Wawancara Dengan Presiden Mahasiswa Unpar Periode 2013-2014

STOPPRESS MP, UNPAR –  Media Parahyangan berkesempatan melakukan wawancara dengan Presiden Mahasiswa (Presma) Unpar periode 2013-2014 Andrew Renaldy pada hari Jumat (24/05) di depan Gedung PKH. Wawancara dilakukan disela-sela screening staff  Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM). Eldiansyah Prawira selaku Wakil Presma tidak bisa hadir karena harus berada di dalam ruang screening. Berikut petikan wawancara Andrew ketika ditemui di depan Gedung PKH.

Media Parahyangan (MP):  Bagaimana pendapat tentang jalannya proses Pemilu tahun ini?

Andrew (A): Menurut pendapat saya, secara sistem proses pemilu kali ini ada inovasi. Waktu itu sempat dibahas juga plus-minusnya dengan MPM selaku KPU (Komis Pemiihan Umum). Harapannya sih, jika kedepannya ingin menggunakan sistem e-vote seperti ini lagi,  teknisnya mohon diperbaiki serta aksesnya dipikirkan terlebih dahulu. Namun, kalau ingin diubah, jelaskan juga kepada kita sebagai masyarakat Unpar, alasannya kenapa menggunakan sistem baru. Intinya sih penjelasan mengenai sistem pemilu itu sendiri.

MP: Bagaimana dengan adanya isu-isu miring pada saat proses Pemilu itu sendiri? Seperti isu mengenai pembagian kue

A: Yang pasti sih, banyak isu yang beredar kali ini. Tapi dilihat dari kenyataannya saja, kalau misalkan memang benar ada bagi-bagi kue, isu itu benar terjadi atau tidak? Saya rasa sebaiknya masyarakat mengira sendiri ada tidaknya  isu itu.

MP: Ada tanggapan LKM periode sebelumnya (2012/2013) yang kecewa, bagaimana pendapatnya?

A: LKM kecewa mungkin menurut saya karena Kementeriannya diubah menjadi Dirjen (Direktorat Jendral). Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) dihilangkan dan diubah menjadi Dirjen Media dan IT. Sebelumnya saya sudah menjelaskan kenapa itu diubah menjadi Media dan IT

MP: Apa alasan Menkominfo diubah?

A: Karena kita ada keperluan struktur untuk dikecilkan, agar tidak jadi pemborosan jabatan. Tetapi, fungsinya tetap ada semua.

MP: Bagaimana pendapat tentang  transparansi penghitungan suara saat proses pemilu kali inis?

A: Menurut saya itu sudah transparan.

MP: Kemarin sempat ada gugatan dari kompetitor kalian (DANGER dan BIOREE), bagaimana pendapat anda?

A: Kalau menurut pendapat saya, itu sudah hak mereka untuk melakukan gugatan. Sebenarnya pertanyaan ini lebih tepat untuk ditujukan ke KPU karena saya sendiri tidak mengetahui tentang keberadaan gugatan tersebu dan saya tidak diundang kedalam forum tersebut. Hanya saja, waktu itu saya diundang mendadak, jadi tidak tahu menahu asal muasalnya gugatan tersebut.

MP: Jadi sebelumnya tidak tahu bakalan ada gugatan?

A: Enggak tau.

MP: Jadi sebenarnya gugatan dari competitor itu ditujukan untuk KPU?

A: Iya, untuk KPU saja.

MP: Persiapan kalian (Andrew dan Eldi) sekarang menghadapi masa jabatan di periode depan bagaimana?

A: Persiapannya yang salah satunya sedang berlangsung saat ini adalah screening staff. Kemudian, yang saat ini dilakukan sementara ini adalah pendekatan kepada lembaga-lembaga di sekitar LKM. Artinya itu termasuk MPM, HMPS, UKM, dan biro-biro di rektorat maupun di dekat fakultas. Seperti itu aja, kemudian kita menyiapkan program-program kerja yang sudah kita rencanakan.

MP:  Program-program kerja apa yang dipersiapkan oleh kalian pada masa jabatan nanti?

A: Untuk program kerja baru, kita ada empat. Yang pertama adalah forum online mahasiswa Unpar, kemudian yang kedua ada rangkaian Kampanye Cinta Kampus. Rangkaian ini sendiri terdiri dari Wall of Fame, Malam Award, dan yang terakhir ada Trash Mob.

MP: Bisa dijelaskan seperti apa program-program kerja tersebut?

A: Tujuan Trash Mob itu adalah menyentil budaya buang sampah sembarangan dari masyarakat Unpar. Kalau teknis nya kita akan melakukan seperti flash mob, tapi kali ini gerakannya dengan buang sampah pada tempatnya. Itu rangkaian dari Kampanye Cinta Kampus, kemudian ada Program Pengembangan Diri Pengurus. Program ini digunakan untuk melatih soft-skill lebih banyak lagi dari setiap pengurus LKM. Jadi ditujukan pertama untuk LKM, namun terbuka untuk umum. Jadi mahasiswa juga bisa ikut. Tujuannya karena kita tidak ingin pengurus-pengurus LKM hanya menjadi event organizer. Yang terakhir adalah Catatan Akhir Periode. Itu program kerja baru, untuk program kerja yang dipertahankan adalah INAP Gabungan, Expo UKM, Parahyangan Sports Combat, Parahyangan Film Festival, Malam Akrab Keluarga Unpar, Charity Night, Unpar Tosaya, Database Keaktifan Mahasiswa, Web PM Unpar, kemudian ada Highlights, Zoom In, dan ada program Humas, yaitu Seminar. Dari Kesma, untuk Sore Bersama (Sobbers) kita tidak akan mempertahankan program kerjanya, melainkan mempertahankan metodenya dengan melakukan survey terlebih dahulu, apakah mahasiswa butuh untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak-pihak tertentu. Apa bila ada, akan diadakan, namun apa bila tidak ada, tidak akan diadakan.

MP: Kalau diadakan namanya tetap Sore Bersama?

A: Iya, tetap Sore Bersama.

MP: Waktu itu kalian bilang akan meminta rekomendasi LKM periode sebelumnya dalam pemilihan Menteri dan Dirjen. Apakah susunan kabinet kalian yang sudah terbentuk melalui hasil rekomendasi?

A: Pertama-tama untuk pemilihan Menteri dan Dirjen kita meminta rekomendasi kepada LKM yang sebelumnya. Namun setelah diberikan rekomendasi, bukan berarti hal itu mengikat kita. Kita akan mempertimbangkan lagi rekomendasi tersebut, mana yang bisa bekerja sama dengan kita dan memang kompetensi.

MP: Tanggapan Andrew mengenai karangan bunga ‘Selamat Jalan MenKominfo’?

A: Saya sebenarnya tidak mengetahui hal ini, dan ternyata sebenarnya karangan bunga itu adalah Propaganda Boom. Saya pikir ini sebagai permintaan, tapi tidak masalah sih.

MP: Apa kekurangan yang harus diperbaiki serta kelebihan yang akan dipertahankan dari LKM sebelumnya?

A: Dari LKM periode sekarang yang ingin dipertahankann adalah LKM yang mau turun kebawah, kepada Himpunan dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan kepada mahasiswa secara keseluruhan. Kita juga ingin membangun hubungan yang lebih dekat dan lebih baik lagi kepada biro-biro non-mahasiswa, seperti BAAK, rektorat dan dekan-dekan. Sebenarnya untuk kekurangan nyaris tidak ada. Tapi ada yang belum dilakukan, misalnya pencatatan sejarah tadi. Makanya kita buat Catatan Akhir Periode.

MP: Bagaiman hubungan dengan para kompetitor pasca Pemilu? Apakah ada yang diajak kerja sama untuk kepengurusan kalian?

A: Jadi dari masing-masing pihak waktu itu pernah kita ajak untuk menjadi bagian dari struktural, namun ditolak. Mengenai hubungan dengan kompetitor sendiri, diantara semua kandidat itu secara personal saya paling kenal dengan Biovan dan Andre. Biovan teman satu fakultas dan waktu itu pernah juga berkompetisi bareng di debat. Kalau Andre waktu itu kita satu periode di LKM,. Jadi kita sih masih santai seperti teman biasa. Malah masa-masa pemilu kemarin tuh menjadi becandaan buat kita. Kalo DANGER (David dan Gerry) kebetulan kurang begitu kenal, dengan David dan Gerry. Mungkin Eldi lebih kenal dengan Gerry, soalnya satu fakultas.

(Radhitya Divaputra/ Adytio Nugroho)

Related posts

*

*

Top