu.

MP: Bagaimana perkembangan kasus pencoretan spanduk ?

Cilla: Semakin pohon itu tinggi semakin anginnya kenceng sih. Jadi, banyaklah tantangan untuk kita karena mungkin ya istilahnya ngepress kita. Dan kita bersyukur sih dengan adanya kejadian tersebut malah semakin kuat dan kita pun semakin kuat dengan kejadian tersebut. memang sih kejadian tersebut berdampak pada saya pribadi karena saya sebagai seorang wanita akan banyak perkataan-perkataan publik seperti asusila karena banyak membicarakan organ wanita. Dan kita sudah ketemu dengan orangnya dan kita sudah memaafkan. Terutama masalah ini cukup menimpa kita saja. Dan mereka sudah mengakui dengan gentle dan kita mengapresiasi dan kita pun memaafkan. Untuk masalah sanksi itu ranahnya MPM dan KPU.

MP: Peran media dalam institusi pendidikan, menurut kalian ?

Ohim: di Indonesia terdapat tiga pilar, pemimpin, elit politik, dan media. Peran media dalam institusi pemerintah itu harus netral, di tengah-tengah antara masyarakat dengan pemerintah. Media sangat berpengaruh dalam informasi dan aspirasi masyarakat

Cilla: peran media sangat penting, kalau ohim membahas media secara keseluruhan kalau saya yang khusus di Unpar. Makanya kita buat kementrian baru yakni Kementrian Informasi dan Teknologi yang di LKM sekarang tidak direalisasi. Kementrian ini sebagai penyalur informasi dan peran media harus netral.

MP: Apakah kalian sudah mengisi pos-pos di dalam kabinet ?

Cilla: Belum ada nama tetapi pertimbangan jobdesc dan job identification ada karena kita sudah mendatangi himpunan untuk menanyakan orang-orang yang sesuai.

MP: Berarti sudah ada janji penempatan untuk Himpunan ?

Cilla: Kita tidak menjanjikan jabatan untuk orang-orang himpunan tetapi kita sudah mengetahui orang yang sesuai untuk berada di pos dalam Kementrian maupun Dirjen. Tetapi untuk nama belum ada.

MP: statement terakhir ?

Ohim: Pokoknya untuk mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan disini kami Ibrahim Risyad dan Pricilla Junita sebagai calon Presiden Mahasiswa mengharapkan kalian menggunakan hak pilih kalian karena kami ingin partisipasi kalian pada pemilu sekarang meskipun kami calon tunggal tapi kami memiliki semangat lebih dari orang lain. Dan jika kalian ingin melakukan perubahan maka terjunlah di perubahan tersebut.

ZAHRA ZAKIYAH

 

Related posts

One Comment;

  1. Alumni Unpar dan Eksponen 98 said:

    Ini jawabannya kok nggak bermutu…sudah calon tunggal dan terpilih pula.. ya ampun almamaterku…

    Bukan saja kalian telah menodai makna substansi Gerakan Reformasi Mahasiswa 1998. Kalian berdua telah memberi kesempatan bahkan mewujudkan bahwa sebagian besar mahasiswa Unpar, yang memilih kalian telah turut menodai makna Gerakan Reformasi Mahasiswa sebagaimana dimaksud di atas.

    Salah satu tuntutan utama Mahasiswa pada Reformasi 1998 adalah Turunkan Presiden Soeharto. Apakah mahasiswa menolak Soeharto sebagai pribadi atau Presiden Soeharto sebagai bagian utama dari institusi lembaga kepresidenan? Tentu saja mahasiswa pada waktu itu tidak anti pada Soeharto sebagai pribadi, Mahasiswa menolak bagaimana institusi kepresidenan, dan institusi kenegaraan lainnya seperti MPR, DPR dll tentunya, diselenggarakan oleh para elit politik Orde Baru.

    Pada masa Orde Baru Presiden Soeharto dipilih melalui mekanisme demokrasi perwakilan dan selama 6 periode pencalonan kepresidenannya selalu merupakan calon tunggal.

    Inilah pangkal alasan mengapa adik-adik mahasiswa bersama rakyat warga negara Republik ini lainnya pada hari ini menikmati hasil perjuangan kakak-kakak kalian dulu, yang sebagiannya bahkan berkorban diri meregang nyawa ditangan senjata alat kekuasaan yang congkak yakni demokrasi langsung dan mendapatkan alternatif calon-calon pemimpin yang dapat mereka pilih sesuai hati nurani mereka.

    Gerakan Reformasi Mahasiswa 1998 dengan tegas menolak praktek pemilu calon tunggal atau dalam arti kata lain budaya politik monolitik yang hakikatnya anti demokrasi.

    JALAN demokrasi yang kakak-kakak kalian perjuangkan dengan darah dan air mata sejak 15 tahun lalu ternyata belum mampu menghentikan fenomena calon tunggal. Dan betapa menyedihkan ini harus terjadi di Kampus, sebuah institusi perguruan tinggi yang berisi mahasiswa, kaum intelektual muda. Dan sungguh sialnya ini terjadi di kampus kita UNPAR! Padahal, salah satu hakikat demokrasi ialah tersedianya beragam pilihan bagi publik mahasiwa UNPAR. Beragam figur, rupa-rupa pemikiran, dan berbagai jalan keluar akan hadir manakala ruang bagi munculnya banyak calon kita buka lebar-lebar, dan ruang calon tunggal kita tutup rapat-rapat. Memang fenomena calon tunggal merupakan bagian dari realitas kehidupan masyarakat bawah kita di pedesaaan. Tapi itu di pedesaan di mana alam berpikir feodalis masih kuat bersemayam sedangkan kalian di kampus, institusi terhormat yang menjunjung tinggi akal sehat, kebenaran dan kebebasan akademis dan keadilan!!

    Fenomena calon tunggal hanya hidup di alam sentralistik yang serbamonolitik. Namun, budaya kepura-puraan yang mengedepankan sikap seolah-olah, tampaknya enggan hilang dalam alam pikiran elite mahasiswa kita, MPM UNPAR. Pura-pura demokratis, padahal kenyataannya tidak. Seolah-olah menjunjung demokrasi, tapi faktanya berkomplot membentuk kartel politik.

    Jangan kalian khianati darah yang sudah tumpah dan air mata yang telah menetes.

    Jangan kalian palingkan wajah kalian dari wajah-wajah mereka yang gugur sebagai martir suci kehadiran kebebasan kalian hari ini.

*

*

Top