Wawancara Media Parahyangan Dengan Biovan Sandov dan Ignatius Andree

STOPPRESS MP, UNPAR – Media Parahyangan (MP) berkesempatan untuk mewawancarai salah satu calon Presiden dan calon Wakil Presiden Mahasiswa Unpar periode 2013-2014, Biovan Sandov (Hukum 2010) dan Ignatius Andree (Teknik Industri 2010). Berikut petikan wawancara MP dengan keduanya:

MP: Apa alasan kalian untuk maju mencalonkan diri sebagai Capresma dan Cawapresma tahun ini?

Biovan (B): Ketika saya masuk di LKM, LKM itu sangat baik, karena wadah universal ini bisa merangkul anak-anak yang tidak aktif menjadi aktif. Acara-acara di luar LKM juga sangat positif untuk perkembangan LKM sendiri dan untuk perkembangan Unpar. Saya juga dapet beasiswa satu tahun dari Unpar nah saya ingin sesuatu yang baik juga buat Unpar. Dengan masuk LKM saya bisa menjalankan beberapa program kerja yang bisa meningkatkan misalkan bakat dari anak-anak Unpar, bisa juga dapat hal-hal positif dari kegiatan-kegiatan Unpar. Yang ingin saya bangun di sini kebersamaan kita sih. Unpar tuh keren kok. Di mata luar, Unpar itu punya intelektual yang tinggi, cuma sayangnya individualistis.

Andree (A): Selama dua tahun ini saya di LKM saya liat kayak ada suatu hal tersendiri buat saya di LKM itu sendiri. Saya liat LKM itu sangat vital dan sangat bisa membawa Unpar jauh lebih baik dalam bentuk berbagai macam. Tentunya ketertarikan saya sendiri di dalam hal-hal yang LKM ini, contohnya saya udah dua tahun nih, ya saya ingin lebih majuin gitu sih. Saya udah dapat nilai-nilai yang udah dikasih sama Petra, Said. Saya pengan aplikasiin aja untuk meningkatkan kinerja dari LKM sendiri dan kualitas. Istilahnya, di sini karena ada kepedulian itu lu jadi ada rasa tersendiri untuk menjaga LKM itu.

MP: Fenomena apa yang kalian lihat?

B: LKM sebagai wadah universal yang harus merangsang intelektual dari mahasswa itu sendiri dalam segi sosial, moral. Kita melihat mahasiswa Unpar sendiri banyak yang tidak aktif, banyak yang apatis, tapi yang kita salahkan bukan mahasiswanya, melainkan berarti lembaganya yang belum ber-impact pada mahasiswa.

A: Interaksi antara mahasiswa yang satu dengan yang lainnya belum sepenuhnya baik. Said sudah membentuk suatu pendewasaan bagi mahasiswa, contohnya untuk berbicara, mengeluarkan pendapatnya, tetapi masih kurang  adanya interaksi. Masih banyak mahasiswa yang mungkin peka, peduli, kritis, tetapi mereka tidak aktif. Misalnya mereka bilang parkir mahal, kurangnya beberapa fasilitas, tetapi tidak ada aksi dari mahasiswa itu sendiri. 

MP: Bagaimana awal pertemuan kalian hingga bisa memutuskan untuk naik?

B: Waktu itu saya jadi koordinator mentor di INAP 2012, Andree jadi koordinator materi. Nah kita ketemu dan kerja bareng di situ. Mungkin Andree udah punya pemikiran sendiri buat mencalonkan dan saya juga udah punya pemikiran sendiri buat mencalonkan diri. Tapi pada saat itu saya belum ngomong. Akhirnya sekitar bulan November kita ketemu. Dengan Andree mau mencalokan dan saya juga mau mencalonkan dan saya udah tau kinerja Andree seperti apa. kita mempunyai dua sisi pribadi yang kalau disatukan kita bisa baik di sini.

MP: apa visi dan misi kalian?

B: Visi kita adalah LKM sebagai lembaga pengabdian yang nyata dan dapat diandalkan. Karena kita dipilih oleh mahasiswa, kita harus mengabdi kepada mahasiswa. Dan kita tidak hanya janji saja. Dapat diandalkan ini, dapat diandalkan oleh semua elemen mahasiswa, baik dari LKM, himpunan, UKM, dan mahasiswa sendiri. Kalo misi kita ada empat, yang pertama kita ingin membuat program pengembangan secara menyeluruh dari segi intelektual, moral, sosial. Kedua, mengharmonisasikan elemen-elemen kemahasiswaan.

A: Ketiga, memaksimalkan perkembangan mahasiswa dalam segi moral, sosial, dan intelektual agar  Keempat, memaksimalkan penyebaran informasi agar lebih dekat dengan mahasiswa.

MP: Jika terpilih nanti, terobosan apa yang ingin kalian buat?

B: Kita ingin bergerak secara eksternal. Kita ingin adanya suatu lembaga riset di Unpar untuk membantu masyarakat sekitar. Kita juga ingin mengadakan Minggu Aksi Unpar.

A: Minggu Aksi Unpar adalah salah satu cara kita untuk menunjukan bahwa mahasiswa Unpar bukan yang bisanya diam saja. Di sini kita mengajak mahasiswa untuk mengadakan berbagai macam rangkaian kegiatan. Misalnya bersepeda bersama, malam penghargaan Unpar. Dalam malam penghargaan Unpar kita akan memberikan penghargaan kepada mahasiswa-mahasiswa Unpar yang berprestasi, tidak hanya prestasi dalam akademik saja. Jadi tidak hanya mahasiswa cinta kampus, tetapi kampus cinta mahasiswa.

B: Malam penghargaan Unpar ini diadakan berbarengan dengan Makelu, agar semua elemen mahasiswa dapat hadir.

MP: Sampai saat ini, sudah sejauh mana pemetaan politik kalian?

B: Untuk pemetaan politik, kita hanya fokus dengan orang-orang yang kita kenal. Kita Cuma fokus di TI dan Hukum dan teman-teman yang kita kenal.

A: Kita merangkul semuanya tanpa melihat jurusan dan berapa banyak teman yang dia punya.

MP: Bagaimana tanggapan kalian masalah partai di Hukum?

B: Hukum sekarang udah ga ada partai kok. Calon ketua himpunan cuma satu. Kalau beda permainan ada. Makin ke sini mahasiswa juga makin pinter kok. Saya juga naik bukan atas nama partai.

MP: Jika nanti terpilih, terkait dengan masalah partai di Hukum, apa yang akan kalian lakukan?

B: Partai muncul karena budaya mahasiswanya sendiri. Jadi di sini yang kita mau rubah bukan sistemnya melainkan budaya mahasiswa.  Karena budaya lebih kuat daripada sistem.

MP: Apa pendapat kalian tentang kampus Unpar?

B: Unpar itu bagus, teliti, menuntut kita untuk lebih rajin dengan tugas-tugas dan peraturan yang ketat. Tapi kurang menghasilkan secara eksternal dan masih individual. Nah ketika kita jago, kenapa sih kita ga bersama aja supaya lebih kuat. Banyak sumber daya yang kita punya tapi kita ga pernah publish ke publik.

MP: Apa pendapat kalian tentang rektorat dan birokrasi kampus?

B: Rektorat sekarang ini cukup dekat denga LKM ya. Dari sarana dan prasarana, BAAK, banyak hubungan baik di situ untuk pengembangan kemahasiswaan. Kita harus pertahankan adanya hubungan baik ini dimana aspirasi aspirasi dari mahasiswa bisa direalisasikan oleh rektorat. Birokrasinya baik.

A: Birokrasi sebenarnya sudah baik dan penting karena itu juga mempermudah dan jauh lebih teratur. Kalo ga ada birokrasi bisa jauh lebih hancur.

MP: Terkait dengan masalah SP dan KKBM, apa tanggapan kalian?

B: Keputusan bahwa SP hanya dapat diambil bagi yang mendapat nilai D dan E itu berdampak sistemik dan massive terutama untuk mahasiswa-mahasiswa tingkat atas yang sudah membuat strategi. Ketika rektorat secara sepihak mengeluarkan SK ketika, seharusnya disosialisasikan secara merata ke setiap mahasiswa. Tapi itu tidak dilakukan oleh rektor. Setelah ditindaklanjuti oleh LKM dan lain-lain, rektorat mengeluarkan keputusan SP dapat diubah asalkan ada permohonan dari dekan.

A: Yang pasti rektor salah ambil keputusan.

B: Soal KKBM, kita harus liat pendapat mahasiswa lagi sih karena itu menyangkut mahasiswa juga.

MP: Jika nanti terpilih dan terjadi hal yang serupa seperti SP dan KKBM, apa tindakan kalian?

B: Kita tanya apa maunya mahasiswa. Kemauan mahasiswa kita coba ajukan ke rektorat agar dapat terealisasikan.

A: Lihat tingkat kebijakan dan urgency. Kalo kebijakannya baik untuk mahasiswa tentu kita dukung.

MP: Apa yang ingin kalian sampaikan kepada para pemilih?

B: Kenali, amati, pilih. Jangan dengarkan baru pilih. Jangan karena kita kelompok A, kita pilih A. Yang harus kita lihat adalah kompetensi objektifnya. Jangan hanya menjadi saksi perubahan tetapi juga peran untuk perubahan.

A: Untuk pemilihan, buanglah semua jubah fakultas, program studi kalian. Berpikirlah kritis dan bertindak demokratis.

 

(Sharina Savitri/Charlie)

Related posts

*

*

Top