Wawancara Media Parahyangan dengan Christiantono Tedjo dan Verano Keraf

pasangan capresma dan cawapresma nomor 1,tedjo dan verano

STOPPRESS MP, UNPAR – Media Parahyangan (MP) berkesempatan untuk mewawancarai salah satu calon Presiden dan calon Wakil Presiden Mahasiswa Unpar periode 2012-2013, Christiantono Tedjo (Sipil 2009) dan Verano Keraf (Hukum 2009). Berikut petikan wawancara MP dengan keduanya:

MP: Bagaimana hingga kalian bertemu dan memutuskan untuk maju sebagai pasangan calon kandidat Presma dan Wapresma?
Tedjo (T): Karena kebetulan waktu itu pernah satu kepanitiaan dengan Verano dan  saya lihat Verano bisa bekerjasama dengan baik.

Verano (V): Kami sudah menjalin hubungan sejak sama-sama ada di kepanitiaaan PSC (Parahyangan Sports Combat) Hans Tanius. Melalui kepanitiaan itu kita ketemu. Saya menjabat sebagai wakordiv humas dan Tedjo sebagai ketua divisi acara. Tedjo orangnya open minded dan bisa memimpin.

MP: Sejak kapan kalian berdua berniat untuk mencalonkan diri?

T: Waktu kepanitiaan dulu masih berupa sharing aja melihat minimnya keikutserataan mahasiswa di acara –acara. Selain itu saat sharing kami melihat keikutsertaan orang-orang pada proker LKM itu kurang walaupun sudah dilakukan open recruitment.

V: Kalau keinginan mencalonkannya baru sekarang ya pas 2012 ini.

MP: Setiap pasangan tentunya punya visi misi. Maka visi misi apa yang  kalian miliki?

V: Kalau untuk detailnya kita paparkan secara detail nanti ketika orasi dan debat kandidat. Intinya kami ingin membuat program kerja yang melayani.

T: Maksudnya melayani ya baik dari aspirasi maupun program kerja dan fokus kepada program kerja.

MP: Aspirasi darimanakah yang dimaksud, apakah dari mahasiswa atau dari pihak yg kalian wakili?

V: Kalau dilihat dari struktur PM unpar, di bawahnya LKM adalah Himpunan dan UKM sama mahasiswa Unpar sendiri. Kita berfikirnya sesuai AD/ART, lalu aspirasi dilanjutkan ke MPM yang dihubungkan ke LKM. Tugas utama melalui proker-proker ini untuk mengolah aspirasi.

MP: Mengenai fit and proper test yang baru-baru ini kalian lewati sebagai tahapan proses pemilu PM UNPAR. Bagaimana kalian melihatnya? Apa kalian setuju dengan penilaian atas kemampuan dan kelayakan kalian?

T: Menurut saya sendiri Fit and Proper Test sudah sesuai dan memang sudah dibutuhkan. Paling seharusnya diperimbangkan kalau ada calon yang sakit. Kemampuan dia menurun dan bisa saja nggak maksimal. Yang saya kurang sepaham sama fit and proper test kalau ada yang sakit atau kurang sehat secara fisik dan penganggulannya gimana?

V: Pada dasarnya kita menerima screner/penguji  kita objektif, kita percaya hasil yang keluar sesuai.

MP: Menanggapi nilai kalian yang dibawah kandidat lawan?

V: Kita sudah usahakan makasimal, kita percaya pada screener yang menguji kita

MP: Selain visi misi setiap kandidat tentunya punya program kerja apakah ada proker yang beda dari kalian?

V: Kita mau merangkul semua, intinya melalui proker, proker yang sederhana tapi dapat merangkul semua. Sebagian sama tapi ada sebagian tambahan.

MP: Lalu tanggapan kalian mengenai proker sekarang atau yang lama?

T: Yang sekarang udah detail dan bagus tapi kita mau buat yang sederhana dan pembeda sebagai penunjang dan  juga menambah keikutsertaan kembali pada tujuan kami untuk merangkul semua.

V: Partisipasi mahasiswa kurang dari proker-proker yang sudah ada, kita ingin merangkul anak unpar. Kalau yang sederhana banyak yang ikut, maksud kami ini untuk memberi rangsangan untuk yang lain untuk ikut serta.

MP: Apakah ada terobosan baru sebagai pembeda yang kalian ciptakan nanti?

T: Bukan pembeda 180 derajat tapi kita mau ciptakan yang beda kalo LKM sekarang sudah 70%,  kita mau mencapai 80% – 90%

V: LKM kan selama ini dinilai sebagai lembaga eksekutif yang ekslusif. LKM dinilai kurang bergaul sama himpunan. Ada masalah baru himpunan datang dan baru ada komunikasi. Kami ingin membangun komunikasi yang lebih luas. Kami tidak tunggu didatangi kami akan lebih sharing dengan mereka.

MP: Dibalik setiap pasangan kandidat maka ada tim sukses. Langkah-langkah  apa sejauh ini yang sudah dicapai tim sukses?

V: Sudah mulai persiapan matang. Pesiapan materi debat capres cawapres nanti, dan menggodok yang masih kurang

T: Mulai merangkul pihak-pihaknya aja. Merangkul dari dalam tim sukses. Belajar untuk merangkul untuk persiapan kerja di LKM.

MP: Persiapan apa lagi yang dipersiapkan oleh tim sukses ?

V: Ada tim yang sudah kita siapkan, properti untuk debat dan kampanye sudah dipikirkan.

MP: Keperluan  properti kan menggunakan dana. Bagaimana dengan dana kampanye kalian nih?

V: Dari kantong kami berdua, tapi tidak memaksakan untuk tim sukses bantu walaupun hanya sukarela. Tapi utamanya dari kami berdua.

MP: Mengenai isu Sipil dan Arsitektur yang ada perselisihan, tanggapan Tedjo sebagai kandidat dari Sipil, bagaimana dengan salah satu kandidat lawan kalian dari Arsi?

T: Sebenarnya kalau sama Cokorda (red: kandidat dari arsitektur) sendiri. Kta berteman di program kerja yang pernah sama-sama kita jalani. Saya cukup tau dia, ya itu fine-fine aja. Mengenai isu itu sendiri pernah ada pada angkatan-angkatan sebelumnya saya kurang tahu. Tapi sekarang saya tau ada program kerja bareng (red:sipil-arsi) yang mungkin belum kedengaran. Kita sering ngobrol juga walau sama-sama mengajukan diri.

MP: Untuk verano sendiri? Ada dukungan-dukungan khusus dari hukum?

V: Saya bukan cuma mewakili hukum saja, tapi juga seluruh unpar. Saya ingin semua hukum bukan cuma pihak a,b, c, d, e yang mau mendukung saya. Saya mau merangkul semua pihak tanpa melihat pihak manapun. Saya juga awalnya dapat dukungan dari teman dekat dulu, lalu apakah bisa merangkul teman yang lain di hukum. Mulai dari teman sendiri melihat apa saya pantas atau tidak. Untuk dukungan – dukungan khusus belum ada tapi bukan berarti saya mewakili pihak khusus. Yang perlu dirangkul semua dukungan tapi juga melalui teman-teman sendiri. Merangkul pertemanan sendiri dulu. Baru lebih luas lagi.

MP: Apakah kalian merasa kalian sebagai wakil yang juga kebetulan berasal dari Sipil dan Hukum, adalah pengulangan masa kepemimpinan seperti Hans – Tanius yang  juga pasangan Sipil dan Hukum yang waktu itu pernah menang?

T: Dari saya sendiri enggak. Yang kita bawa Unpar. Jadi yang kita bawa unpar, maju untuk unpar dan buat anak unpar.

V: Kita Sipil dan Hukum bukan berarti percaya diri mengulang masa Hans-Tanius tapi sebelumnya memang kita sudah saling mengenal waktu bidang kepanitiaan PSC dulu. Asal fakultas itu salah satu tolak ukur tapi bukan alasan utama.

MP: Bagaimana dengan kepercayaan kalian untuk kemungkinan menang?

V: Untuk maju 100%, tapi memang diusahakan untuk  menang menjadi 100% tentunya melalui debat nanti.

MP: Jika ada kemenangan maka mungkin juga kalah. Kalau kalah bagaimana? Apa yang akan kalian lakukan?

V: Kalah atau menang hasil akhir, kami menerima.

T: Kalau kalah kami akan tetap jalanin visi misi sebagai mahasiswa dan pengamat kinerja LKM terpilih.

(Risa Efriani)

Related posts

*

*

Top