Wawancara MP dengan Mocca : “Perbedaan Perlu Didukung Selama Bersifat Positif”

Penampilan Mocca di Mefenesto 2015, Minggu (15/11). dok/MP. Penampilan Mocca di Mefenesto 2015, Minggu (15/11). dok/MP.

WAWANCARA MP, UNPAR – Mocca merupakan band asal Bandung yang namanya sudah sangat dikenal oleh para penikmat musik indie di Indonesia. Band yang terinspirasi dari suara musik retro 70an ini, telah memiliki banyak penggemar baik di dalam maupun di luar negeri yang dikenal dengan sebutan Swinging Friends. Band yang sudah berdiri selama 16 tahun ini beranggotakan Arina Ephipania (Vokal dan Flute), Riko Prayitno (Gitar), Achmad Pratama (Bass), dan Indra Massad (Drum).

Dalam acara Menefesto 2015 : Creative Rhapsody yang diadakan oleh mahasiswa program studi manajemen, Mocca membawakan beberapa lagu dari album “Home”, yang dirilis pada 9 Januari 2015 lalu, seperti “Bandung (Flower City)” dan “Stars in Your Eyes”. Dalam kesempatan kali ini, mereka berbicara tentang peran musik, mahasiswa, dan pers dalam menyatukan berbagai perbedaan di Indonesia serta kebebasan berekspresi yang dirasakan kian terkungkung. Berikut petikan wawancara Mocca dengan Media Parahyangan saat ditemui seusai penampilan mereka di acara tersebut pada Minggu (15/11).

Apa kesibukan Mocca sekarang?

Kesibukan Mocca salah satunya adalah kami sedang promo single ketiga dari album terbaru kita “Home” yang berjudul “Stars in Your Eyes”. Selain itu, kami juga sedang sibuk persiapan untuk manggung dalam acara Neon Lights di Singapura tanggal 29 November ini dan dalam acara tersebut kami akan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia.

Apa yang membuat karya-karya Mocca berbeda dengan karya-karya lain?

Sebenarnya tidak ada cara yang baku bagaimana kita bisa berbeda dengan karya-karya lain, tapi menurut kami hal yang paling penting adalah orisinalitas. Selain itu, kami juga mengembangkan karya-karya yang sudah ada agar menjadi lebih baik lagi. Pada dasarnya, semua kembali lagi pada sang seniman dan bagaimana kita bisa lebih terbuka terhadap apa yang sedang terjadi saat ini.

Menurut Mocca, bagaimana peran musik dalam mengintegrasikan berbagai perbedaan yang ada di Indonesia?

Sangat penting, karena musik merupakan salah satu media yang dapat menyatukan berbagai perbedaan yang ada. Peran musik sangat bagus karena orang-orang yang berbeda tersebut menyukai satu musik yang sama yang bisa dinyanyikan bersama dan menciptakan persatuan.

Selain itu, bagaimana pendapat Mocca tentang peran mahasiswa dan pers dalam hal tersebut?

Penting. Peran pers sebagai ujung tombak informasi, jadi bagaimana caranya pers menyampaikan satu berita ke masyarakat, tapi harus dilakukan secara seimbang dan mempublikasikan berita yang sesuai dengan realita.

Apakah itu artinya Mocca mendukung kebebasan berekspresi? Jika iya, lalu bagaimana pendapat Mocca tentang Indonesia yang mengaku sebagai negara demokrasi namun seringkali membatasi kebebasan tersebut?

Sangat mendukung. Menurut kami masyarakat Indonesia perlu duduk bersama dan berdialog kembali untuk menentukan apakah sebenarnya Pancasila masih berlaku atau tidak. Kita mengakui bahwa dasar negara kita Pancasila, tapi dalam kenyataannya diskriminasi dalam kehidupan beragama masih ada. Pertanyaan ini menimbulkan pertanyaan baru yaitu apakah sebenarnya yang diperjuangkan oleh pahlawan kita dulu memiliki pengaruh atau tidak. Sebenarnya awareness di masyarakat sudah ada, tapi belum ada yang bertindak. Disinilah peran mahasiswa muncul sebagai penggerak terdepan, karena mahasiswalah yang menyuarakan perbedaan-perbedaan tersebut. Mocca juga sebagai mahasiswa dan mahasiswi, mendukung adanya perbedaan selama perbedaan tersebut bersifat positif dan berguna bagi masyarakat.

Pesan untuk para mahasiswa, khususnya mahasiswa Unpar?

Konsep acara-acara yang dibuat oleh mahasiswa Unpar selalu menarik termasuk acara Menefesto yang menunjukan karya-karya industri kreatif anak muda ini. Jadi akan lebih baik apabila acara-acaranya dibuat untuk menarik seluruh lapisan masyarakat agar kreativitas anak muda bisa diperhatikan.

QUROTTA AINUN | ZICO SITORUS

Related posts

*

*

Top