Wawancara Ira & Sarah Mengenai Permasalahan Kampus Unpar

Ira Fadhila (Menejemen 2013) dengan Sarah Lucia (HI 2013) salah satu pasangan capresma dan cawapresma nomor urut 2 yang diwawancarai MP di Coop Space. Ira Fadhila (Menejemen 2013) dengan Sarah Lucia (HI 2013) salah satu pasangan capresma dan cawapresma nomor urut 2 yang diwawancarai MP di Coop Space.

STOPPRESS MP, UNPAR – “Inspirasi Unpar” adalah tagline yang diusung oleh salah satu pasangan capresma dan cawapresma bernomor urut dua. Pada pemilu tahun ini, Ira Fadhila (Menejemen 2013) dengan Sarah Lucia (HI 2013) mencalonkan diri sebagai capresma dan cawapresma Unpar periode 2016/2017.  

Ditengah-tengah kesibukan pasangan capresma dan cawapresma reporter MP berkesempatan untuk mewawancarai kandidat nomor dua ini. Wawancara dilakukan di Coop Space pada Rabu (27/4). Berikut adalah petikan wawancaranya:

Bagaimana pendapat kalian mengenai peraturan rokok?

I : Sebenarnya itu sudah ada di undang-undang, cuman bukan berarti kita menutup mata akan hal tersebut. Kita akan mencari jalan tengah, kita akan menjalin hubungan yang sinergis. Contohnya seperti kanopi yang terkait dengan aspirasi mengenai smoking area yang dapat digunakan untuk solusi masalah rokok ini. Dalam masalah eksekusi kita harus koordinasi dengan pihak yang diatas, kita akan seperti apa eksekusinya dalam masalah smoking area  ini, apakah kita akan bikin di luar sekitaran Unpar? Atau bagaimana?

Semuanya memang berhubungan dengan kebutuhan mahasiswa, untuk eksekusinya kita harus koordinasi dengan pihak yang diatas, bagaimana cara yang paling sesuai untuk menerapkan si smoking area ini.

S : Smoking area pun dipertanyakan apakah diperbolehkan atau tidak di dalam suatu institusi akademik? Kalau misalkan tidak boleh, peraturan merokok itu sudah dicanangkan akan tetapi  tidak ada smoking area, maka akan ada konsekuensinya dimana kita harus melakukan pengawasan terhadap setiap civitas akademika Parahyangan, dimana peraturan tersebut harus dipatuhi oleh pihak-pihak atas dari dosen, pekarya, dan semuanya. Dimana sanksinya pun berlaku bagi semuanya, tidak hanya mahasiswa saja.

Pereaturan-peraturan harus jelas, banyak peraturan merokok akan tetapi implementasi dan sanksinya masih tidak jelas.

Berarti peraturan merokok ini dari peraturannya, implementasinya, dan penegakannya masih kurang efektif?

S : Masih kurang jelas menurut saya, dimana peraturan ini mau dibawa sejauh mana? Dimana seharusnya ada informasi tertulis yang mencantumkan pelarangan-pelarangannya, supaya dapat dirujuk karena LKM pun harus sesuai dengan peraturan tersebut, dimana misalnya tidak boleh ada asap rokok atau smoking area, agar kita dapat memberi pengertian kepada mahasiswa dan seluruh civitas akademika Parahyangan.

Apakah pendapat kalian tentang pembangunan?

Sarah (S) : membicarakan mengenai PPAG, terdapat yang dipertanyakan bangunannya mau seperti apa dan ada bangunan-bangunan yang akan dirobohkan.Dimana disini seharusnya Rektorat memberikan transparansi terhadap kebijakan-kebijakannya. Kebijakan-kebijakan tersebut sudah melebihi batas kewajaran ketika menganggu kesejahteraan mahasiswa secara keseluruhan, dimana kebijakan tersebut tidak pernah disosialisasikan kepada mahasiswa. Sudah sewajarnya, seperti yang tercantum di AD/ART, bahwa posisi kita sebagai mahasiswa atau PM Unpar itu sejajar dan koordinatif dengan pihak Rektorat dan sudah sepatutnya hal tersebut diterapkan dalam pembuatan kebijakan. Saat mau mengambil suatu kebijakan, saat sedang merumuskan suatu kebijakan. Disini mahasiswa sudah sepatutnya dilibatkan dan mengetahui apa yang sebenarnya mahasiswa inginkan.

Ira (I) : Disini kita ingin menyampaikan bagaimana LKM dapat menyampaikan informasi, dengan acara-acara seperti BIKINI dan SOBERS. Dimana acara-acara ini dapat menyampaikan pembangunan itu sudah sampai mana, masalah transparansi, kebijakan-kebijakannya bisa sampai ke mahasiswa. Sehingga mahasiswa dan rektorat pun akan terbuka pandangannya terkait pembangunan ini. Selain itu, penyampaian informasi pun dapat dilakukan di LINE PM Unpar.

Bagaimana pendapat kalian mengenai hasil fit and proper test yang diturunkan standarnya?

I : Nilai itu bukan menjadi suatu patokan dan kita pun tidak bisa membandingkan dengan hasil yang tahun lalu, karena sistemnya yang berbeda. Kita bisa melihat seseorang dari track recordnya, pengalaman organisasi, kontribusinya apa di Unpar, tidak hanya dengan nilai ini saja.

S : Mungkin karena adanya sistem yang baru, yaitu tes tertulis, yang menurut saya masih perlu untuk dikaji lebih lanjut, dari soalnya, waktu pengerjaan, dan jenis soalnya. Terutama dengan masalah waktu yang mepet dan soal yang banyak maupun jenis soalnya. Soalnya memang sudah sesuai kita memang perlu menguasainya saja.

TANYA LEE

Related posts

*

*

Top