Wawancara Media Parahyangan dengan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Unpar Periode 2012-2013

STOPPRESS MP, UNPAR – Media Parahyangan mewawancarai Andrew Ryan Sinaga dan Cokorda Gde aditya, Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Unpar periode 2012-2013.

MP (Media Parahyangan): Setelah terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, bagaimana pendapat Kalian tentang proses pemilu tahun ini?

A (Andrew): Dari segi teknis, pelaksannaan Pemilu sekarang udah bagus. Seingat saya dulu debat Capres dan Cawapres itu dilaksanakan diakhir, deket-deket hari pencoblosan, sedangkan sekarang debat dilakukan diawal, sehingga publik bisa melihat dan menilai dari awal kira-kira bagaimana sosok calon dan setelah itu (debat) ada sosialisasi juga dari tiap calon untuk membantu publik dalam mempertimbangkan calon yang nanti akan dipilih.

C (Cokorda): Menurut saya pribadi, Pemilu tahun ini lebih seru dari tahun lalu, mungkin karena calon kandidat bersaing ketat. Selain itu, pemilu kali ini diwarnai beberapa isu yang membuat proses pemilu semakin tegang dan seru, tapi itulah yang mewarnai pemilu kali ini.

MP: Apakah kalian sempat mendengar adanya isu-isu miring mengenai konsep Pemilu?

A: ada tiga fakultas yang paling ketat, di FTI, Hukum, dan FISIP. Kalo dari segi politik, balik ke pendekatan kepada tiap-tiap jurusan. Karekateristik tiap jurusan beda-beda, jadi cara pendekatannya pun berbeda. Proses politik sehat, ngga ada rusuh-rusuhan,

C: banyak isu, tapi setelah terpilih itu tuh cumin isu aja, supaya seru aja.

MP: Menurut kalian bagaimana transparasi proses penghitungan suara dalam Pemilu tahun ini?

A: Mungkin ini cuman untuk Kahim aja, karena kalau Presma dan Cawaprema ketika penghitungan suara dilakukan secara terbuka di MPM (Majelis Perwakilan Mahasiwa). Untuk Kahim sendiri, Saya sempet denger masalah pelarangan peliputan oleh MP (Media Parahyangan), karena adanya kebijakan fakultas yang mengizikan untuk diliput saat proses penghitungan suara dan ada beberapa juga yang tertutup. Kebingungan terjadi pada saat KPU (Komisi Pemilihan Umum) Pusat menyerahkan masalah tersebut ke KPU Fakultas, namun KPU Fakultas sendiri malah melemparkan kembali ke KPU Pusat. Mungkin sedikit kurang koordinasi antara KPU Pusat dengan KPU Fakultas dan juga antara MP dengan KPU. Kedepannya mungkin saya akan berkomunikasi dengan MPM/ KPU berikutnya, karena MP dipastikan meliput, mungkin sebulan sebelum Pemilu akan dibicarakan dengan MPM/ KPU gimana enaknya, biar ga kejadian kaya kemarin.

C: Permasalahanya emang kurang koordinasi, di tiap fakultas emang punya kebijakan masing-masing. Cuman, ini kan Pemilu yang merupakan konsumsi publik, seharusnya dari awal udah ada koordinasi antara pihak-pihak tersebut.  Jadi, menurut saya sih miss diawal.

MP: Bagaimana persiapan kalian kedepan untuk menghadapai masa jabatan nanti?

A: Kita udah mulai sibuk banget dari sekarang, dari mulai menyiapkan open recruitment dan screening. Ospek Gabungan juga udah harus mulai kita dikerjain. Selain itu, ada program kerja baru dari kita, Sobers (Sore Bersama), yang rencananya akan dilakukan tiap bulan, dimulai awal September sekarang. Pokoknya udah ga ada waktu lagi buat kita untuk berleha-leha.

C: persiapan kita udah sibuk banget di awal-awal kepengurusan ,seminggu bisa 3 sampe 4 kali,  rapat. Ketat banget mingu-minggu awal.

MP: Bisa dijelaskan, apa itu Sobbers dan tujuannya?

Said: Sobers atau Sore Bersama, merupakan kolom diskusi yang membahas isu-isu permasalahan yang ada di fakultas. Program ini akan dilaksanakan tujuh kali di tujuh fakultas berbeda. Yang paling penting dari diskusi ini sebenarnya bukan berapa dan apa isu yang ada, tapi solusi untuk menyelesakan isu-isu tersebut,

Mp: Siapa saja pihak yang nanti akan dilibatkan dalam diskusi Sobers?

A: Yang kita harapkan untuk diundang dan dapat terlibat dalam acara ini semua lingkup kalangan, dari mulai  LKM, MPM, Himpunan, UKM, bahkan kalau memang dirasakan perlu oleh mahasiswa fakultasnya, kita bakal ngundang orang dari rektorat dan BAAK, karena sering ada fenomena dimana ada aspirasi dari himpunan yang kurang didengar, tapi cuman sebatas keluhan aja, ga bisa melihat dari berbagai sudut pandang.

MP: Adakah kekurangan yang harus diperbaiki serta kelebihan yang ingin kalian bawa dari kepengurusan LKM periode 2011/2012?

A: Sebenarnya LKM sebagai penyelenggara acara udah cukup baik, MAKELU (Malam Keluarga Unpar) kemarin juga sukses. Hasil sharing kita dengan Himpunan dan UKM, yang benar-benar kerasa kurang antara mereka dan LKM, simple sih sebenarnya ,hanya masalah komunikasi. Makanya kita ingin lebih approach personal ke masing-masing ketua. Selain itu, ada Sistem dalam negeri yang ingin kita bawa dari kepengurusan lama.

C: Banyak nanya-nanya juga ke anak-anak LKM yang sekarang, terus yang gua liat sekarang tuh kurangnya keterbukaan dalam diri kita sendiri, kurang komunikasi. Tapi kinerja kepengurusan sendiri udah maju dari kepengurusan yang sebelumnya.

­MP : Setelah kalian terpilih, bagaimana hubungan kalian sekarang dengan Tedjo – Verano sebagai kompetitor kalian saat pemilu , apakah akan diajak kerja sama dalam kepengurusan kalian nanti?

A: Kita tetap berhubungan baik sama Tedjo – Verano maupun tim sukses mereka. Sampai sekarang pun kita masih menjalin komunikasi dengan mereka. Mungkin untuk dijadikan menteri di dalam kepengurusan LKM nanti, kami berdua sepertinya tidak akan melibatkan mereka.

C: Saya sendiri masih sering bertemu dengan Tedjo di fakultas, masih sering nongkrong dan ngobrol bareng meskipun ga bahas mengenai Pemilu. ya, kita profesional aja, pas Pemilu mungkin boleh tegang, namun setelahnya ya kita santai aja, ga ada masalah.

(Adytio Nugroho, Harish Alfarizi)

 

*

*

Top